Apa itu Perubahan Kimia? Pengertian, Sifat, Ciri-Ciri, Faktor, Jenis, Contoh, dan Perbedaan Perubahan Fisika

Contoh Perubahan Kimia (Foto: Parboaboa/Ratni)

PARBOABOA - Perubahan kimia adalah proses yang disebabkan oleh beberapa zat kimia berubah menjadi zat yang berbeda dari bentuk dasarnya.

Salah satu contoh perubahan kimia adalah perubahan kacang kedelai menjadi tempe. Perubahan ini dinamakan fermentasi dan terjadi karena adanya pembusukan dari mikroorganisme.

Pada dasarnya, perubahan ini memiliki konsep yang mirip seperti perubahan fisika. Namun, ada beberapa hal yang membedakan dari keduanya. 

Jika perubahan kimia adalah sebuah proses yang mengubah sifat dari suatu zat tertentu sehingga menghasilkan suatu zat baru, maka perubahan fisika adalah perubahan sifat suatu benda tanpa mengubah komposisi zatnya.

Untuk memahaminya lebih jelas, Parboaboa akan memberikan informasi lebih mendalam mengenai contoh perubahan kimia, pengertian, ciri, jenisnya. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Perubahan Kimia

Perubahan Kimia (Foto: Parboaboa/Ratni)

Dikutip dari buku Panduan Kimia Praktis SMP karya Dian Nur Fibrianto, perubahan kimia atau reaksi kimia adalah perubahan zat yang menyebabkan terbentuknya zat baru. 

Zat baru tersebut memiliki komposisi dan struktur molekul yang berbeda dengan zat sebelumnya. Sifat yang dimiliki pada reaksi kimia ini adalah irreversible, yaitu perubahan yang tidak dapat dikembalikan ke bentuk semula.

Sebagai contoh perubahan kimia, ketika membakar kertas dan kertas itu berubah menjadi abu. Abu kertas tersebut tidak akan bisa berubah kembali menjadi kertas.

Sifat-sifat Kimia

Sifat-sifat Kimia (Foto: Parboaboa/Ratni)

Sifat kimia adalah proses yang berhubungan dengan terbentuknya suatu zat baru.Sifat kimia ini dibagi menjadi 5 jenis, di antaranya:

  • Mudah terbakar
  • Membusuk
  • Mudah meledak
  • Berkarat
  • Beracun

Ciri-ciri Perubahan Kimia

Ciri perubahan kimia (Foto: Parboaboa/Ratni)

Contoh perubahan kimia akan terjadi jika dua zat yang dicampur saling bereaksi. Namun, tidak semua zat yang dicampur akan menghasilkan zat yang jenisnya baru.

Mengutip dari buku Kimia SMP kelas VII, karya Crys Fajar Partana, M.Si.,ciri ciri perubahan kimia adalah sebagai berikut:

1. Pembentukan Gas

Cuka atau asam asetat akan bereaksi dengan cangkang telur yang tersusun atas kalsium karbonat. Perubahan ini menyebabkan cangkang hilang dan menimbulkan gelembung-gelembung karbondioksida.

2. Pembentukan Endapan

Perubahan yang menghasilkan endapan sering digunakan sebagai dasar pelapisan suatu logam dengan logam lain untuk menghindari korosi/proses perkaratan. Jika logam tembaga dimasukkan dalam asam sulfat maka akan terbentuk endapan tembaga sulfat.

3. Perubahan Warna

Perubahan antara timbal nitrat dengan kalium iodida akan menghasilkan endapan Pbl2 yang berwarna kuning.

4. Perubahan Suhu

Perubahan yang memberikan efek rasa dingin disebut perubahan endoterm, contohnya natrium klorida dengan air. Sementara, perubahan yang memberikan efek rasa panas disebut dengan perubahan eksoterm, contohnya natrium hidroksida dengan air.

5. Perubahan Susunan Molekul

Reaksi kimia dapat mengakibatkan perubahan susunan molekul suatu zat.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Perubahan Kimia

Faktor yang memengaruhi perubahan kimia (Foto: Parboaboa/Ratni)

Dikutip dari buku Panduan Kimia Praktis SMP, karya Dian Nur Fibrianto faktor yang memengaruhi perubahan kimia dibagi menjadi empat, yaitu:

a. Ukuran zat

Semakin kecil ukuran zat, maka akan semakin cepat reaksi kimia yang terjadi. Hal ini dikarenakan semakin kecil ukuran zat berarti permukaan materi semakin luas, sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan antara partikel akan semakin mudah. Akibatnya reaksi kimia semakin cepat.

b. Suhu

Reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat jika suhu reaksi dinaikkan. Hal ini dikarenakan kenaikan suhu akan menaikkan energi kinetik/energi gerak dari partikel-partikel, sehingga kemungkinan interaksi/tumbukan antar partikel yang bereaksi semakin banyak.

c. Katalisator

Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat perubahan kimia.

d. Konsentrasi 

Semakin besar konsentrasi suatu zat, maka reaksi kimia akan berlangsung semakin cepat.

Jenis-jenis Perubahan Kimia

Jenis perubahan kimia (Foto: Parboaboa/Ratni)

1. Reaksi Kimia yang menghasilkan perubahan suhu

Perubahan suhu dibedakan menjadi dua proses, yaitu:

  • Reaksi eksoterm, yaitu perubahan yang menghasilkan energi panas (kalor), sehingga meningkatkan suhu lingkungan. Contohnya, proses pembakaran petasan dan pembuatan api unggun.
  • Reaksi endoterm, yaitu perubahan yang memerlukan energi panas, sehingga menimbulkan efek dingin pada lingkungan. Contohnya, garam dapur dapat dilarutkan dalam air.

2. Reaksi Kimia yang menghasilkan perubahan warna

Perubahan ini dapat ditunjukkan dengan adanya perbedaan warna antara sebelum dan sesudah reaksi ada zat-zat yang bereaksi.

Contoh perubahan kimia pada warna pada kertas lakmus. Kertas lakmus berwarna biru, ketika dicelupkan ke dalam larutan asam akan berubah menjadi warna merah. Sementara itu, ketika kertas lakmus berwarna merah dicelupkan ke dalam larutan basa, akan berubah menjadi warna biru.

3. Reaksi Kimia yang Menghasilkan Gas

Terbentuknya gas pada proses reaksi adalah salah satu indikator perubahan kimia. Contoh perubahan kimianya, yaitu logam seng yang direaksikan dengan larutan asam sulfat akan terbentuk seng sulfat dan sejumlah gelembung-gelembung gas hidrogen.

4. Reaksi Kimia yang Menghasilkan Endapan

Perubahan ini dapat ditunjukkan jika terbentuk endapan pada zat-zat yang bereaksi. Contohnya, jika perak nitrat dicampur dengan natrium klorida, maka akan menghasilkan natrium nitrat dan endapan berwarna putih perak klorida.

Contoh Perubahan Kimia dalam kehidupan Sehari-hari

Contoh perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari (Foto: Parboaboa/Ratni)

Berikut ini Parboaboa telah merangkum beberapa contoh perubahan kimia yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana yang dikutip dari buku Panduan Kimia Praktis SMP,karya Dian Nur Fibrianto.

Besi Berkarat

Perkaratan merupakan reaksi kimia antara besi, oksigen dari udara dan uap air yang membentuk besi, yang nantinya menyebabkan besi menjadi berwarna coklat dan akhirnya rusak. Perkaratan dapat dicegah dengan mencegah agar besi tidak terkena oksigen dengan cara melapisi permukaan besi dengan cat atau menyentuhnya dengan logam lain.

Terbentuknya Energi dalam Tubuh

Manusia membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas. Energi yang diperoleh berasal dari makanan yang diolah tubuh melalui reaksi biokimia yaitu reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup.

Mengerasnya Adonan Semen

Semen merupakan bahan baku untuk pembuatan bangunan. Semen akan membentuk senyawa hidrat yang keras jika terkena dengan air. Semen berguna untuk perekat bahan-bahan bangunan yang lain.

Selain itu, ada beberapa contoh perubahan kimia lainnya, di antaranya:

  1. Pembakaran kayu menjadi arang
  2. Makanan yang busuk dan berjamur
  3. Susu menjadi masam
  4. Telur yang direbus, sehingga menyebabkan kuning dan putih telur memadat
  5. Kacang kedelai menjadi tempe
  6. Garam larut dalam air
  7. Gula larut dalam air
  8. Beras yang dimasak berubah menjadi nasi
  9. Susu difermentasi menjadi yoghurt
  10. Singkong menjadi tape singkong
  11. Kacang kedelai difermentasi menjadi tauco
  12. Kertas dibakar menghasilkan abu
  13. Pelapukan yang terjadi pada kayu
  14. Nasi yang basi
  15. Petasan yang meledak
  16. Penguraian sampah
  17. Bola lampu menjadi panas akibat menyerap energi
  18. Beras diubah menjadi tepung beras
  19. Lilin yang meleleh
  20. Kain diubah menjadi celana dan baju
  21. Perubahan oksigen menjadi karbondioksida saat bernafas
  22. Pewarnaan rambut
  23. Reaksi fotosintesis
  24. Pembuatan sabun
  25. Pengembunan

Perbedaan Perubahan Kimia dan Fisika

Tahukah kamu, apa perbedaan perubahan fisika dan perubahan kimia? Berikut penjelasannya

1. Perubahan Fisika

  • Perubahan fisika tidak menghasilkan zat baru
  • Zat yang berubah ke bentuk lain bisa kembali ke bentuk semula
  • Perubahan terjadi pada wujud, warna, bentuk, dan ukuran.
  • Perubahan disebabkan oleh gaya dan suhu.

2. Perubahan Kimia

  • Reaksi kimia dapat menghasilkan zat baru
  • Zat yang berubah tidak bisa kembali ke bentuk semula
  • Perubahan terjadi pada zatnya
  • Perubahan disebabkan oleh reaksi kimia.

Untuk membedakan keduanya dengan mudah dapat dilihat dari contohnya. Perubahan es batu menjadi air merupakan sebuah bentuk reaksi fisika, sebab zatnya masih tetap air dan ketika sudah menjadi air masih bisa diubah lagi menjadi es batu.

Sementara, untuk reaksi kimia dapat dilihat dari contoh fenomena kimia, seperti hutan kayu yang terbakar. Zat pada kayu dan arang sudah memiliki perbedaan, terlebih lagi jika ada proses reaksi kimia, sehingga ketika sudah menjadi arang atau abu tidak bisa lagi diubah menjadi kayu.

Itulah penjelasan singkat mengenai contoh perubahan kimia beserta dengan pengertian, ciri, jenis, dan perbedaannya dengan perubahan fisika. Dengan memahami contoh perubahan kimianya, tentunya kamu dapat memiliki pengetahuan tentang bagaimana benda-benda tersebut berubah menjadi zat yang baru.

Editor: Sari
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS