Indonesia Telah Melakukan Pembicaraan dengan Negara-negara Afrika untuk Mengekspor Vaksin Covid-19

Paket vaksin Corona Virus Disease (Covid-19) Bio Farma (Foto: Antara/M Agung Rajasa)

PARBOABOA, Jakarta - Indonesia telah melakukan pembicaraan dengan beberapa negara Afrika, termasuk Nigeria, untuk mengekspor dan menyumbangkan vaksin Covid-19 buatan Indonesia, IndoVac.

Persetujuan Indonesia dalam pengembangan vaksin Covid-19 berdasarkan data uji coba terperinci yang belum dipublikasi. Uji coba khususnya didasarkan pada varian Covid-19 sebelum varian omicron mewabah. Langkah Indonesia untuk mengekspor vaksin virus corona buatan dalam negeri menandai kemajuan dalam penelitian vaksin dan sebagai upaya Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

"Dengan Indovac, ini kesempatan Indonesia untuk menyumbang," kata CEO Bio Farma Honesti Basyir, Jumat (7/10/2022).

Bio Farma telah menyerahkan dokumen kepada World Health Organization (WHO) agar IndoVac mendapat persetujuan sebagai vaksin untuk penggunaan darurat (EUL), sehingga  memungkinkan untuk disumbangkan melalui organisasi seperti skema pembagian vaksin global, COVAX.

Sementara itu, Indonesia bisa mengekspor vaksin asalkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat diterima regulasi lokal negara penerima.

“Tidak menutup kemungkinan kita mengekspor, asalkan persetujuan BPOM bisa diterima regulator lokal,” kata Honesti.

Meski dia menambahkan prioritasnya adalah memvaksinasi orang Indonesia terlebih dahulu.

Namun, prospek mengekspor vaksin Covid-19 terlihat terbatas karena pasokan vaksin Covid-19 yang cukup banyak secara global dan IndoVac tidak dikembangkan untuk menargetkan varian Omicron yang dominan.

Negara-negara di Benua Afrika berjuang pada awal pandemi untuk mengamankan vaksin Covid-19, ketika negara-negara kaya menimbun berdosis-dosis vaksin Covid-19. Tetapi sekarang sudah banyak negara yang memiliki persediaan yang banyak dan malah mengalami kesulitan mengelolanya karena keraguan menggunakan vaksin tersebut atau karena isu logistik.

Seperti diketahui, IndoVac dikembangkan bersama dengan Pusat Pengembangan Vaksin Rumah Sakit Anak Texas di Baylor College of Medicine. Akan tetapi vaksin ini masih terbatas pada penggunaan untuk orang dewasa.

Honesti mengatakan, penelitian telah mulai untuk membuat vaksin virus corona yang bisa mencegah penularaan varian omicron. Dia menambahkan pengembangan vaksin Covid-19 IndoVac telah memberi kepercayaan kepada Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

Bio Farma berencana memproduksi 20 juta dosis IndoVac tahun ini, namun pasokan akhir bergantung pada rencana vaksinasi pemerintah.

Diketahui Indonesia telah memvaksinasi lengkap lebih dari 63% dari 270 juta penduduknya dengan vaksin yang dibuat oleh Pfizer/BioNTech (22UAy.DE) , Moderna (MRNA.O) dan Sinovac Biotech (SVA.O) China.

Honesti mengatakan Bio Farma telah berhenti memproduksi vaksin Sinovac tahun lalu dan tidak dalam proses mendapatkan lebih banyak pasokan dari perusahaan China, karena Bio Farma mengalihkan fokusnya ke IndoVac.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS