Awas! Tekanan Darah Tinggi saat Telentang Picu Resiko Jantung dan Stroke

Seseorang yang menderita tekanan darah tinggi saat telentang lebih berisiko kena serangan jantung dan stroke. (Foto: iStochphoto)

PARBOABOA, Jakarta - Seseorang yang menderita tekanan darah tinggi saat diukur dalam kondisi berbaring telentang memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung, stroke, gagal jantung, atau kematian dini.

Fakta ini disampaikan peneliti utama dari Harvard Medical School, Duc M. Giao dalam presentasi Sesi Ilmiah Hipertensi American Heart Association 2023, di Boston pada 7-10 September lalu. 

Dia menjelaskan, ternyata ada orang yang tidak menderita tekanan darah tinggi saat duduk, ternyata menderita tekanan darah tinggi saat berbaring. 

Penjelasannya, sistem saraf otonom mengatur tekanan darah pada berbagai posisi tubuh. 

Namun, adanya gravitasi menyebabkan darah tertahan saat duduk atau tegak. 

Di sisi lain, tubuh terkadang tidak dapat mengatur tekanan darah dengan baik saat berbaring, duduk, dan berdiri. 

Dalam penelitiannya, Giao mengamati data kesehatan 11.369 orang dewasa dengan usia rata-rata 54 tahun dari studi longitudinal Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC). 

Data tekanan darah dalam keadaan terlentang dan duduk dikumpulkan selama periode pendaftaran dan kunjungan ARIC 1, yang berlangsung antara tahun 1987-1989.

Data peserta dalam penelitan ini lantas dipantau selama rata-rata 25-28 tahun, hingga kunjungan ARIC 5 dari tahun 2011-2013.

Hasil penelitian tersebut menjabarkan, 16 persen peserta yang tidak memiliki tekanan darah tinggi saat duduk, ternyata mengalami tekanan darah tinggi saat berbaring telentang.

Selain itu, 74 persen penderita tekanan darah tinggi yang diukur saat duduk juga menderita tekanan darah tinggi saat terlentang.

Dari 74 persen peserta tersebut, memiliki risiko 1,6 kali lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner; 1,83 kali lebih tinggi terkena gagal jantung; 1,86 kali lebih tinggi berisiko stroke; 1,43 kali lebih tinggi mengalami kematian dini; dan 2,18 kali lebih tinggi berisiko kematian akibat penyakit jantung koroner. 

Sedangkan kelompok 16 persen peserta, memiliki risiko yang sama dengan peserta di kelompok 74 persen. 

Atas penelitian ini, Giao menyarankan orang-orang yang diketahui memiliki faktor risiko penyakit jantung dan stroke, sebaiknya juga memeriksakan tekanan darah sambil berbaring telentang. 

Selain itu, gaya hidup sehat sehari-hari dapat membantu menurunkan tekanan darah saat telentang. 

Editor: Umaya khusniah
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS