Raport Kebahagiaan Dunia, Makassar Jadi Perwakilan Indonesia

Ilustrasi Kebahagiaan Masyarakat di Dunia (Foto: Dok.deliveringhappiness)

PARBOABOA, Jakarta – Indeks kebahagiaan setiap negara sangat beragam. Baru-baru ini, World Happiness Report kembali menerbitkan urutan negara paling bahagia di dunia.

Menurut laporan yang diterbitkan pada Maret 2024 tersebut, Finlandia kembali menduduki peringkat pertama dalam daftar negara paling bahagia di dunia.

Negara di Eropa tersebut konsisten berada di peringkat pertama selama tujuh tahun berturut-turut!

World Happiness Report merupakan laporan tahunan tentang kebahagiaan suatu negara yang merupakan hasil kerja sama sejumlah lembaga riset ternama.

Diantaranya Gallup, Oxford Wellbeing Research Centre, dan UN Sustainable Development Solutions Network.

Laporan ini merujuk pada data survei global yang melibatkan masyarakat di lebih dari 140 negara.

Peringkat kebahagiaan yang disematkan pada negara-negara tersebut didasarkan pada evaluasi rata-rata kehidupan mereka selama tiga tahun sebelumnya (2021-2024).

Para ahli juga menganalisis data enam faktor utama: PDB per kapita, harapan hidup sehat, dukungan sosial, kebebasan, kemurahan hati, dan persepsi masyarakat terhadap korupsi.

Adapun 20 negara paling bahagia di dunia pada tahun 2024, berturut-turut adalah: Finlandia, Denmark, Islandia, Swedia, Israel, Belanda, Norwegia, Luxemburg, Swiss, Australia.

Disusul, Selandia Baru, Kosta Rika, Kuwait, Austria, Kanada, Belgia, Irlandia, Ceko, Lituania, dan Inggris.

Sementara Indonesia, dari data yang sama, diketahui berada di peringkat 80.

Peringkat Indonesia ini jauh dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga seperti Singapura (peringkat 30), Malaysia (peringkat 59), dan Thailand (peringkat 58).

Rangking di Asia

Pada level Asia Tenggara, berdasarkan laporan tersebut, Indonesia menjadi negara paling bahagia keenam.

Indonesia memiliki rata-rata skor kebahagiaan sebesar 5,568 poin pada tahun 2024.

Capaian ini mengungguli Laos, Myanmar, dan Kamboja yang memiliki skor indeks kebahagiaan lebih rendah.

Di urutan pertama, Singapura menjadi negara paling bahagia di Asia Tenggara tahun ini dengan skor 6,523 poin.

Negara ini telah mempertahankan gelar tersebut selama dua tahun berturut-turut.

Mengacu pada laporan Editor World Happiness Report 2024, Shun Wang, Singapura menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam hal PDB per kapita.

“Salah satu peringkat tertinggi dalam kumpulan data kami,” tulisnya.

Berikut adalah daftar lengkap negara-negara paling bahagia di Asia Tenggara:

1. Singapura: 6,523 poin

2. Filipina: 6,048 poin

3. Vietnam: 6,043 poin

4. Thailand: 5,976 poin

5. Malaysia: 5,975 poin

6. Indonesia: 5,568 poin

7. Laos: 5,139 poin

8. Myanmar: 4,354 poin

9. Kamboja: 4,341 poin

Kota di Indonesia

Berdasarkan Happy City Index dari survei yang sama, kota Makassar menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang masuk dalam kategori Kota Terbahagia di dunia.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan, pada Rabu (19/06/2024) di Makassar menjelaskan bahwa Makassar merupakan satu-satunya kota dari Indonesia yang masuk dalam kategori Kota Terbahagia di dunia.

Makassar bahkan lebih unggul dibanding beberapa kota lain di dunia.

Happy City Index menempatkan Kota Makassar di peringkat ke-234 dari 250 kota di seluruh dunia dalam kategori ini.

Selain itu, Makassar telah meraih tiga kategori internasional. Pertama, City Index menempatkan Makassar pada posisi ke-157 di dunia.

Kedua, Smart City Index menempatkan Makassar pada posisi ke-115 di dunia.

Ketiga, Happiness Index mengakui Makassar sebagai salah satu dari 250 kota terbahagia di dunia dari 10.000 kota yang dievaluasi.

Indeks Kota Terbahagia dihitung berdasarkan beberapa indikator, yaitu City (207,1), Government (225,8), Economy (322,9), Environment (230,6), dan Mobility (244,3).

Dari semua penilaian tersebut, kota yang dikenal dengan julukan Anging Mammiri ini memperoleh skor total 1230,7.

Misi Terselubung

Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Bagus Riyono, mengkritik World Happiness Report 2024.

Menurutnya, laporan tersebut hanya mengukur kebahagiaan berdasarkan indikator ekonomi semata.

Bagus menegaskan bahwa secara psikologis, ada unsur penting lain yang menentukan kebahagiaan, yaitu hubungan antar manusia.

Unsur ini berlaku secara universal, termasuk di Indonesia yang memiliki kelebihan tersendiri dalam aspek ini.

Dia menjelaskan bahwa orang Indonesia bisa merasa bahagia meskipun tidak memiliki banyak uang.

Mereka memiliki modal hubungan silaturahmi yang erat dan baik, baik di tingkat personal, keluarga, komunitas, maupun masyarakat secara luas.

Bagus juga menyebutkan bahwa pentingnya hubungan antarmanusia sebagai salah satu faktor kebahagiaan seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh Harvard University.

Atas alasan tersebut, Bagus menegaskan bahwa dia lebih mempercayai hasil penelitian Harvard dibandingkan World Happiness Report, yang menurutnya sering memiliki kepentingan terselubung.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS