Mukjizat Nabi Nuh dan Hikmahnya bagi Umat Islam

Ilustrasi Kapal Nabi Nuh as yang merupakan salah satu mukjizat Nabi Nuh (Foto: naishahijrah)

PARBOABOA - Mukjizat Nabi Nuh adalah hal penting yang harus kita ketahui dalam perjalanan sejarah agama Islam. Sebab, mengimani Nabi dan rasul merupakan salah satu rukun iman yang keempat. Mengetahui cerita Nabi Nuh maka akan menambah keimanan kita.

Nabi Nuh merupakan keturunan yang ke-10 dari Nabi Adam as. Ia  merupakan Nabi dengan urutan ketiga setelah Nabi Adam dan Idris. Nabi dengan nama yang disebutkan sebanyak 43 kali dalam 28 Surat di Al Quran. Lantas, apa mukjizat Nabi Nuh as? Berikut ulasannya.

Kisah Nabi Nuh Singkat

Nabi Nuh Alaihissalam merupakan anak dari Lamik bin Matta Syalih bin Indris. Berdasarkan silsilah keturunan Nabi Adam, nama Nabi Nuh adalah: Nuh bin Lamik bin Mutawasysyilakh bin Khanukh (Nabi Idris) bin Yazid bin Malayil bin Qanin bin Anusy bin Syits bin Adam Alaikissalam.

Nabi dengan urutan ke-3 setelah Nabi Adam dan Nabi Idris. Dalam kitab Ibnu Katsir tentang kisah para Nabi, Nabi Nuh adalah keturunan Nabi Adam yang ke-10.

Jarak Nabi Adam dengan Nabi Nuh menurut riwayat sahih ahli sejarah Islam adalah 10 abad lamanya. Hal ini juga termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Thabrani:

Saya mendengar Abu Umamah berkata, ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW:

“Wahay Rasulullah, apakah Adam seorang Nabi?” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ya”. Orang tadi bertanya lagi: “ Berapa jarak antara Nabi Adam dan Nabi Nuh?” Beliau menjawab: “Sepuluh Abad,” H.R. Ibnu Hibban dan Thabrani.

Selain mendapatkan mukjizat Nabi Nuh, ia juga salah satu Nabi yang memiliki keistimewaan dari Allah SWT, yakni menjadi salah satu Nabi yang memperoleh gelar Ulul Azmi. Gelar ini diberikan karena Nabi Nuh menjadi sosok yang fasih dan tegas dalam berbicara, salih, rendah hati, bijaksana, dan sabar. Nabi Nuh juga kerap membela dan melindungi kaum yang lemah, miskin, dan tertindas.

Kaum Nabi Nuh terkenal sangat zalim dan sewenang-wenang. Mereka lebih memilih menyembah berhala dibanding tunduk kepada Allah SWT. Namun, Nabi Nuh tidak pantang menyerah, ia percaya bahwa Allah SWT akan menolongnya.

Doa Nabi Nuh didengar dan dijawab Allah SWT, dengan memberi-Nya sebuah mukjizat. Coba sebutkan mukjizat Nabi Nuh? Jika Anda lupa, mari sama-sama kita simak kisah lengkapnya berikut ini.

Perjalanan Dakwah Nabi Nuh AS Selama 950 Tahun

Allah SWT mengutus Nabi Nuh untuk memperbaiki akhlak penduduk Armenia. Penduduk ini dikenal sebagai orang-orang yang sesat dari jalan Allah. Mereka menjadi orang yang lebih suka menyembah berhala dan percaya bahwa benda tersebut akan menolong mereka.

Nabi Nuh tetap berjuang selama 950 tahun untuk menyerukan agama Tauhid dan tetap sabar, walaupun kaumnya menolak dengan sangat keras. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran:

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ

Artinya; “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Ankabut: 14)

Sangat disayangkan, Cerita Nabi Nuh memperjuangkan untuk menyembah hanya kepada Allah harus berakhir dengan sia-sia. Selama ratusan tahun, dakwahnya hanya diterima sebagian kecil penduduk Armenia, sementara yang lainnya masih terjerumus dalam maksiat dan kemungkaran.

Kesabaran Nabi Nuh mulai hilang. Ia memberikan peringatan kepada kaumnya untuk kembali ke jalan Allah SWT karena khawatir Allah akan mendatangkan bencana. Namun, ancaman itu hanya dijadikan bahan lelucon oleh mereka. Dengan sangat sombong, mereka meminta Nabi Nuh untuk membuktikan kerasulannya dengan menentang untuk mendatangkan azab bagi mereka.

Mukjizat Nabi Nuh

Allah memberikan Mukjizat Nabi Nuh, ketika ia sangat sedih melihat perbuatan penduduk Armenia. Ia berdoa dan meminta pertolongan dari Allah SWT untuk membantu menyelamatkan kaumnya dari kekafiran.

وَقَالَ نُوْحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا

Artinya: Dan Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (Q.S Nuh Ayat 26)

اِنَّكَ اِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوْا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوْٓا اِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا

Artinya: Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur. (Q.S Nuh Ayat 27)

Doa Nabi Nuh dikabulkan oleh Allah SWT, dengan memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat sebuah bahtera atau kapal Nabi Nuh. Sebagaimana hal ini termaktub dalam Al Quran Surat Hud ayat 37, Allah berfirman:

وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ۚاِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ

Artinya: “Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” (Q.S Hud: 37)

Nabi Nuh menjalani perintah Allah SWT. Bersama dengan kaum yang beriman, mukjizat Nabi Nuh adalah ia membuat kapal besar dari kayu, hingga akhirnya kapal itu selesai dibuat dan bisa menampung banyak barang bawaan.

Kaum yang enggan percaya kepada mukjizat Nabi Nuh, justru mencemooh dan mengejeknya. Apalagi ketika Nabi Nuh mengumpulkan para pengikutnya beramai-ramai naik ke kapal sambil membawa berbagai jenis makanan dan binatang yang berpasang-pasangan.

Kaum Armenia terus mengejek mukjizat Nabi Nuh tersebut. Mereka tidak menyadari saat itu langit mulai mendung, sebagai pertanda hujan lebat akan segera turun. Tidak berselang lama, hujan turun dengan hebatnya.

Air kemudian membanjiri bumi dengan sangat cepat. Semakin lama semakin tinggi dan menenggelamkan seluruh rumah. Mereka yang berada di luar kapal Nabi Nuh, termasuk istri dan anaknya, Kan’an yang menolak naik ke atas kapal, terseret banjir.

Nabi Nuh sangat sedih, tetapi ia menerima keputusan itu, karena sudah menjadi kehendak Allah SWT. Setelah beberapa hari, hujan berhenti mengguyur bumi, langit kembali cerah. Nabi Nuh menghentikan kapal di suatu tempat dan turun bersama dengan para pengikutnya.

Mereka membangun perkampungan baru dan bermukim disana. Anak-cucu Nabi Nuh hidup bahagia bersama dengan mereka yang salih dan salihah.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS