Ciri Keputihan dan Obat untuk Mengatasinya

Penulis : Kathleen | Kesehatan | 06-12-2022

Beberapa Ciri Keputihan dan Obat untuk mengatasinya (Foto: iStock)

PARBOABOA - Keputihan merupakan kondisi lendir kental atau cairan bening yang keluar dari alat kelamin wanita. Keputihan adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan, kelembapan, serta untuk melindungi organ intim wanita dari infeksi.

Masalah ini sering terjadi dan cukup menggangu bagi sebagian besar wanita. Tak hanya terjadi pada wanita dewasa, remaja perempuan juga mengalaminya. Pada sebagian besar kasus, hal ini merupakan kejadian normal bagi wanita.

Keputihan normal terjadi pada wanita yang masih mengalami menstruasi. Pada ibu hamil, keputihan mungkin akan lebih sering terjadi akibat perubahan hormon. Ketika wanita memasuki masa menopause, keputihan akan mulai berkurang.

Namun dibalik itu, ada juga keputihan tidak normal (kelainan) yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit.

Untuk itu, kamu harus mengenali tanda keputihan normal dan abnormal agar lebih peduli menjaga kebersihan organ kewanitaan.

Keputihan Normal

Keputihan adalah kondisi normal atau disebut fisiologis yang terjadi setiap bulan. Ciri-ciri keputihan normal yaitu, warnanya jernih transparan, atau bisa cair seperti air dan teksturnya lengket.

Keputihan yang normal tidak berbau atau mengeluarkan bau yang menyengat. Kejadian ini muncul karena dipengaruhi oleh sistem hormonal, sehingga debit atau banyak sedikitnya cairan vagina sangat bergantung pada siklus bulanan.

Selain itu, siklus ini terjadi pada ciri ibu hamil, menyusui, memakai pil KB, masa ovulasi , dan kondisi psikis seperti stress.

Keputihan Tidak Normal

Keputihan abnormal dapat disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit. Infeksi pada keputihan tidak normal terbagi menjadi dua jenis, yakni infeksi tidak menular dan infeksi menular.

Penyebab keputihan dari infeksi tidak menular misalnya akibat vaginosis bakterialis dan candidiasis. Sementara itu, keputihan dari infeksi menular umumnya disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS), seperti Chlamydia, trikomoniasis, dan gonore.

Selain infeksi, keputihan juga bisa menjadi tanda kanker pada rahim atau leher rahim (serviks).

Berikut beberapa faktor yang dapat membuat seorang wanita rentan terserang infeksi vagina dan mengalami keputihan, antara lain:

  • Mengonsumsi pil KB dan obat kortikosteroid
  • Menderita penyakit diabetes
  • Berhubungan seksual tanpa kondom dan sering berganti pasangan
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya akibat penyakit HIV & AIDS
  • Mengalami iritasi di dalam atau sekitar vagina
  • Menipisnya dinding vagina akibat menopause
  • Terlalu sering membersihkan area kewanitaan dengan sabun yang mengandung parfum dan sabun antiseptic
  • Perubahan warna pada cairan keputihan dapat menjadi tanda dari kondisi tertentu, seperti dijelaskan di bawah ini:
  • Keputihan berwarna coklat atau disertai bercak darah bisa disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur, atau bisa juga merupakan tanda dari kanker pada rahim atau leher rahim
  • Keputihan berwarna hijau atau kekuningan dan berbuih dapat disebabkan oleh penyakit trikomoniasis
  • Keputihan berwarna kelabu atau kekuningan dapat disebabkan oleh gonore
  • Keputihan berwarna putih dan kental dapat disebabkan oleh infeksi jamur pada vagina
  • Keputihan berwarna putih, abu-abu, atau kuning, serta disertai dengan bau amis, dapat disebabkan oleh penyakit vaginosis bakterialis
  • Keputihan berwarna merah muda bisa disebabkan oleh peluruhan lapisan rahim yang terjadi setelah melahirkan.

Pengobatan Keputihan

Cara mengatasi keputihan abnormal tergantung pada penyebabnya, misalnya dengan pemberian obat keputihan seperti:

  • Antibiotik, seperti clindamycin, obat keputihan di apotik ini berguna untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan. Antibiotik tersedia dalam bentuk pil atau krim oles.
  • Antijamur, seperti fluconazole, clotrimazole, dan miconazole, untuk mengatasi infeksi jamur yang menyebabkan keputihan. Obat ini tersedia dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan di bagian dalam vagina.
  • Metronidazole atau tinidazole, untuk mengatasi keputihan yang disebabkan oleh parasit penyebab penyakit trikomoniasis. Obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Itulah ciri-ciri dan obat keputihan yang dapat kamu gunakan untuk mencegah keputihan abnormal, semoga bermanfaat.

Editor : -

Tag : #keputihan    #pengobatan    #kesehatan    #keputihan normal    #keputihan abnormal    #obat keputihan   

Baca Juga