Detak Jantung Kuat, Hidup Lebih Sehat: Panduan Olahraga untuk Vitalitas Kardiovaskular

Ilustrasi olahraga yang baik untuk dilakukan bagi kesehatan jantung. (Foto: PARBOABOA/Fika)

PARBOABOA, Medan – Olahraga yang teratur dapat membantu mencegah penyakit jantung. Akan tetapi, aktivitas fisik apapun lebih baik dibandingkan tidak sama sekali.

Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi kesehatan jantung. Tubuh dirancang untuk bergerak, tetap aktif mendukung banyak fungsinya.

Sementara terkait kesehatan jantung, olahraga memiliki efek langsung dan tidak langsung yang dapat membantu mencegah dan memperbaiki penyakit jantung.

Dilansir dari Healthline, Selasa (15/05/2024), diketahui penyakit jantung adalah salah satu bentuk penyakit kardiovaskular (CVD) yang melibatkan sejumlah kondisi yang mempengaruhi otot, katup, pembuluh darah atau fungsi.

Meskipun ada banyak variabel yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit jantung, namun kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko utama.

Olahraga tidak hanya membantu memperkuat otot jantung. Akan tetapi juga otot lain di tubuh. Olahraga juga dapat meningkatkan manfaat kesehatan jantung seperti peningkatan aliran darah, penguatan pembuluh darah serta mengurangi tekanan darah.

Olahraga juga bisa membuat kadar kolesterol menjadi seimbang, mengurangi peradangan, manajemen berat badan serta pengaturan kadar gula darah (glukosa).

Latihan terbaik untuk kesehatan jantung tergantung pada kesehatan fisik dan tingkat kebugaran individu. Setiap orang berbeda, sehingga penting untuk memulai rutinitas olahraga apapun secara perlahan dan aman.

Semua olahraga pada dasarnya jika dilakukan dengan baik dan mempertimbangkan keselamatan akan bermanfaat bagi tubuh, termasuk jantung.

Namun secara umum, aktivitas teratur dengan intensitas sedang dan berat paling ditargetkan pada kinerja kardio-pernapasan (jantung dan paru-paru).

Misalnya latihan intensitas sedang dan berat aerobik. Ini akan meningkatkan detak jantung dan mengharuskan tubuh menggunakan otot besar seperti lengan dan kaki. Saat melakukan latihan aerobik, akan terlihat pernapasan meningkat seiring dengan detak jantung.

Aktivitas dengan intensitas sedang adalah sekitar 5 atau 5 pada skala 10. Aktivitas ini secara nyata dapat meningkatkan detak jantung dan pernapasan. Namun tetap memungkinkan untuk berbicara tanpa merasa kehabisan napas.

Olahraga yang sering dilakukan dengan intensitas sedang antara lain jalan cepat atau jalan tanpa beban, aerobik air, bersepeda rekreasi dan joging.

Sedangkan latihan dengan intensitas tinggi akan membuat peningkatan yang signifikan pada detak jantung dan pernapasan. Pada skala 10, latihan dengan intensitas tinggi berada pada 7 atau 8.

Olahraga yang termasuk dalam kategori intensitas tinggi antara lain lari atau sprint, lompat tali, tenis, hoki, bola basket dan berenang dengan putaran.

Latihan aerobik mungkin paling bagus untuk jantung, namun itu bukan satu-satunya olahraga yang harus difokuskan untuk kesehatan jantung.

Menurut National Heart, Lung and Blood Institute, program olahraga lengkap untuk kesehatan jantung juga mencakup pelatihan ketahanan dan fleksibilitas.

Sementara American Heart Association merekomendasikan aktivitas fisik yang harus dilakukan seperti 150 menit aerobik dengan intensitas sedang per minggu.

Bisa juga aerobik dengan intensitas tinggi per minggu. Akan lebih baik lagi jika dikombinasikan keduanya dengan penguatan otot intensitas sedang hingga tinggi setidaknya dua kali seminggu.

Sedangkan untuk anak-anak dengan usia 6 sampai 17 tahun, disarankan untuk melakukan aktivitas sedang hingga berat setidaknya 60 menit setiap hari. Selain itu, anak-anak juga disarankan untuk melakukan aktivitas penguatan otot dan tulang sebanyak tiga hari dalam seminggu.

Editor: Fika
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS