Paus Fransiskus Tegaskan Homoseksualitas Bukan Kejahatan

Paus Fransiskus menyebut undang-undang yang mengkriminalisasi homoseksualitas merupakan sesuatu yang tidak adil. Menurutnya, homoseksualitas bukanlah sebuah kejahatan. Ia mengatakan bahwa Tuhan mencintai semua anak-Nya apa adanya.(Foto: katolisitas)

PARBOABOA, Jakarta - Paus Fransiskus menyebut undang-undang yang mengkriminalisasi homoseksualitas merupakan sesuatu yang tidak adil. Menurutnya, homoseksualitas bukanlah sebuah kejahatan. Ia mengatakan bahwa Tuhan mencintai semua anak-Nya apa adanya.

"Homoseksual bukan lah sebuah kejahatan," katanya dalam sebuah wawancara eksklusif pada Selasa (24/1/2023).

Dengan mengutip Katekismus Gereja Katolik, Paus Fransiskus mengatakan bahwa kaum gay harus diterima dan dihormati, dan tidak boleh dipinggirkan atau didiskriminasi.

"Kita semua adalah anak-anak Tuhan, dan Tuhan mencintai kita apa adanya dan mencintai kita karena kekuatan yang kita masing-masing perjuangkan untuk martabat kita," ujarnya.

Fransiskus pun menyinggung para uskup yang mendukung undang-undang yang mengkriminalisasi homoseksualitas atau mendiskriminasi komunitas LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer). Dia menyebut kondisi ini sebagai dosa.

Namun, dia mengaitkan sikap seperti itu dengan latar belakang budaya dan mengatakan para uskup perlu menjalani proses perubahan untuk mengakui martabat setiap orang.

"Para uskup ini harus memiliki proses pertobatan," katanya, seraya menambahkan mereka harus menerapkan "kelembutan, seperti yang Tuhan miliki untuk kita masing-masing."

Dalam wawancara itu, Paus Fransiskus juga menegaskan, perlu ada pembeda antara kejahatan dengan dosa, sehubungan dengan homoseksualitas. Ajaran Gereja memang berpendapat bahwa homoseksualitas adalah dosa, atau tidak teratur secara intrinsik, tetapi kaum gay harus diperlakukan dengan hormat dan bermartabat.

"Ya, itu bukan kejahatan. Tapi itu adalah dosa. Tapi pertama-tama mari kita bedakan antara dosa dengan kejahatan," ujarnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS