Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi Ingatakan Rektor Untuk Jauhkan Mahasiswa Dari Radikalisme

Maraden | Pendidikan | 15-09-2021

PARBOABOA, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para dosen dan rektor di Indonesia para berhati-hati terkait paham radikal yang bisa saja masuk ke lingkungan kampus. Jokowi menyebut ada pihak yang sengaj mendidik mahasiswa menjadi ekstrimis.

Hal itu disampaikan Jokowi pada akesempatan dalam pertemuan dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang kemudian direkam dan diunggah di akun youtobe Sektetariat Presiden, (14/9/2021).

Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi menyampaikan pesannya kepada rektor ataupun akademisi terkait pentingnya menjaga para mahasiswa dari bahaya radikalisme.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa tugas utama dari sebuah universitas adalah mencetak mahasiswa yang unggul dan utuh. Artinya mencetak mahasiswa yang sehat jasmani juga rohani, juga memiliki budi pekerti dan sisi kebangsaan yang baik.

"Di dalam kampus, mahasiwa dididik budi pekerti, di luar Kampus ngak ada yang mendidik, bisa jadi pecandu narkoba. Nah, buat apa kita kalau ngak bisa menjangkau ke sana? Karena kalau tidak kebawa kemana-mana anak-anak kita nantinya," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, untuk membentuk mahasiswa yang unggul dan utuh, maka rektor dan jajarannya bukan hanya bertugas mendidik di dalam kampus tetapi juga di luar kampus. Jangan sampai di dalam kampus mahasiswa mendapat pendidikan budi pekerti tapi di luar kampus malah mengkonsumsi Narkoba.

Jokowi juga meminta rektor dan jajarannya agar berhati-hati dan benar-benar memperhatikan pendidikan di luar kampus tersebut.

"Di dalam kampus dididik mengenai pancasila dan kebangsaan, di luar kampus ada yang didik mahasiswa kita jadi ekstrimis garis keras, jadi radikalis garis keras. Untuk apa?" pungkas Jokowi.

Tag : #pendidikan    #presiden republik indonesia    #joko widodo    #mahasiswa dan radikalisme    #mahasiswa radikal   

Baca Juga