Pemilu Inggris 2024: Ini Profil 6 Calon Perdana Menteri

Ilustrasi negara dan bendera Inggris. (Foto: Getty Images)

PARBOABOA, Jakarta - Pemilihan umum (pemilu) perdana menteri di Inggris telah berlangsung Kamis (4/7/2024).

Di Inggris, Perdana Menteri adalah orang yang memimpin pemerintahan. Biasanya merupakan pemimpin partai yang memenangkan pemilu.

Perdana menteri bertanggung jawab atas semua kebijakan dan keputusan pemerintah.

Pemilu perdana menteri kali ini diikuti sekitar 50 juta orang warga negara Inggris, warga negara Irlandia atau negara persemakmuran yang memenuhi syarat.

Adapun syarat pemilih yang dapat memberikan suaranya minimal 18 tahun atau lebih dan terdaftar sebagai pemilih. 

Mereka dapat memberikan surat suara secara langsung, melalui pos atau perwakilan di masing-masing kota.

Puluhan juta pemilih ini memilih satu dari 6 calon dari Partai Konservatif, Partai Buruh dan Partai Minoritas.

Diketahui, Partai Konservatif telah berkuasa selama 14 tahun terakhir di Inggris.

Namun, dari jajak pendapat yang baru-baru ini dirilis, Partai Buruh yang diprediksi akan memenangkan Pemilu PM Inggris ini.

Selain petahana, Rishi Sunak yang kembali mencalonkan diri, Pemilu PM Inggris kali ini juga akn diikuti Nigel Farage, Keir Starmer, Ed Davey, Carla Denyer dan John Swinney.

Adapun Rishi Sunak berasal dari Partai Konservatif, Nigel Farage dari Partai Reform UK, Keir Starmer dari Partai Buruh.

Sementara Ed Davey dari Partai Demokrat Liberal, Carla Denyer dari Partai Hijau dan John Swinney dari Partai Nasional Skotlandia.

Partai Demokrat Liberal, Partai Hijau dan Partai Nasional Skotlandia merupakan partai minoritas di Parlemen Inggris.

Berikut Profil Singkat Calon-Calon Perdana Menteri Inggris, dirangkum PARBOABOA dari berbagai sumber.

Rishi Sunak

Rishi Sunak, perdana menteri petahana ini tengah berupaya mendapat kepercayaan dan dukungan yang lebih luas di pemilu tahun ini.

Perdana menteri pertama keturunan Asia (India) dan Hindu pertama ini menggantikan kepemimpinan Liz Truss yang digulingkan hanya 49 hari setelah dilantik sebagai PM Inggris, September 2022.

Selama pemerintahannya, Sunak dianggap berhasil memangkas inflasi Inggris di tengah krisis global. 

Namun, ia juga dianggap gagal memenuhi beberapa janjinya seperti mempercepat layanan kesehatan dan gagal menyelesaikan masalah terkait imigran.

Mengutip AFP, survei pemilu sejauh ini menunjukkan Sunak meraih peringkat persetujuan publik terendah dibandingkan perdana menteri mana pun.

Nigel Farage

Berasal dari Partai Reform UK, Nigel Farage merupakan sosok kontroversial, karena perokok dan penyuka minuman alkohol.

Politikus berusia 60 tahun ini juga seorang penyiar. 

Farage juga dicap sebagai politikus yang sangat anti-Eurosceptic dan paling memecah belah politik di Inggris.

Bahkan, eks Presiden Amerika, Donald Trump menjulukinya sebagai "Tuan Brexit" karena berhasil membujuk mayoritas warga Inggris memilih meninggalkan Uni Eropa dalam referendum 2016 lalu.

Farage saat ini tengah berupaya mempertahankan jabatannya sebagai anggota parlemen Inggris untuk periode ke delapan.

Keir Starmer

Keir Starmer merupakan pemimpin Partai Buruh sekaligus eks pengacara hak asasi manusia (HAM). 

Politikus 61 tahun ini yang digadang-gadang bakal menggantikan Sunak dalam pemilu kali ini.

Mantan kepala jaksa penuntut umum ini banyak mendapat simpati warga karena berhasil mengembalikan Partai Buruh ke pertarungan utama politik di Inggris. 

Starmer bahkan menetapkan enam janji utama yang lebih ramah terhadap elektoral di Inggris, pekan lalu.

Ia menjanjikan stabilitas ekonomi, waktu tunggu layanan kesehatan yang lebih singkat dan komando keamanan perbatasan baru mengatasi imigrasi tidak teratur.

Termasuk janji mendirikan perusahaan energi bersih milik publik, menindak perilaku anti-sosial dengan lebih banyak polisi lingkungan dan merekrut 6.500 guru baru.

Pendukung menggambarkan pria yang lahir dari keluarga kelas menengah ke bawah ini sebagai sosok pragmatis, bermain aman dan cocok membantu Inggris bangkit dari kemerosotan ekonomi.

Namun, mereka yang tidak mendukung Starmer menyebutnya sebagai orang yang gagal memberikan inspirasi selama kampanye.

Davey, Denyer dan Swinney

Meski berasal dari partai minoritas, namun tiga kandidat ini menjadi kunci suara yang dapat menentukan siapa yang akan menang di pemilu kali ini.

Ed Davey (58) berharap partainya dapat menjegal kemenangan Sunak dengan memenangkan beberapa kursi parlemen di pemilu kali ini.

Davey juga tengah berupaya menyalip Partai Nasional Skotlandia untuk menjadikan partainya sebagai partai terbesar ketiga di parlemen.

Carla Denyer (38) merupakan kandidat perdana menteri termuda pada pemilu Inggris kali. Ia hanya berharap partainya memenangkan kursi baru di parlemen.

Sementara John Swinney (60) merupakan menteri pertama Parlemen Skotlandia. Saat ini, partai yang ia pimpin sedang berjuang menangkis kebangkitan Partai Buruh di Skotlandia.
 

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS