Penutupan Perdagangan, IHSG dan Rupiah Parkir di Zona Hijau

Ilustrasi bursa perdagangan dimana IHSG dan Rupiah ditutup di zona hijau. (Foto: PARBOABOA/Fika)

PARBOABOA, Medan – Pelaku pasar masih menanti kebijakan bunga acuan yang akan diambil Bank Indonesia. Seiring dengan sikap pasar yang wait and see, IHSG dan Rupiah ditutup di zona hijau.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin kepada PARBOABOA, Selasa (23/04/2024) mengatakan minimnya sentimen pada perdagangan hari ini membuat pasar lebih banyak mengekor kinerja pasar keuangan di Asia.

Hari ini IHSG ditutup naik 0.52% di level 7.110,81. Sedangkan mata uang Rupiah ditutup menguat di level 16.215 per US Dollar. Sedangkan, sebelumnya mata uang Rupiah terpantau sempat melemah hingga mendekati 16.245 per US Dollar nya.

Walaupun pada akhirnya Rupiah mampu mengurangi kerugian di masa injury time menjelang penutupan perdagangan.

Menurut Gunawan Benjamin, tensi geopolitik di Timur Tengah yang semakin mereda semakin menjadi kabar baik bagi mata uang Rupiah.

Setelah mata uang Rupiah mengalami tekanan yang cukup signifikan selama seminggu perdagangan terakhir seiring memanasnya konflik Iran-Israel.

Tensi geopolitik yang terus memanas sempat membuat harga emas melambung. Namun kali ini, harga emas mengalami koreksi seiring dengan meredanya konflik.

Pada perdagangan hari ini, harga emas ditransaksikan melemah di level 2.295 US Dollar per ons troy nya.

Secara keseluruhan, pasar keuangan masih dibayangi ketidakpastian. Bayang-bayang perang ditambah dengan data ekonomi serta kebijakan suku bunga cenderung menggiring pasar bergerak ke zona merah pada perdagangan besok.

Gunawan Benjamin memperkirakan pelaku pasar masih akan bersikap wait and see dan bersiap dengan segala kemungkinan kejutan yang tak terduga.

Sehari sebelumnya, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah. Walaupun, mayoritas bursa di Asia mengalami penguatan. Kinerja sejumlah indeks bursa di Asia yang kembali menguat akan menjadi sentimen positif bagi kinerja bursa saham di Indonesia.

Sedangkan pada sesi pembukaan perdagangan pagi tadi, IHSG ditransaksikan menguat di kisaran level 7.120.

Sementara itu, sentimen yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah rapat Gubernur Bank Indonesia yang akan menetapkan besaran bunga acuannya.

Sejauh ini, kemungkinan kenaikan bunga acuan mencuat setelah Rupiah melemah di atas 16 ribu per US Dollar setelah libur panjang Idulfitri.

Sedangkan pada sesi pembukaan perdagangan hari ini ditransaksikan melemah di kisaran angka 16.235 per US Dollar. Sejauh ini tekanan pasar begitu kuat dan berpotensi mempengaruhi kebijakan moneter Bank Indonesia pada perdagangan hari ini.

“Secara keseluruhan, saya menilai pelaku pasar akan memilih posisi wait and see terlebih dahulu. Karena baik Rupiah dan IHSG bisa bergerak di dua zona dengan volatilitas yang tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, hingga Bank Indonesia memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga acuan atau tidak maka kejutan di pasar keuangan sangat berpeluang terjadi. “Semua tergantung dari kebijakan BI nantinya,” tambahnya.

Sementara itu di sisi lain, harga emas tadi pagi terpantau mengalami pelemahan di kisaran level 2.310 US Dollar per ons troy nya.

Editor: Fika
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS