Hitung-hitung Elektabilitas dan Popularitas Anies Vs Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta

Gubernur Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan. (Foto: Instagram/@aniesbaswedan)

PARBOABOA, Jakarta - Suhu politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pikada) Daerah Khusus Jakarta mulai memanas. 

Meski pendaftaran calon baru akan dimulai Agustus mendatang, sejumlah partai sudah memanaskan mesin politik mereka. 

Tujuannya, untuk mengetahui sejauh mana elektabilitas dari figur yang mereka dukung.

Misalnya saja Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang santer mengusung Kaesang Pangarep, ketua umum yang juga putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini di Pilkada Jakarta. 

Kemudian Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang menggadang nama Ahmad Sahroni untuk bertarung memperebutkan Jakarta 1. 

Selain itu, ada nama Anies Baswedan yang mengaku bersedia kembali memimpin Jakarta untuk 5 tahun ke depan.

Belakangan, nama Ridwan Kamil yang juga bekas Gubernur Jawa Barat juga disebut akan berlaga di Pilkada Jakarta yang akan berlangsung November mendatang. Ia digadang oleh Partai Golongan Karya (Golkar).

Pengamat politik, M. Jamiluddin Ritonga menduga munculnya nama Ridwan Kamil untuk mengimbangi popularitas Anies Baswedan.

Alasannya, karena popularitas dan elektabilitas kandidat lain masih jauh di bawah calon presiden Pemilu 2024 itu.

"Karena itu, mau tidak mau harus mengusung Ridwan Kamil maju di Pilgub Jakarta 2024. Sebab, hanya Ridwan Kamil yang popularitas dan elektabilitasnya setara dengan Anies. Dua sosok ini juga sama-sama punya kapasitas yang mumpuni," katanya dalam keterangan kepada Parboaboa, Sabtu (15/6/2024).

Pengajar komunikasi politik di Universitas Esa Unggul ini menilai, dipilihnya Ridwan Kamil untuk maju di Jakarta, alih-alih menempatkannya di Jawa Barat.

Jamiluddin menyebut, Golkar dan sejumlah partai pengusung yang masuk dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) memang ingin menguasai Jakarta, selain tentunya tak ingin Anies punya akses politis lagi. 

"Jadi, kalau Ridwan Kamil maju di Jakarta, Anies tentunya akan punya lawan tanding sepadan. Meskipun harus diakui, Anies sedikit lebih unggul karena sebagai pertahana," kata Jamiluddin.

Ia menyarankan baik Anies Baswedan atau Ridwan Kamil harus bisa mencari figur wakil gubernur yang bisa mendongkrak elektabilitas mereka.

"Ridwan Kamil tampaknya akan dipasangkan dengan Kaesang Pangarep, meskipun Kaesang tak memiliki elektabilitas yang memadai. Untuk menandingi itu, Anies perlu didampingi wakil yang dapat mendongkrak elektabilitasnya," imbuh Jamaluddin Ritonga.

Diketahui beberapa waktu lalu, berkembang wacana duet antara Anies Baswedan-Kaesang Pangarep dan Ridwan Kamil-Kaesang Pangarep menjelang Pilkada Jakarta 2024.

Wacana ini dilontarkan saat Anies berkunjung ke Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta.

Ia pun diketahui mendapat restu dari partai pimpinan Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin itu.

Namun, agar koalisi pengusungnya kuat, dukungan untuk Anies tak hanya PKB, tapi juga harus menggandeng NasDem, PKS dan PDI Perjuangan.

Menurut Ketua DPW PKB Jakarta, Hasbiallah Ilyas, dukungan kepada Anies diberikan usai jajak pendapat di tingkat ranting, cabang dan wilayah. 

Tak hanya itu, PKB juga meminta restu jajaran ulama dan tokoh masyarakat sebelum mantap mendukung Anies. 

Pengurus PKB semua tingkatan pun siap bergerak memenangkan Anies demi masa depan Jakarta, kata Hasbiallah.

Hanya saja, tidak semua menanggapi positif rencana Anies maju kembali di Pilkada Jakarta 2024.

Salah satunya Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman.

Menurutnya, Ridwan Kamil menjadi figur yang tepat dan kuat menantang siapapun di Pilkada Jakarta, termasuk Anies Baswedan.

Habib, begitu ia akrab disapa menilai, warga Jakarta selalu menginginkan sesuatu yang baru, termasuk calon pemimpin.

"Masyarakat Jakarta selalu ingin orang yang tidak terlibat masalah lama," katanya dalam keterangan yang diterima Parboaboa.

Pelaksanaan Pilkada Jakarta ini akan bersamaan dengan Pilkada serentak 36 provinsi dan 508 kabupaten/kota.

Pemungutan suara akan berlangsung pada 27 November 2024.

Pendaftaran pasangan calon akan dilaksanakan pada 24-26 Agustus 2024 dan menetapan pasangan calon pada 22 September 2024.

Masa kampanye pilkada serentak ini akan dimulai pada 25 September hingga 23 November 2024.
 

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS