Investasi Adalah: Pengertian, Jenis, Manfaat, Hingga Cara Memulainya

Investasi (Foto: Freepik)

PARBOABOA – Investasi adalah suatu aktivitas yang melibatkan penanaman uang atau modal dalam bentuk aset berharga untuk tujuan memperoleh keuntungan di masa depan.

Aktivitas investasi ini tidak hanya berdampak pada individu atau perusahaan yang melakukan penanaman modal, tetapi juga memiliki efek yang lebih luas terhadap perkembangan sektor-sektor ekonomi yang beragam.

Dengan mengalirkan dana ke sektor-sektor ini, investor menciptakan peluang untuk pertumbuhan dan inovasi, menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Melansir dari laman forbes.com, Investasi adalah proses membeli aset yang nilainya meningkat seiring berjalannya waktu dan memberikan keuntungan dalam bentuk pembayaran pendapatan atau keuntungan modal.

Selain memberikan manfaat ekonomi yang substansial, investasi juga berfungsi sebagai penggerak utama bagi penelitian dan pengembangan (R&D) serta implementasi teknologi mutakhir.

Ingin tahu lebih dalam tentang apa itu investasi? Yuk, simak ulasan selengkapnya yang telah Parboaboa rangkum berikut ini!

Apa Itu Investasi?

Ilustrasi investasi (Foto: Pintek)

Investasi adalah suatu aktivitas di mana individu atau entitas menempatkan sejumlah modal, baik dalam bentuk uang tunai maupun aset berharga lainnya, ke dalam suatu proyek, bisnis atau instrumen keuangan dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan di masa depan.

Istilah "investasi" berasal dari bahasa Italia "investire," yang artinya memakai atau menggunakan.

Secara umum, investasi adalah kegiatan yang melibatkan penanaman modal dengan harapan bahwa modal tersebut akan berkembang dan menghasilkan pengembalian yang menguntungkan pada periode yang telah ditentukan.

Jenis jenis Investasi yang Perlu Dipahami

Ilustrasi investasi (Foto: Pinterest)

1. Saham (Stocks)

Investasi saham adalah kepemilikan sebagian dari suatu perusahaan. Dengan membeli invessaham, investor menjadi pemegang saham dan memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham atau dividen yang dibagikan perusahaan.

2. Obligasi (Bonds)

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan atau lembaga lainnya. Investor yang membeli obligasi memberikan pinjaman kepada penerbit obligasi dan akan menerima bunga secara berkala serta pengembalian pokok saat jatuh tempo.

3. Properti (Real Estate)

Investasi properti melibatkan pembelian, kepemilikan atau pengembangan properti seperti rumah, apartemen atau gedung komersial. Keuntungan dari investasi properti dapat berasal dari apresiasi nilai properti dan pendapatan sewa.

4. Reksa Dana (Mutual Funds)

Reksa dana adalah wadah investasi yang mengumpulkan dana dari banyak investor untuk diinvestasikan dalam berbagai instrumen keuangan, seperti saham, obligasi atau pasar uang. Manajer investasi mengelola reksa dana untuk mencapai tujuan tertentu.

5. Emas dan Logam Mulia

Investasi emas melibatkan pembelian emas fisik atau melalui instrumen keuangan seperti sertifikat emas. Emas dianggap sebagai aset yang aman dan dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.

6. Deposito

Deposito adalah bentuk investasi dengan cara menempatkan dana pada bank untuk jangka waktu tertentu. Deposito memberikan bunga tetap dan relatif aman karena dijamin oleh lembaga penjamin simpanan.

7. Pasar Uang (Money Market)

Investasi pasar uang melibatkan pembelian sekuritas dengan jatuh tempo pendek, seperti surat berharga negara, sertifikat deposito, dan lain-lain. Investasi ini umumnya dianggap memiliki risiko rendah dan likuiditas tinggi.

8. Kripto Aset

Investasi dalam kripto aset seperti Bitcoin, Ethereum dan lainnya telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir.

Kripto aset merupakan aset digital yang nilainya dapat berfluktuasi secara drastis dan memiliki tingkat risiko yang tinggi.

9. Komoditas

Investasi dalam komoditas melibatkan perdagangan barang fisik seperti minyak, gas alam, emas, perak, dan lain-lain. Harga komoditas dipengaruhi oleh faktor-faktor pasar global dan permintaan pasokan.

10. Start-up dan Investasi Venture Capital

Investasi dalam start-up atau perusahaan rintisan melibatkan penanaman modal pada perusahaan yang baru berkembang dengan harapan mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan perusahaan tersebut di masa depan.

Tujuan Investasi

Ilustrasi investasi (Foto: Shutterstock)

Secara umum, tujuan dari berinvestasi adalah untuk mencapai pertumbuhan kekayaan atau mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi daripada hanya menyimpan uang di tempat yang aman, seperti rekening tabungan.

Selain itu, investasi juga memiliki beberapa tujuan, di antaranya:

1. Mendapatkan Penghasilan Tetap

Salah satu tujuan berinvestasi adalah untuk mendapatkan penghasilan tetap yang sering kali dilakukan oleh individu yang menyuntikkan modal ke dalam perusahaan.

Sebagai contoh, Anda dapat berinvestasi dalam perusahaan pengolahan makanan cepat saji. Dengan melakukan ini, Anda berhak atas persentase keuntungan yang akan diterima setiap bulannya.

Besarnya persentase keuntungan ini akan bervariasi, tergantung pada kesepakatan yang dibuat antara Anda dan perusahaan.

2. Mengembangkan Usaha

Investasi tidak hanya memberikan penghasilan tetap dan keuntungan, tetapi juga dapat membantu mengembangkan usaha yang sedang dijalani.

Keuntungan yang diperoleh dari investasi bisa digunakan sebagai modal tambahan untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut.

3. Jaminan dalam Bisnis

Menanam modal pada supplier bahan baku untuk usaha akan memberikan jaminan pasokan bahan baku yang stabil.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan bahan baku dengan harga lebih murah namun tetap berkualitas tinggi. Hal ini akan membantu produk bersaing lebih baik di pasaran.

Manfaat Investasi

Ilustrasi investasi (Foto: Shutterstock)

Investasi memiliki banyak manfaat yang dapat memberikan keuntungan bagi para investor. Adapun beberapa manfaat atau kelebihan investasi adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan Aset

Salah satu manfaat investasi adalah untuk meningkatkan nilai aset seseorang. Contohnya, investasi dalam properti seperti pembelian tanah, apartemen atau rumah memiliki peluang untuk naik nilainya seiring waktu.

Meskipun peningkatan nilai aset tidak terjadi secara cepat, kesabaran dan waktu yang cukup dapat memberikan hasil yang menguntungkan.

2. Pemenuhan Kebutuhan di Masa Depan

Investasi dapat berfungsi sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan di masa depan yang mungkin tidak terduga.

Dengan berinvestasi saat ini, seseorang dapat merencanakan kehidupan masa depan dengan lebih baik karena nilai investasi cenderung meningkat seiring berjalannya waktu.

3. Gaya Hidup Hemat

Hal lain yang tak kalah penting dan menjadi salah satu tujuan investasi adalah untuk membiasakan diri untuk bergaya hidup hemat. Hal ini bertujuan untuk mendorong seseorang lebih bijaksana dalam mengelola keuangannya.

Dengan fokus pada tujuan dari investasi itu sendiri, individu akan menghindari pembelian hal-hal yang tidak penting dan lebih cermat dalam pengeluaran.

4. Menghindari Utang

Dengan mengadopsi gaya hidup sederhana dan berinvestasi secara disiplin, seseorang dapat menghindari akumulasi utang yang berlebihan.

Komitmen terhadap investasi akan mendorong individu untuk hidup di bawah kemampuan finansialnya, sehingga dapat menghindari beban hutang yang berpotensi merugikan.

5. Persiapan Pensiun

Investasi adalah sarana yang efektif untuk persiapan masa pensiun. Dalam membangun portofolio investasi yang beragam dan mengelolanya dengan baik, seseorang dapat merencanakan masa pensiun yang stabil secara finansial.

Masa pensiun sering kali dianggap sebagai fase penting dalam hidup seseorang. Setelah bertahun-tahun bekerja keras, pensiun menjadi waktu yang dinanti-nantikan untuk menikmati hasil jerih payah dan menjalani kehidupan dengan lebih santai.

Namun, untuk mencapai kestabilan finansial di masa pensiun, penting bagi kita untuk mempersiapkan diri dengan baik melalui investasi.

6. Perlindungan dari Inflasi

Investasi juga memberikan manfaat sebagai perlindungan terhadap laju inflasi. Inflasi adalah fenomena kenaikan harga barang dan jasa seiring berjalannya waktu. Ketika inflasi terjadi, daya beli uang kita cenderung menurun.

Namun, dengan melakukan investasi, seseorang dapat mengantisipasi dampak negatif inflasi terhadap kekayaan mereka. Dalam hal ini, tujuan dari investasi adalah sebagai perlindungan terhadap inflasi melalui pertumbuhan nilai investasi itu sendiri.

Ketika kita menginvestasikan uang kita dalam instrumen yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dari tingkat inflasi, nilai investasi tersebut dapat meningkat seiring waktu.

Dengan demikian, kenaikan nilai investasi tersebut dapat membantu menjaga daya beli kita di masa depan, meskipun harga-harga barang dan jasa terus meningkat.

7. Kesempatan untuk Diversifikasi

Melalui investasi, seseorang dapat melakukan diversifikasi portofolio, yaitu menempatkan dana pada berbagai instrumen keuangan atau sektor industri yang berbeda.

Diversifikasi membantu mengurangi risiko karena potensi kerugian pada satu investasi dapat diimbangi oleh keuntungan pada investasi lainnya.

8. Membangun Kemandirian Finansial

Investasi adalah langkah penting yang memberikan pengajaran tentang nilai kemandirian finansial dan tanggung jawab dalam mengelola aset.

Dengan mengambil keputusan investasi yang bijaksana, seseorang dapat membangun masa depan yang lebih stabil secara finansial. Melalui investasi, seseorang diajarkan untuk mengambil kendali atas keuangan pribadinya.

9. Mendukung Pengembangan Ekonomi

Investasi juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dana yang diinvestasikan dalam bisnis dan proyek dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produksi dan mendorong inovasi.

Cara Memulai Investasi

Investasi adalah salah satu cara yang cerdas untuk mengembangkan kekayaan dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Namun, sebelum memulai perjalanan investasi, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan agar dapat berinvestasi dengan bijaksana dan efektif. Adapun beberapa langkah dalam memulai investasi dengan tepat:

1. Tentukan Tujuan Investasi yang Jelas

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memulai investasi adalah dengan menentukan tujuan berinvestasi yang jelas dan terperinci.

Dengan memiliki tujuan yang jelas, Anda dapat menentukan strategi investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risiko.

2. Evaluasi Kemampuan Keuangan

Perhatikan kondisi keuangan Anda dengan cermat sebelum Anda mulai berinvestasi. Pastikan Anda memiliki dana yang dapat dialokasikan untuk investasi tanpa mengganggu pengeluaran rutin dan cadangan darurat.

Hindari berinvestasi dengan uang pinjaman atau dana yang sebenarnya dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.

3. Lakukan Riset Mendalam

Langkah berikutnya yang tak kalah penting sebelum memulai investasi adalah dengan melakukan riset mendalam terkait jenis investasi yang tersedia. Lakukan riset lebih mendalam tentang saham, obligasi, reksa dana, properti dan jenis jenis investasi lainnya.

Pahami kelebihan dan kelemahan masing-masing dan sesuaikan dengan profil risiko dan tujuan dan tantangan investasi itu sendiri.

4. Tetapkan Jangka Waktu Investasi

Menentukan jangka waktu investasi sangat penting karena akan mempengaruhi jenis instrumen investasi yang dipilih.

Jika Anda memiliki tujuan jangka pendek, seperti perencanaan liburan dalam beberapa tahun, Anda mungkin lebih memilih investasi dengan tingkat risiko yang lebih rendah dan likuiditas yang tinggi.

Namun, jika Anda memiliki tujuan jangka panjang, seperti pensiun dalam beberapa dekade, Anda dapat lebih berani dalam mengambil risiko dan memilih investasi dengan potensi keuntungan yang lebih tinggi.

5. Pilih Platform Investasi yang Tepat

Dalam era digital saat ini, ada banyak platform investasi online yang menawarkan kemudahan dan aksesibilitas.

Sebelum memilih platform, pastikan bahwa platform tersebut diatur dan diawasi oleh otoritas keuangan terpercaya seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, pastikan juga bahwa platform tersebut sesuai dengan tujuan investasi dan memenuhi kebutuhan Anda sebagai investor.

6. Gunakan Strategi Investasi yang Tepat

Tanpa strategi investasi yang tepat, potensi keuntungan dapat terbatas. Pertimbangkan untuk diversifikasi portofolio dengan menanamkan dana Anda dalam beberapa jenis instrumen investasi.

Diversifikasi membantu mengurangi risiko dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, pastikan Anda memiliki anggaran yang memadai untuk diversifikasi dengan bijaksana.

7. Pantau dan Evaluasi Portofolio Investasi Anda

Investasi bukanlah aktivitas yang statis. Penting untuk secara teratur memantau dan mengevaluasi kinerja portofolio Anda.

Jika ada perubahan dalam tujuan atau situasi keuangan Anda, pertimbangkan untuk menyesuaikan strategi investasi Anda sesuai dengan perubahan tersebut.

Dalam kesimpulannya, tujuan utama dari investasi adalah untuk menghasilkan pendapatan atau pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang.

Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengelola aset dan membuat keputusan investasi yang bijaksana, seseorang dapat membangun masa depan yang lebih stabil secara finansial dan mengambil kendali atas keuangan pribadinya.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS