Inggris Sebut Deltacorn Beneran Ada, Padahal Sebelumnya Disebut Kesalahan Lab

Ilustrasi virus Covid-19 (dok SHUTTERSTOCK)

PARBOABOA, Pematangsiantar - Mutasi virus Covid-19 masih terus terjadi. Saat ini masyarakat di dunia sedang berjuang menghadapi varian Omicron yang menular sangat cepat, hingga menyebabkan lonjakan kasus di sejumlah negara. Di Indonesia sendiri kasus Omicron ini terus saja melonjak naik dan diperkirakan akan sampai pada puncak penularan tertinggi pada bulan Maret mendatang.

Kekhawatiran soal Omicron ini saja belum mereda, peneliti kembali menemukan varian Covid-19 yang diberi nama Deltacorn, alias gabungan dari varian Delta yang mematikan dengan Omicron yang menular dengan sangat cepat.  

Awalnya Deltacorn ini disebut sebagai kesalahan lab dan bukan varian dari Virus Covid-19. Adapun Deltacorn ini pertama kali ditemukan pada akhir awal tahun lalu di laboratorium Siprus, saat itu para ahli menganggap jika varian Deltacorn tersebut terjadi karena kontaminasi lab, bukan munculnya varian baru. Hingga penelitian virus ini akhirnya dihentikan.

Namun peneliti di Inggris menolak pernyataan tersebut dan terus melanjutkan penelitian. Peneliti Inggris tersebut menyatakan jika mereka telah mengidentifikasi seorang pasien yang diduga terpapar kedua varian tersebut. Sehingga saat ini Deltacorn ini telah dimasukkan ke dalam pantauan resmi Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA).

UKHSA menyatakan jumlah pasti kasus Deltacron tidak diketahui, meskipun para ilmuwan pada tahap ini dilaporkan percaya jumlah kasus rendah.

Hingga saat ini UKHSA mengatakan jika varian ini masih terus diamati untuk melihat tingkat keparahan yang disebabakan oleh kombinasi Delta dan Omicron ini. Namun mengutip news.co.uk, varian ini lebih menular daripada bentuk aslinya.

Meski varian Deltacorn ini masih belum diakui oleh WHO, namun WHO mengatakan jika seseorang mungkin saja terpapar dua varian Covid-19 dalam waktu bersamaan.

Karena penelitian mengenai varian Deltacorn ini masih terus berlanjut, dan kepastian menganai penularannya belum terkonfirmasi, maka kita tunggu saja update terbaru dari para peneliti. Namun pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat, pelaksanaan vaksinasi saat ini masih menjadi cara terbaik untuk mencegah paparan virus Covid-19 varian manapun. Jadi ayo lakukan vaksinasi segera dan laksanakan protokol kesehatan dengan baik.  

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS