Kasus Covid-19 Meningkat, IDI Minta Perketat Aturan Pemakaian Masker

Ilustrasi penggunaan masker (Dok: mnews.co.id)

PARBOABOA, Jakarta – Pandemi Covid-19 belum juga usai. Kini, kasus Covid-19 kembali meningkat usai munculnya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5. Kementerian Kesehatan pun memperkirakan, angka kasus Covid-19 akan terus meningkat hingga Juli 2022.

Terkait hal ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) lantas menganjurkan penggunaan masker di area terbuka. Anjuran tersebut mengingat Presiden Joko Widodo sebelumnya telah mengumumkan pelonggaran aturan pemakaian masker di area terbuka dengan kerumunan tidak padat pada pertengahan Mei lalu.

"Kami dari PB IDI memang merekomendasikan agar aturan memakai masker kembali diberlakukan bahkan di ruang terbuka. Kalau sebelumnya pemerintah memberikan kelonggaran bisa membuka masker di ruang terbuka, maka kami dari PB IDI sekarang menganjurkan bahwa itu diubah," ucap anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular Pengurus Besar (PB) IDI dr Erlina Burhan dalam Media Briefing Kewaspadaan Kenaikan Kasus COVID-19 dan Penyakit Menular Lainnya di Sekretariat PB IDI, Jakarta Pusat, Selasa (21/6).

“April masih 200-an, 300-an. Sekarang bulan Juni bahkan sudah di atas angka 1.000. Ini lah yang membuat kami dari IDI minta aturan pakai masker di ruang terbuka itu dilaksanakan kembali. Dengan kata lain dicabutlah statement yang mengatakan boleh membuka masker di ruang terbuka," tutur dr Erlina.

Selain perketat penggunaan masker, Erlina mewakili pihak PB IDI pun memaparkan beberapa rekomendasi tindakan pencegahan Covid-19. Di antaranya:

  • Tetap gunakan masker di ruang terbuka dan di ruang tertutup
  • Tingkatkan kembali kegiatan Tracing and Testing
  • Tingkatkan cakupan vaksinasi termasuk booster
  • Menghimbau para pemangku kebijakan seperti gubernur dan bupati untuk melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster
  • Cakupan vaksinasi anak juga perlu ditingkatkan terutama menjelang PTM 100 persen di tahun ajaran baru
  • Aturan PCR negatif untuk pelaku perjalanan
  • Lakukan Edukasi secara masif dan terus-menerus tentang upaya pencegahan Covid-19 karena pandemi belum berakhir, mengingat masyarakat sudah jenuh dengan pandemi.
  • Tetap patuhi protokol kesehatan Jangan lengah walaupun nanti kasus Covid-19 akan menurun.

Terakhir, Erlina juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menggunakan masker medis, bukan masker kain. Hal tersebut guna mencegah risiko penularan virus Corona khususnya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA. 5.

"Sebaiknya jangan masker kain, seharusnya masker medis. Minimal masker medislah," ujar dr Erlina.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS