Mengenal Kurikulum ASEAN MRA-TP: Tingkatkan SDM Pariwisata Indonesia

Sisi lain dari Danau Toba di Sumatra Utara. (Foto: Instagram/@danau_tobasamosir)

PARBOABOA, Jakarta - Destinasi wisata setiap negara di Asia Tenggara atau ASEAN mempunyai pesona dan ciri khas tersendiri.

Kawasan ini memiliki berbagai daya tarik, seperti wisata alam, sejarah, religi, warisan budaya hingga kuliner.

Aneka daya tarik wisata tersebut yang membuat pelancong dari berbagai belahan dunia tertarik mengunjungi kawasan ini.

Namun, dari banyaknya destinasi wisata itu, tak banyak yang mengetahui ada sumber daya manusia profesional yang berperan memanajemen pariwisata di masing-masing negara di kawasan Asia Tenggara ini.

Tenaga profesional ini pun memiliki standar kompetensi profesional pariwisata yang telah ditetapkan bersama.

Standar tersebut ditetapkan dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP). 

Indonesia bahkan telah membentuk Tim Profesional Pariwisata Indonesia (TPPN) di bawah koordinasi Kemenparekraf untuk menindaklanjuti ASEAN MRA-TP ini.

"ASEAN MRA-TP merupakan sumber rujukan yang disepakati untuk memfasilitasi pergerakan tenaga kerja profesional di sektor pariwisata kawasan ASEAN," ungkap Nia Niscaya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Senin (10/6/2024).

Sebelumnya, Indonesia juga telah menyepakati kurikulum ASEAN MRA-TP bersama Menteri Pariwisata se-ASEAN sejak 2012 di Thailand.

Menurut Nia Niscaya, kesepakatan kurikulum ini agar negara di ASEAN mendapatkan pengakuan atas standar kompetensi tenaga profesional di bidang pariwisata. 

"Apalagi kita sudah dikenal dengan hospitality yang baik," imbuh dia.

Diketahui, pengembangan standar prinsip kurikulum ASEAN MRA-TP ini juga telah diterapkan Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penerapannya berupa pengembangan kurikulum berstandar ASEAN untuk jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK). Bahkan, kurikulum ini telah diajarkan sejak 2019. Pilot projectnya di 21 SMK seluruh Indonesia. 

Di kurikulum tersebut diajarkan beberapa keahlian, di antaranya tata boga, tata busana dan usaha perjalanan wisata.

Dalam kurikulum ASEAN MRA-TP ini juga terdapat sejumlah standar prinsip, yang juga diajarkan di SMK berbasis pariwisata di Indonesia.

Standar Profesional

MRA-TP menetapkan standar profesional untuk berbagai bidang di industri pariwisata. Seperti pemandu wisata, manajemen hotel, restoran dan sebagainya.

Standar ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk sukses dalam bidang tersebut.

Selain dirancang untuk memastikan profesional pariwisata di wilayah ASEAN, standar ini juga memiliki kualifikasi dan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di tingkat regional dan global. 

Sembari mempromosikan integrasi dan kerja sama sektor pariwisata antarnegara anggota ASEAN.

Pengakuan Kualifikasi

Kurikulum ini menyediakan kerangka kerja untuk pengakuan resmi terhadap kualifikasi dan sertifikasi yang diperoleh oleh profesional pariwisata di negara-negara anggota ASEAN.

Kondisi ini memungkinkan profesional pariwisata untuk lebih mudah memperoleh pengakuan atas kualifikasi mereka di negara-negara ASEAN.

Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Kurikulum MRA-TP menekankan pembelajaran yang berbasis pengembangan kompetensi praktis yang diperlukan dalam industri pariwisata. 

Termasuk keterampilan praktis seperti pemandu wisata, manajemen hotel, pelayanan pelanggan, dan lainnya.

Pengembangan Keterampilan Soft Skills

Selain keterampilan teknis, kurikulum ini juga menekankan pengembangan keterampilan soft skills. Misalnya kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja tim dan pemecahan masalah.

Hal ini penting untuk mempersiapkan para profesional pariwisata menjadi tenaga kerja yang komprehensif dan berdaya saing di pasar kerja ASEAN.

Penguatan Identitas ASEAN

Salah satu aspek penting dari kurikulum MRA-TP adalah penguatan identitas ASEAN di kalangan profesional pariwisata.

Ini mencakup pemahaman tentang budaya, sejarah, dan keberagaman di wilayah ASEAN, serta pentingnya mempromosikan kerjasama dan integrasi regional.

 

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS