Berikut Ini Penyebab Konstipasi serta Gejala dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi. Seorang wanita menahan kesakitan saat mengalami konstipasi (Foto: halodoc)

PARBOABOA, Jakarta - Konstipasi atau yang juga dikenal dengan sebutan sembelit adalah kondisi sulit buang air besar (BAB). Dokter Shannia Tritama memberikan pemahaman ternyata konstipasi jika dibiarkan secara terus menerus bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius seperti kanker usus.

"Jika dibiarkan berlarut-larut maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti kanker usus," kata Shannia seperti dikutip dari Antara, Rabu (12/10/2022).

Selain itu, menurut Shannia, frekuensi BAB kondisi normalnya adalah setiap hari atau setidaknya tiga kali dalam seminggu. Konstipasi ini berpotensi membuat sakit perut melilit atau tidak nyaman.

Apa penyebab konstipasi?

Shannia menjelaskan, konstipasi dapat terjadi dikarenakan berbagai sebab, mulai dari makanan yang kurang serat, stres, kurang olahraga, dehidrasi perubahan rutinitas, hingga kondisi kesehatan tertentu yang mengurangi kontraksi pada kolon dan menghambat keinginan untuk buang air besar.

Adapun gejala konstipasi biasanya adalah ditandai dengan frekuensi BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu, feses yang terasa keras dan kering, proses BAB yang harus mengejan, dan rasa tidak tuntas walaupun sudah selesai buang air besar.

"Walaupun kedengarannya sepele, namun jangan pernah mengabaikan gangguan konstipasi atau sembelit," ujarnya.

Cara mengatasi konstipasi

Guna mengatasinya, Shannia menganjurkan untuk melakukan perubahan pola gaya hidup, seperti berikut ini:

•    Konsumsi banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Makan makanan berserat tinggi dan konsumsi suplemen serat bila diperlukan.
•    Pastikan untuk minum air putih yang cukup sebanyak 1,5 sampai 2 liter dalam satu hari. Hindari alkohol dan kafein atau teh, karena dapat menyebabkan dehidrasi.
•    Olahraga teratur dalam seminggu sekitar dua sampai tiga kali.
•    Konsumsi probiotik secara teratur, seperti yang ditemukan dalam yoghurt dan kefir dengan kultur bakteri baik yang aktif atau hidup.

Kapan waktu tepat harus ke dokter saat mengalami konstipasi?

Dilansir dari laman Mayo Clinic, meskipun konstipasi sesekali sangat umum terjadi, tetapi pada beberapa orang terutama yang sudah kronis dapat mengganggu kemampuan mereka untuk melakukan tugas sehari-hari.

Pengobatan untuk konstipasi kronis sebagian tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, dalam beberapa kasus, penyebabnya tidak pernah ditemukan.

Sementara itu, segera buatlah janji dengan dokter terkait jika mengalami perubahan kebiasaan BAB yang tidak dapat dijelaskan dan terus-menerus untuk kondisi yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis secara cepat.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS