Mahasiswa menggelar demo di Patung Kuda (Foto: Parboaboa.com/Rini Situmorang)

Enam Tuntutan Demo Mahasiswa di Patung Kuda Hari Ini

Rini | Metropolitan | 30-09-2022

PARBOABOA, Jakarta - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2022) mulai pukul 15.15 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Setelah berbagai orasi dilontarkan melalui mobil komando, para mahasiswa kemudian melakukan konferensi pers di hadapan media.

Perwakilan BEM SI, Abdul Kholik membacakan enam tuntutan mereka dalam demo ini. 

Pertama, menuntut Jokowi untuk menghadiri sidang rakyat yang digelar pada 20 Oktober mendatang di Jakarta.

Kedua, menuntut agar pemerintah memprioritaskan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah krisis saat ini untuk kepentingan rakyat. Seperti lebih memprioritaskan program subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dibandingkan pembangunan Ibu Kota Negara yang baru.

Ketiga, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu dengan mengutamakan keadilan bagi korban dan keluarganya. 

Keempat, mahasiswa menyatakan menolak pembangunan infrastruktur yang dilakukan dengan membuka lahan masyarakat secara tidak berkeadilan. 

Kelima, meminta pemerintah melakukan perubahan Undang Undang Komisi Pemberantasan Korupsi dan mengembalikannya sebagai lembaga negara yang independen. 

Keenam menolak komersialisasi pendidikan secara institusional dan menyuruh khususnya di perguruan tinggi.

Aliansi mahasiswa menyatakan mereka akan melakukan Sidang Rakyat pada tanggal 20 Oktober mendatang dengan mengerahkan ribuan mahasiswa dari seluruh wilayah. Selain itu, mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut membersamai mereka dalam demo tersebut.

Dalam aksi demo kali ini, BEM SI membawa perwakilan dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Syiah Kuala, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM).

Para massa datang sekitar pukul 15.15 WIB dengan berjalan dari arah IRTI Monas dan berkumpul di Bundaran Patung Kuda. Mereka mengenakan almamater universitas masing-masing. Massa aksi terlihat membawa sejumlah atribut, berupa spanduk yang berisi tuntutan mereka.

Salah satu orator mengatakan jika mereka lebih memilih untuk demo di bundaran patung kuda karena mereka tidak ingin berhadapan dengan beton dan kawat duri yang telah dipersiapkan oleh pihak kepolisian di depan Jalan Merdeka Barat. 

"Setiap kali berunjuk rasa di Jakarta, kami selalu dihalangi oleh kawat berduri dan tembok beton. Itu adalah bukti bahwa adanya jarak antara penghuni Istana Negara dengan rakyatnya," ungkap sang orator, Jumat (30/09/2022). 

Terlibat Saling Dorong dengan Aparat

Aksi mahasiswa yang awalnya berlangsung dengan kondusif sempat diwarnai ketegangan, setelah mahasiswa yang berorasi di depan patung kuda membuat lingkaran besar, hingga menutup jalan.

Pihak kepolisian yang melihat tindakan tersebut langsung turun dan menghadang para mahasiswa, sehingga mempersempit ruang gerak mereka. Hal ini membuat mahasiswa dan aparat terlibat aksi saling dorong mendorong.

Tak berhenti di situ, kepolisian kemudian merapatkan barisan dan mengelilingi para mahasiswa. 

Di tengah kesesakan tersebut, mahasiswa akhirnya bersikap lunak dan meminta aparat petugas untuk memberi ruang kepada mereka agar bisa beristirahat sejenak seperti duduk dan sebagainya. Namun permintaan itu ditolak oleh aparat petugas.

Aksi tolak menolak secara fisik dari pihak mahasiswa terhadap kepolisian menyebabkan seorang mahasiswa perwakilan Universitas Pendidikan Indonesia terluka setelah giginya dihantam aparat.

Namun hal tersebut tidak membuat aksi menjadi dihentikan. Mahasiswa tetap bertahan di Patung Kuda sampai sore hari dan membubarkan diri setelah pihak kepolisian mengingatkan jika menyampaikan pendapat di ruang publik hanya dapat dilakukan sampai pukul 18.00 WIB. Setelah mendengar peringatan itu, mahasiswa kemudian menyelesaikan orasinya dan meninggalkan Patung Kuda. 

Tag : #bem si    #demo    #metropolitan    #mahasiswa    #patung kuda    #kenaikan bbm    #enam tuntutan mahasiswa   

Baca Juga