Bulu Kucing Rontok? Ini dia 10 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bulu Kucing Rontok (Dok: 99.co)

PARBOABOA - Bulu kucing rontok yang terlalu banyak dan mengotori pakaian, sering menyebabkan pemiliknya menjadi kesal. Sama halnya dengan manusia, penyebab bulu kucing rontok bisa terjadi karena berbagai hal.

Sebenarnya bulu kucing rontok merupakan suatu hal yang alami, tapi bila terjadi dalam jumlah yang banyak apalagi sampai menyababkan bulu kucing botak, ini menandakan ada yang salah dengannya.

Berikut penyebab dan cara mengatasi bulu kucing rontok lengkap dengan penjelasaanya, yang dapat kamu jadikan bahan edukasi untuk memelihara si kucing agar lebih baik.

1. Penggunaan Produk yang Tidak Cocok

Untuk memandikan kucing kesayangan, biasanya majikannya juga akan menggunakan sampo atau sabun khusus kucing dan dapat dibeli ditoko-toko yang menyediakan perlengkapan hewan peliharaan.

Namun terkadang, ada beberapa produk yang tidak cocok untuk si kucing. Sehingga inilah yang sering menjadi penyebab bulu kucing rontok dalam jumlah banyak.

Maka cara mengatasi bulu kucing rontok ini sangatlah mudah, yakni dengan mengganti sampo atau sabun dengan jenis produk lain.

Tapi kamu harus tetap memperhatikan apakah kerontokannya berkurang atau tidak. Kalau ternyata iya, berarti sampo sebelumnya memang tidak cocok untuk bulu kucingmu.

2. Memiliki Alergi Tertentu

Ternyata tidak hanya manusia saja loh, yang sering memiliki alergi terhadap suatu hal. Alergi adalah suatu reaksi pada tubuh yang ditimbulkan secara alami karena adanya respon yang menganggap zat tersebut berbahaya.

Menurut WebMD terdapat beberapa hal yang bisa menjadi penyebab bulu kucing rontok, mulai dari makanan, gigitan serangga, obat-obatan, debu, atau serbuk sari.

Hal-hal diatas akan membuat kucing merasa gatal, untuk meredakannya mereka akan lebih sering menjilati bulunya hingga terdapat bagian-bagian bulu kucing botak.

Cara mengatasi bulu kucing rontok karena disebabkan alergi masih tergolong mudah untuk disebuhkan. Kamu harus membelikan obat pereda dan memberinya secara rutin selama beberapa waktu atau sampai kucing benar-benar sembuh.

3. Infeksi Jamur atau Kurap

Penyebab bulu kucing rontok selanjutnya ialah infeksi kurap atau infeksi jamur. Gejalannya bisa ditandai dengan adanya bulu kucing botak dan tekstur kulit lebih bersisik.

Cara mengatasi bulu kucing rontok karena disebabkan infeksi, dapat kamu lakukan dengan berkonsultasi dengan dokter hewan dan meminta resep krim atau salep antijamur, obat mandi, ataupun obat lainnya.

4. Terkontaminasi Parasit

Adanya kutu atau tungau yang hidup dibulu kucing, bisa membuat mereka merasakan gatal yang begitu parah. Sehingga mereka akan menggaruk badannya dengan sekuat tenaga dan pada akhirnya bisa membuat bulu kucing rontok atau bulu kucing botak.

Selain itu, kutu atau tungau akan hidup seperti parasit dan akan mengambil nutrisi dari tubuh kucing. Inilah yang sering membuat mereka menjadi kurus dan kekurangan nutrisi.

Pada dasarnya, kucing memang bisa membersihkan tubuhnya sendiri dengan cara menjilati bulunya. Akan tetapi, agar lebih higenis majikannya tetap harus memandikan kucing secara rutin.

5. Mengalami Kurang Gizi

Semua makhluk hidup pasti membutuhkan asupan gizi yang baik, salah satunya termasuklah kucing peliharaan rumah.

Agar tidak menjadi penyebab bulu kucing rontok, pemiliknya juga harus memperhatikan kandungan nutrisi yang ada pada makanan hewan peliharaannya ini setiap hari.

Biasanya penyebab bulu kucing rontok, karena mengalami kekurangan vitamin A, E, dan protein. Oleh sebab itulah, memberikan makanan khusus kucing sangat dibutuhkan untuk melengkapi nutrisinya.

6. Sedang Mengalami Stres

Penyebab bulu kucing rontok berikutnya bisa juga karena kucing sedang mengalami stres. Kondisi ini menyebabkan adanya kendala pada pembuluh darah yang mengirimkan nutrisi ke seluruh tubuh.

Gejala yang menandai kucing dalam keadaan stres adalah adanya penurunan nafsu makan, kurang bersemangat dalam beraktifitas dan terdapat bagian bulu kucing botak.

Cara mengatasi bulu kucing rontok disebabkan stres, bisa dilakukan dengan sering mengajaknya bermain atau bisa juga dengan membelikan mainan baru yang lebih menarik.

Selain itu, kamu juga bisa memberikan obat antidepresan atau mengubah lingkungan tempat tinggal si kucing menjadi lebih menyenangkan dan membuatnya merasa aman.

7. Gangguan Endokrin

Ternyata gangguan endokrin juga dapat menyebabkan kucing mengalami kerontokan bulu. Hal ini bisa terjadi karena mereka mengalami hipertiroidisme-tiroid yang terlalu aktif.

Selain bisa berujung menjadi bulu kucing botak, gangguan endokrin juga bisa mengakibatkan penurunan berat badan dan menimbulkan gejala lainnya.

8. Reaksi Tubuh Untuk Mengatur Suhu

Sekian banyaknya kegunaan dari bulu kucing, ternyata fungsi utamanya adalah untuk menyesuaikan suhu tubuh dengan temperatur lingkungan sekitar.

Pada musim dingin, agar dapat menghangatkan tubuhnya bulu kucing akan tumbuh lebih lebat. Sementara saat musim panas, bulu kucing akan otomatis rontok untuk mencegah kepanasan.

9. Dampak dari Efek Samping Obat

Terdapat beberapa jenis obat yang bisa menjadi penyebab bulu kucing rontok, salah satunya adalah obat prednison transdermal.

Obat ini biasanya digunakan sebagai pereda radang pada alergi, penyakit autoimun, sakit persendian dan otot, serta penyakit kulit lainnya.

Cara menumbuhkan bulu kucing karena penyebab ini, dapat kamu lakukan dengan menghentikan pemakaian obat atau bisa juga dengan menggantikannya dengan jenis obat lainnya.

10. Disebabkan Pengaruh Gen Langka

Penyebab bulu kucing rontok ini biasa terjadi pada kucing ras murni. Contohnya karena memang memiliki gen yang menyebabkan bulu rontok, seperti yang dialami kucing Himalaya dan Bengal.

Sedangkan jenis kucing Sphynx memang tidak memiliki bulu sama sekali sejak lahir dan tidak akan tumbuh sampai ia meninggal.

Nah, itulah penjelasan mengenai sederet penyebab dan cara mengatasi bulu kucing rontok yang dapat kamu jadikan sebagai edukasi dalam merawat si kucing yang manis agar lebih sehat.

Temukan pula penjelasan seputar kucing lainnya, seperti apakah kucing boleh makan nasi? dan apa jenis pangan yang tepat untuk diberikan?

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS