Kasus Babi Mati Mendadak di NTT Naik Menjadi 256 Ekor

Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan jumlah kasus kematian babi yang diduga akibat virus African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika kini naik menjadi 256 ekor. (Foto: Pexels Photo)

PARBOABOA, Jakarta - Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan jumlah kasus kematian babi yang diduga akibat virus African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika kini naik menjadi 256 ekor.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan NTT Melky Angsar mengatakan, selain kasus kematian meningkat, kasus ASF ini juga sudah menyebar sampai ke Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) setelah sebelumnya hanya ada tujuh kabupaten/kota.

"Ada penambahan satu kabupaten yang melaporkan juga sejumlah ekor babi milik warga di kabupatennya mati. Kabupaten itu adalah TTU dengan laporan tiga ekor babi mati," ujar Melky, Minggu (29/1/2023).

Melky merinci, wabah demam babi Afrika itu terlihat di Kota Kupang yang menyerang 39 ekor, Kabupaten Kupang 75 ekor babi, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tiga ekor babi.

Selanjutnya, Kabupaten Sumba Barat Daya 22 ekor babi, Kabupaten Sumba Barat satu ekor babi, Kabupaten Ende 41 ekor babi, Kabupaten Sikka 42 ekor babi, dan Kabupaten Flores Timur 33 ekor babi.

Melky menambahkan, pihaknya telah menyebar desinfektan ke sejumlah kabupaten dan kota untuk melakukan pencegahan semakin bertambahnya babi yang mati. Dia juga mengimbau masyarakat memperhatikan kebersihan kandang agar hewan ternak tidak mudah terserang virus.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS