Studi Pustaka Adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan, Proses, dan Cara Melakukannya dalam Penelitian

Studi pustaka (Foto: Freepik)

PARBOABOA – Dalam era informasi digital yang semakin berkembang pesat, menjalankan sebuah penelitian memerlukan fondasi yang kokoh. Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan menggali studi pustaka secara mendalam.

Melansir dari laman resmi e-journal.usd.ac.id, studi pustaka adalah bagian integral dari setiap penyelidikan ilmiah. Hal ini menjadi pintu gerbang menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang topik penelitian.

Dengan melibatkan diri dalam penjelajahan literatur yang relevan, para peneliti memiliki kesempatan untuk mengidentifikasi celah pengetahuan yang masih perlu diisi, menyusun dasar teoritis yang kuat, dan menghindari duplikasi penelitian yang tidak perlu.

Pada dasarnya, proses studi pustaka adalah langkah yang dilakukan sebelum mengumpulkan informasi dalam bentuk tulisan, yang dapat berasal dari berbagai sumber. Informasi ini memiliki peran penting sebagai acuan dasar teoritis dalam mengembangkan sebuah karya tulis.

Untuk memahaminya lebih mendalam, pada artikel Parboaboa telah merangkum tentang apa itu studi pustaka dalam penelitian secara rinci. Yuk, simak pemaparannya hingga akhir ya!

Apa Itu Studi Pustaka?

Studi pustaka (Foto: Rawpixel/Freepik)

Secara umum, studi pustaka adalah salah satu proses menghimpun informasi yang relevan terkait dengan topik atau isu yang menjadi fokus penelitian atau inti cerita yang dihadirkan dalam sebuah karya tulis.

Dalam pelaksanaannya, aktivitas studi pustaka adalah langkah yang dilakukan sebelum melakukan penulisan karya ilmiah, dikarenakan kriteria dan peraturan yang lebih kaku, berbeda dengan karya tulis non-ilmiah.

Istilah ini kemudian lebih dikenal dalam lingkup riset, karena tahap awal dari penelitian seringkali melibatkan penyusunan proposal penelitian. Berikut ini dijelaskan beberapa defenisi studi pustaka menurut para ahli, di antaranya:

  • Menurut Sarwono, studi pustaka adalah upaya seseorang dalam memperdalam pengetahuan melalui kajian berbagai buku referensi dan hasil riset sebelumnya yang serupa, yang nantinya menjadi pondasi teoritis dalam menghadapi isu yang sedang diselidiki.
  • Menurut Sugiyono, yang dikenal sebagai pakar dalam bidang penelitian, mendefinisikan studi pustaka sebagai analisis teoritis, referensi, serta literatur ilmiah lain yang terkait dengan nilai budaya dan norma yang berkembang dalam konteks sosial yang tengah diinvestigasi.
  • Sedangkan menurut pandangan Nasir, sebagai perspektif terakhir, menggambarkan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data melalui telaah berbagai sumber seperti buku, literatur, dan catatan-catatan yang relevan dengan masalah yang ingin dipecahkan.

Jenis-jenis Studi Pustaka

Studi pustaka (Foto: Aghavni001/Freepik)

Dalam pengertiannya, studi pustaka adalah sebuah metode penelitian yang dilakukan dengan menganalisis dan mempelajari sumber informasi tertulis yang relevan dengan topik ataupun masalah yang sedang diteliti.

Berikut ini dijelaskan beberapa jenis jenis studi pustaka adalah antara lain:

1. Studi Pustaka Deskriptif

Salah satu jenis studi pustaka adalah studi pustaka deskriptif. Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi, menguraikan, dan menjelaskan karakteristik serta atribut dari suatu topik atau fenomena yang sedang diteliti.

Jenis studi pustaka ini fokus memberikan gambaran yang rinci tentang topik tersebut, yang dapat membantu peneliti memahami esensi dan kompleksitasnya.

2. Studi Pustaka Sistematis

Studi pustaka sistematik melibatkan proses sistematis untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan menganalisis sumber-sumber yang relevan dengan pertanyaan penelitian yang ditetapkan.

Pendekatan ini melibatkan langkah-langkah yang terdefinisi dengan jelas, seperti merumuskan pertanyaan penelitian, menentukan kriteria inklusi dan eksklusi, melakukan pencarian yang komprehensif, mengevaluasi kualitas sumber, dan menyusun sintesis temuan.

3. Studi Pustaka Kritis

Studi pustaka kritis adalah pendekatan yang melibatkan analisis dan evaluasi yang kritis terhadap sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian.

Tujuannya adalah untuk mempertanyakan, mengkaji secara mendalam, dan memberikan sudut pandang yang kritis terhadap informasi yang ditemukan dalam literatur yang relevan.

4. Studi Pustaka Teoretis

Studi pustaka teoretis difokuskan pada pengembangan dan pemahaman teori yang relevan dengan topik penelitian. Pendekatan ini melibatkan penyelidikan secara mendalam tentang konsep-konsep, model, dan kerangka kerja teoritis yang ada.

Jenis studi pustaka ini membantu peneliti memperluas pemahaman mereka tentang teori-teori yang relevan, mengidentifikasi konsep-konsep kunci, dan menghubungkan teori dengan penelitian empiris.

5. Studi Pustaka Komparatif

Studi pustaka komparatif adalah metode penelitian yang melibatkan pembandingan dan analisis sumber-sumber yang relevan dalam konteks perbandingan.

Tujuannya adalah untuk memahami perbedaan, persamaan, dan interaksi antara berbagai perspektif, teori, atau temuan yang ada dalam literatur yang diuji.

Dalam studi pustaka komparatif, peneliti mengumpulkan dan memilih sumber-sumber yang berkaitan dengan topik penelitian, yang bisa berupa buku, jurnal, artikel, laporan, atau sumber-sumber lainnya

Kemudian, mereka menganalisis dan membandingkan informasi yang terkandung dalam sumber-sumber tersebut, dengan menyoroti aspek-aspek yang relevan, seperti kerangka teoritis, metode penelitian, sampel, temuan, atau kesimpulan.

6. Studi Pustaka Kualitatif

Studi pustaka kualitatif melibatkan analisis mendalam tentang sumber-sumber yang relevan untuk memahami sudut pandang, pengalaman, dan konteks yang terkait dengan topik penelitian.

Pendekatan ini sering digunakan dalam penelitian yang berfokus pada pemahaman mendalam tentang kompleksitas fenomena sosial dan budaya. Studi pustaka kualitatif melibatkan pembacaan dan interpretasi teks atau karya-karya lainnya untuk mengungkapkan makna dan pola yang muncul.

Tujuan Studi Pustaka

Studi pustaka (Foto: macrovector/Freepik)

Memahami secara menyeluruh seputar studi pustaka adalah hal yang penting. Penulis juga memerlukan waktu yang cukup utuk memeriksa beberapa referensi yang digunakan.

Proses ini memiliki signifikansi penting, karena dapat meningkatkan kualitas dan kredibilitas dari tulisan yang disusun. Beberapa tujuan studi pustaka adalah sebagai berikut:

1. Menemukan Masalah atau Topik

Seorang penulis atau peneliti cenderung membaca berbagai buku saat memiliki waktu luang. Praktik ini membantu mereka terbiasa dengan proses studi kepustakaan.

Melalui membaca berbagai buku, artikel, dan jurnal, penulis dapat menemukan beragam topik yang menarik. Topik tersebut kemudian dapat diangkat sebagai dasar tulisan, berdasarkan informasi dari berbagai buku yang telah dibaca.

Bagi peneliti, studi kepustakaan juga membantu dalam mengidentifikasi masalah yang nantinya bisa dijadikan topik penelitian yang membutuhkan solusi ilmiah.

2. Mencari Informasi Relevan

Studi kepustakaan juga bertujuan untuk membantu penulis dalam menemukan informasi yang relevan. Salah satu contoh studi pustaka adalah saat mengangkat topik tentang gangguan mental, maka penulis perlu mencari buku, artikel, dan sumber lain yang membahas tentang hal tersebut.

Hal ini bertujuan agar terdapat berbagai informasi yang dapat dijabarkan dalam tulisan. Penjabaran ini tentu harus didasarkan pada fakta dari referensi yang bisa dipercaya.

3. Menganalisis Teori yang Berkaitan

Salah satu tujuan lain dari studi pustaka adalah menganalisis teori-teori yang relevan dengan topik yang dibahas dalam karya tulis atau penelitian.

Melalui analisis teori-teori tersebut, penulis atau peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kerangka konseptual yang mendukung topik yang sedang diteliti.

4. Menemukan Dasar Teori

Khusus untuk penulisan karya ilmiah seperti laporan hasil penelitian, makalah, atau artikel ilmiah, bab pertama biasanya mengandung landasan teori.

Landasan teori ini diambil dari berbagai sumber pustaka yang telah dianalisis, sehingga menciptakan dasar yang kuat untuk isi tulisan.

5. Memperdalam Pemahaman dan Pengetahuan Menulis

Melalui studi kepustakaan, penulis atau peneliti dapat mendalamkan pemahaman tentang topik yang dipilih.

Ini juga membantu memperluas pengetahuan, sehingga di masa depan mereka bisa menemukan topik menarik lainnya untuk diteliti atau ditulis.

Proses Studi Pustaka

Proses studi pustaka adalah langkah penting dalam penyusunan karya akademik yang melibatkan pencarian, peninjauan, dan sintesis literatur terkait. Berikut dijelaskan proses nya, yakni:

  • Mulailah dengan mencari sumber-sumber yang relevan dengan topik penelitian atau tulisan kalian. Gunakan basis data jurnal, perpustakaan, dan sumber online yang kredibel.
  • Pastikan bahwa sumber-sumber yang kalian temukan berasal dari sumber-sumber terpercaya dan sah. Periksa kualitas penelitian, keabsahan sumber, dan kredibilitas penulisnya.
  • Setelah menemukan literatur yang relevan, baca dan pahami isi dari setiap sumber. Identifikasi bagaimana setiap sumber berkontribusi terhadap tema atau argumen yang di kembangkan.
  • Sintesis literatur yang telah kalian pahami dengan baik. Rangkailah kutipan, pandangan, dan hasil penelitian dari berbagai sumber menjadi suatu alur yang koheren dan berkesinambungan dalam hasil penelitian.

Metode Studi Pustaka

Studi pustaka (Foto: snowing/Freepik)

Memahami metode studi pustaka adalah hal yang wajib dilakukan sebelum mulai melakukan penelitian. Berikut dijelaskan beberapa metode yang dapat digunakan dalam melakukan riset kepustakaan, di antaranya:

1. Pencarian dengan Kata Kunci dan Subjek

Salah satu metode studi pustaka adalah dengan mencari frasa kunci yang sesuai dalam direktori, alat pencarian online, serta dokumen lengkap sangat bermanfaat.

Metode ini membantu mempersempit pencarian terhadap topik tertentu, memungkinkan kita menemukan sumber yang mungkin tidak terlihat dalam judul yang serupa.

Selain itu, temukan judul subjek yang konsisten digunakan dalam katalog dan basis data. Ini sangat bermanfaat di perpustakaan serta basis data lainnya.

2. Cari Materi Terbaru dari Berbagai Referensi

Cari buku dan tulisan ilmiah terbaru dalam katalog dan basis data dengan mengurutkan berdasarkan tanggal. Sumber yang lebih baru cenderung memiliki referensi dan kutipan yang lebih mutakhir.

Lacak referensi, kutipan, dan daftar pustaka dalam bacaan yang relevan. Carilah buku atau jurnal tertentu di katalog perpustakaan untuk menjadi bagian dari pembicaraan ilmiah mengenai topik tertentu.

3. Menggunakan Bibliografi Diterbitkan

Bibliografi sering kali mencantumkan sumber yang mungkin terlewatkan oleh jenis pencarian lainnya. Pencarian dengan menggunakan bibliografi sebagai subjek dan topik sebagai kata kunci dapat membantu menemukan sumber yang berharga.

4. Kontak Orang yang Berpengetahuan

Manfaatkan kontak verbal, email, atau interaksi lainnya dengan individu yang memiliki pengetahuan relevan. Orang seperti profesor atau pustakawan sering bersedia memberikan bantuan.

5. Penjelajahan Sistematis

Telusuri tumpukan buku di perpustakaan untuk menemukan karya serupa. Namun, di perpustakaan besar, juga gunakan katalog karena tidak semua buku berada di tumpukan utama.

Dengan menggunakan metode penjelajahan sistematis ini, kalian dapat menjalankan riset kepustakaan secara efisien.

Cara Melakukan Studi Pustaka

Studi pustaka (Foto: Pixabay)

Tentunya kalian ingin menjalankan studi pustaka secara efisien agar hasil tulisan yang kalian hasilkan menjadi optimal, bukan? Oleh karena itu, perlu bagi kalian untuk memahami cara melakukan studi pustaka, seperti:

1. Mengidentifikasi Jenis dan Bahan Pustaka yang Dibutuhkan

Salah satu langkah penting dalam melakukan studi pustaka adalah dengan melakukan identifikasi jenis dan bahan pustaka yang dibutuhkan. Apakah itu berupa buku, jurnal, artikel dari sumber internet, atau mungkin gabungan dari keseluruhannya.

Sebagai contoh, ketika kalian memilih untuk melakukan studi pustaka melalui buku-buku, maka langkah selanjutnya adalah mencari dan memilih buku-buku yang relevan dengan topik yang sedang dibahas.

2. Membaca Bahan Pustaka yang Telah Ditentukan

Tentu saja, bahan pustaka yang telah kalian pilih tidak akan memberikan manfaat jika hanya dibiarkan tidak terbaca dan teronggok di atas meja. Hasil tulisan yang kalian rancang pastinya tidak akan mencapai hasil yang baik.

Untuk itu, baca bahan pustaka yang telah ditentukan, karena penulis atau peneliti memerlukan informasi yang terkandung di dalam buku, jurnal, artikel, dan sumber-sumber lainnya.

3. Melakukan Evaluasi

Tahap selanjutnya dalam studi pustaka adalah dengan melakukan evaluasi terhadap bahan bacaan yang telah kalian baca. Tujuannya adalah untuk memahami informasi yang terdapat dalam bahan tersebut.

Kalian akan dapat mengidentifikasi informasi yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, kalian bisa melakukan pencatatan dan mengaitkannya dengan topik atau masalah yang sedang dibahas.

4. Menyajikan Hasil Studi Pustaka

Setelah melakukan pencarian, membaca, analisis, dan merangkum, tahap akhir melibatkan penyajian hasil studi pustaka ke dalam bentuk tulisan. Terdapat berbagai cara dalam menyajikan hasil studi pustaka.

Misalnya, kalian dapat menyajikannya dalam bentuk kutipan dengan mencantumkan kredit atau sumber referensinya. Kalian juga bisa melakukan parafrase terhadap informasi yang kalian peroleh.

Untuk itu, dalam upaya menghasilkan penelitian yang berkualitas dan karya tulis yang mendalam, tidak dapat diabaikan bahwa studi pustaka adalah fondasi yang tak tergantikan.

Dengan memahaminya, kalian akan memiliki keahlian yang diperlukan untuk menjalankan studi pustaka secara efektif. Semoga bermanfaat dan nantikan artikel menarik lainnya hanya di Parboaboa.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS