Arti dari Kata Segede Gaban Beserta dengan Makna dan Asal Usulnya

Gaban (Foto: Pixlr.com)

PARBOABOA – Kata-kata celetukan dalam bahasa Indonesia kerap digunakan dalam bahasa sehari-hari. Salah satunya adalah kata “ Segede Gaban”. Lantas apa arti dari kata Segede Gaban tersebut? Mari kita cari tahu bersama. Simak ulasan berikut ini.

Menukil dari buku Kamus Praktis Berbahasa Jawa Keseharian karya  Siti Alfi Faridlotul, gede dalam bahasa Jawa artinya besar. Kata 'segede gaban' sering digunakan orang-orang untuk mengungkapkan sesuatu hal atau barang yang sangat besar.

Contoh penggunaannya seperti “Aduh haus banget, habis ngangkat kulkas segede gaban nih.” Dalam contoh kalimat tersebut, 'kulkas segede gaban' berarti menunjukkan kulkas dengan ukuran yang amat sangat besar.

Lalu, dari mana sebenarnya kemunculan kata 'segede gaban' tersebut hingga terus dipakai oleh masyarakat Indonesia terutama warga Jakarta?

Arti Gaban

Gaban dalam istilah "segede gaban" berasal dari nama robot superhero asal Jepang, Space Sheriff Gavan. Space Sheriff Gavan atau dalam bahasa Jepang disebut Uchuu Keiji Gavan, merupakan superhero dengan kostum berwarna perak dan dilengkapi peralatan canggih. Tokoh ini populer di Indonesia dan menjadi favorit anak-anak pada era 1980-an.

Baca juga: Profil dan Biodata Lengkap Rivaldi Fatah a.k.a R7, Sang Kapten RRQ Terbaik yang Rehat Sejenak dari Competition

Dilansir dari Metal Heroes Fandom, Space Sheriff Gavan dari Galactic Union Patrol adalah warga Planet Burung, tempat para Space Sheriff dilatih. Dia mendapatkan perintah untuk mempertahankan Bumi, planet asal ibunya. Sebab, saat itu Bumi sedang diserang Kekaisaran Makuu yang dipimpin Don Horror. Mereka berniat mendominasi seluruh alam semesta, dengan salah satu agenda menaklukan Bumi.

Tokoh superhero klasik Jepang

Seperti tokoh pahlawan pada umumnya, Gavan dengan bantuan teknologi canggihnya pun menjadi sosok pembasmi kejahatan. Sementara itu, dari Gavan menjadi Gaban pun dikarenakan orang Jepang melafalkan huruf V dengan B. Hal ini sebagaimana dalam laman Toei Company, perusahaan produksi dan distribusi film, yang menulis nama tokoh ini menjadi "Uchyu Keiji Gaban".

Baca juga: Profil dan Biodata Lengkap dari Benedict Gonzales a.k.a Bennyqt yang Menjadi MVP M4 World Championship in Jakarta, Indonesia

Perlu diketahui, Gaban atau Ghavan ini merupakan tokoh-tokoh superhero klasik Jepang pada era 80 sampai awal 90-an. Di saat itu, yang menjadi tren di kalangan anak-anak sebut saja ada "Sharivan" (dulu disebutnya Sariban) hingga "Megaloman". Megaloman diketahui memiliki penampilan fisik, kostum, dan kekuatan yang mirip dengan Ultraman.

Yang membedakan Megaloman dengan Ultraman yakni rambut jingkrak berwarna putih yang dapat mengeluarkan api milik Megaloman. Di film-film Jepang klasik itu, pahlawan berubah menjadi superhero dengan memiliki tubuh yang besar, mirip Ultraman yang tinggi dan besarnya mengalahkan gedung bertingkat bahkan gunung.

Asal Usul Istilah Segede Gaban

Kata 'gaban' yang digunakan dalam istilah ‘segede gaban’ berasal dari nama tokoh robot asal Jepang bernama Space Sheriff Gavan. Mengutip laman Metal Heroes Fandom, tokoh robot ini memiliki wujud yang mengenakan kostum perak dan dilengkapi dengan peralatan canggih.

Sama seperti superhero pada umumnya, gavan menjadi sosok superhero yang membasmi kejahatan dengan bantuan teknologi canggihnya. Robot gavan cukup populer di Indonesia pada era 80-an dan banyak digemari anak kecil pada masanya.

Sangking populernya, Space Sheriff Gavan tak hanya tayang di televisi tetapi juga tayang di bioskop. Lantas, kenapa disebut istilah ‘segede gaban’ bukan ‘gavan’ sesuai aslinya?

Hal tersebut karena orang Jepang sulit melafalkan huruf ‘V’. Sehingga, mereka menggantinya dengan huruf ‘B’ menjadi gaban.

Jika dilihat dari ukurannya, tokoh robot gavan tidak terlalu besar, melainkan seperti manusia normal. Ternyata, celetukan ‘segede gaban’ bermula dari dibuatnya patung gaban berukuran 11 meter di Dufan di Jakarta.

Patung yang dibangun sekitar tahun 80-an itu kerap kali dijadikan objek foto keluarga, terutama anak-anak. Mulai dari sinilah kata gaban dijadikan standar ukuran sangat besar atau tidak pada umumnya oleh orang Indonesia.

Patung gaban di Ancol sekarang sudah tidak ada lagi. Namun setidaknya orang-orang yang menghabiskan masa kecil di tahun 80-an masih bisa mengenal robot tersebut.

Celetukan Lainnya yang Biasa Digunakan Masyarakat

Menghimpun beberapa sumber, berikut beberapa celetukan lainnya yang biasa muncul dalam percakapan sehari-hari.

1. Dari Hongkong

Celetukan 'dari Hongkong' digunakan untuk membantah atau menyanggah suatu omongan. Contoh kalimat penggunaannya seperti, “Apa katamu dia cantik? cantik dari Hongkong.”

2. Garing

Kata 'garing’ biasanya digunakan sebagai bentuk reaksi seseorang pada lawakan yang dianggap tidak lucu. Bisa juga dipakai ketika merasakan suasana yang kurang menyenangkan. Contoh penggunaannya seperti, “Aduh, diem aja deh garing banget.”

3. Jayus

Istilah jayus memiliki arti sebuah tindakan lucu yang sebenarnya tidak lucu. Makna katanya hampir sama dengan kata ‘garing’.

4. Kamseupay

Kata kamseupay ditujukan untuk orang yang dianggap 'kampungan' baik secara perilaku maupun penampilan. Kamseupay adalah frasa singkatan dari “kampungan ya udik ya payah”.

5. Keleus

Keleus merupakan sebuah celetukan modifikasi dari kata ‘kali’. Biasanya kata ini digunakan untuk menyanggah atau menegaskan sebuah pernyataan. Contoh penggunaannya seperti, “Pakai baju yang ini aja keleus.”

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS