Kabar Buruk! Minyak Goreng Curah Dilarang Dijual Lagi

Kabar Buruk! Minyak Goreng Curah Dilarang Dijual Lagi

Sondang | Ekonomi | 24-11-2021

PARBOABOA, Siantar – Mulai 1 Januari 2022, pemerintah akan menghentikan penjualan minyak goreng curah. Minyak goreng yang boleh dijual hanya dalam bentuk kemasan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, penghentian penjualan minyak goreng curah ini adalah sebagai salah satu langkah untuk menjaga kestabilan harga.

"Pemerintah antisipasi dengan mewajibkan peredaran minyak goreng kemasan. Tidak dizinkan lagi 1 Januari 2022 minyak goreng diedarkan dalam keadaan curah," jelas Nurwan dalam acara webinar yang diadakan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rabu (24/11).

Dia menuturkan, selama ini harga minyak goreng curah adalan produk yang sangat bergantung terhadap bahan baku sawit atau CPO. Sehingga saat harga bahan baku melonjak, harga minyak goreng curah pun ikut naik.

Saat ini hanya tersisa 2 negara yang masih menjual minyak goreng curah. Selain Indonesia, negara lain adalah Bangladesh. Pemerintah masih mengizinkan penjualan minyak goreng curah untuk rumah tangga dan industri hanya karena masih jadi kebutuhan.

Menurut Nurwan, mengkonsumsi minyak goreng dalam bentuk kemasan diwajibkan karena sifatnya yang dapat disimpan dalam jangka panjang sehingga harganya relatif terkendali.

"Kalau nantinya dengan minyak goreng kemasan maka harga akan terkendali dan jika ada perubahan harga bahan baku yang meningkat tidak langsung berdampak, walaupun jangka panjangnya pasti akan berdampak," imbuhnya.

Berdasarkan pengamatan Nurwan, harga minyak goreng mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan tidak hanya terjadi di Indonesia.

"Ini adalah gejala global, akibat pasokan bahan baku untuk minyak nabati dunia ini menurun," katanya.

Dari pengamatannya, Nurwan menyebut harga minyak goreng curah berada di harga di atas Rp17.000 per liter dan minyak goreng kemasan Rp17.500 per liter. Meski demikian, pemerintah saat ini terus memastikan ketersediaan di dalam negeri terus terpenuhi.

"Saat ini posisi tersedia 628.000 ton tersedia untuk memasok kebutuhan dalam 1,5 bulan. Ini akan kita coba setiap waktunya ketersediaan minyak goreng dalam 1,5 bulan dan terus menerus," kata Nurwan.

Sebelumnya, diberitakan bahwa harga minyak goreng menanjak selama beberapa pekan terakhir. Pada awal pekan ini, harga minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 2,65 persen ke Rp19.350 per Kg, harga minyak goreng kemasan bermerk 2 naik 2,19 persen ke Rp18.700 per Kg, dan minyak goreng curah naik 2,57 persen ke Rp17.950 per Kg.

Tag : minyak goreng curah, kemendag, cpo, harga minyak goreng curah

Berita Terkait