Waspada! Makanan Ini Bisa Bikin Otak Anak “Jongkok”

Ilustrasi makanan yang membuat otak anak lemah dihidangkan di atas meja. (Foto: PARBOABOA/Fika)

PARBOABOA - Semua orang tua pastinya menginginkan buah hatinya pintar dan menjadi juara kelas.

Namun, tidak semua orang tua memahami makanan yang baik untuk mencerdaskan otak anak. Padahal,asupan makanan akan berdampak pada banyak hal.

Tidak hanya soal kesehatan fisik, namun juga kecerdasan otak anak. Oleh karena itu, jika orang tua menginginkan anaknya memiliki otak yang cerdas maka perlu mengetahui makanan apa yang harus dijauhi.

Beberapa makanan yang mungkin menjadi tolak ukur kecerdasan adalah daya ingat dan cara berpikir seseorang. Beberapa makanan diketahui dapat mempengaruhi keduanya.

Makanan-makanan sehat seperti ikan berlemak yang kaya akan asam lemak omega-3 dapat meningkatkan kesehatan otak dan fungsi kognitif.

Menjaga fungsi kognitif berjalan maksimal harus dilakukan sejak dini. Karenanya, penting bagi orangtua untuk memperhatikan asupan makanan untuk si kecil.

Beberapa makanan dipercaya bisa membuat otak anak “jongkok”. Orang tua perlu menghindari beberapa asupan makanan seperti permen.

Meskipun diketahui permen merupakan comfort food bagi anak-anak. Namun, batasi pemberian permen dan makanan/minuman manis lainnya untuk si kecil.

Permen tidak hanya membuat badan mengembang, asupan gula tambahan pada permen juga dapat berdampak negatif pada otak.

Bagian utama dari banyak makanan/minuman manis adalah fruktosa dan glukosa. Dilansir dari laman Healthline, Sabtu (25/05/2024), penelitian pada hewan menunjukkan bahwa asupan fruktosa tinggi dapat menyebabkan penurunan fungsi otak, memori, hingga kemampuan belajar.

Selain permen, makanan/minuman yang harus dihindari demi meningkatkan otak anak adalah soda atau minuman manis kemasan lainnya.

Selain permen, anak-anak juga sangat menyukai cookies. Cookies atau kue kering selalu menjadi camilan yang menyenangkan bagi buah hati.

Namun, perlu diwaspadai gula tambahan yang terkandung dalam cookies. Selain itu juga kandungan karbohidrat dalam jumlah tinggi yang berasal dari tepung sebagai bahan dasar kue kering.

Diketahui, karbohidrat dengan Indeks Glikemik (GI) yang tinggi terbukti dapat mengganggu fungsi otak. Penelitian menunjukkan, makanan yang mengandung GI tinggi dapat merusak daya ingat. Tidak hanya pada anak-anak namun juga pada orang dewasa.

Efek memori ini diduga dipicu oleh peradangan yang terjadi di hipokampus atau bagian otak yang mempengaruhi ingatan.

Di samping itu, karbohidrat juga punya dampak negatif lainnya pada otak. Penelitian menemukan, anak-anak di usia 6 sampai 7 tahun yang 7 tahun yang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat memiliki penilaian kecerdasan nonverbal yang lebih rendah.

Selain permen dan kue kering, junk food juga sangat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Orangtua wajib membatasi pemberian junk food untuk buah hati.

Makanan kaya lemak trans bisa berpengaruh buruk terhadap kesehatan otak anak.

Sebuah studi menemukan, orang yang mengonsumsi banyak lemak trans memiliki daya ingat yang lebih buruk.

Begitu juga dengan volume otak yang lebih rendah dan penurunan fungsi kognitif. Selain junk food, orangtua juga sebaiknya menghindari makanan gorengan yang kaya akan minyak.

Makanan olahan seperti mi instan juga bisa mengganggu fungsi otak. Walaupun mi instan adalah makanan praktis dan memiliki rasa yang tidak tertandingi, namun sebuah studi menemukan bahwa asupan daging olahan seperti sosis dikaitkan dengan skor pembelajaran dan ingatan yang lebih rendah.

Selain makanan seperti sosis dan mi instan, orangtua juga sebaiknya menghindari pemberian nugget.

Terakhir, kecap juga harus diwaspadai oleh orangtua. Diakui, kecap memang bisa membuat rasa masakan menjadi lebih nikmat.

Namun, perlu diingat dan diketahui, kecap memiliki kandungan garam yang cukup tinggi.

Pada tahun 2014, sebuah penelitian menemukan bahwa tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh asupan garam yang berlebihan dapat membatasi aliran darah ke otak.

Hal ini memberikan dampak negatif pada kemampuan fokus seseorang. Garam juga berdampak buruk pada keterampilan berorganisasi dan ingatan seseorang. Oleh karena itu, kecap termasuk dalam makanan yang membuat otak anak “jongkok”.

Editor: Fika
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS