Penumpang Masih Dihantui Kriminalitas di Terminal Kampung Rambutan

Situasi dan kondisi di wilayah Kampung Rambutan sudah disisir oleh timsus gabungan Polres Jakarta Timur (Foto: Parboaboa/Pras Wiratmoko)

PARBOABOA, Jakarta - Kriminalitas di Terminal Kampung Rambutan masih terjadi walau program Cipta Kondisi ketat dilakukan setiap hari. Penumpang merasa belum aman karena dihantui bayang-bayang kejahatan yang bisa terjadi kapan saja.  

Tim Parboaboa melakukan penelusuran ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur (22/12/2022). Saat ini kondisi terminal bersih menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023, namun maraknya aksi kriminalitas yang dilakukan preman setempat, menghantui para calon penumpang di kawasan terminal.

Pemilik warung kopi di kawasan terminal, Supian memberikan kesaksian tentang masih adanya aksi kejahatan. Bentuknya bukan lagi penjambretan atau penodongan, tapi berkembang dengan modus baru agar tidak tercium petugas.

"Di terminal itu gak ada kata aman banget yaa enggak yaa, untuk calon penumpang harus tetap waspada walau sudah diterapkan cipta kondisi," kata Supian.

"Kemarin baru saja kejadian penumpang dari Jawa Tebgah mau ke Kampung Dukuh dia naik ojek dari terminal, ditipu uangnya Rp300 ribu diambil orang nya ditinggal di jalanan sepi, untung ditemuin sama supir sini jadi dianter ke sini lagi," terang Supian.

Parboaboa juga mewawancarai pedagang asongan, Teguh. Menurutnya banyak oknum-oknum warga setempat yang membaca peluang di terminal untuk mendapatkan uang dengan cara kejahatan. 

Modusnya itu seperti tarif ojek yang tidak masuk akal, hipnotis, dan perampasan masih kerap terjadi di terminal Kampung Rambutan.

"Memang sekarang sudah ada tim khusus untuk mengamankan terminal namun para penjahat ini lebih lihai memilih situasi untuk melakukan kejahatannya," ungkap Teguh.

Menurut Teguh, maraknya  tindak kriminalitas di terminal Kampung Rambutan karena aparat tidak menindak serius para pelaku kejahatan di sekitar terminal

“Tidak akan ada efek jera karena kalau pelaku kejahatan tertangkap paling-paling hanya di tahan satu hari di komseko lalu dilepas,” ujar Teguh.

Parboaboa melakukan konfirmasi dengan Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Yulza Romadhoni terkait masih adanya kriminalitas. Dia menerangkan, kondisi keamanan sudah mulai membaik, setiap pagi dan sore diadakan apel dari anggota gabungan Polres dan Polsek setempat untuk Cipta Kondisi di terminal.

Kata Yulza,  Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Budi Sartono beserta jajarannya sudah mem-back up penuh keamanan di kawasan Terminal Kampung Rambutan, bahkan melibatkan unsur terkait seperti Kodim 0505 dan Satpol PP Sudin Jakarta Timur.

"Sore ini nanti kalau mau lihat jam 16.00 WIB akan selalu terlaksana apel, tadi pagi juga apel, kami terdiri dari tim gabungan termasuk Anggota Polres, Polsek, dan Babinsa Wilayah Jakarta Timur," jelas Yulza.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS