Setelah Kuasai 51 Persen Saham, Jokowi Klaim Indonesia Mendapat 70 Persen Pendapatan dari PT Freeport

Presiden Joko Widodo saat berbicara di acara Investor Daily Summit (Foto: Tangkapan Layar Siaran YouTube Sekretariat Presiden)

PARBOABOA, Jakarta - Selain membanggakan mengenai penanganan inflasi di Indonesia yang sangat detail, saat berbicara di Investor Daily Summit, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) juga membahas mengenai pendapatan tambang emas PT Freeport Indonesia yang kini sudah 70 persen masuk ke kantong Republik Indonesia.

Jokowi mengatakan hal ini terjadi karena keberhasilan pemerintah mengakuisisi 51 persen saham perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia itu pada tahun 2018 lalu. Padahal, sejak beroperasi pada tahun 1973 lalu, sebagai pemilik sumber daya, Indonesia hanya mempunyai saham 9 persen atas perusahaan tersebut.

"Setelah kita ambil alih 51 persen, saya kelapangan, saya suruh hitung berapa sih  pendapatan negara yang dihasilkan dari Freeport yang dulunya hanya dapat deviden 9 persen,” ucapnya di Investor Daily Summit, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (11/10/2022).

Jokowi memaparkan 70 persen pendapatan yang ada di Freeport menjadi hak Indonesia bersumber dari pajak, dividen, royalti, bea ekspor, hingga penerimaan negara bukan pajak.

"Setelah ambil alih 51 persen kita dapat pajak, dividen, royalti, bea ekspor, penerimaan negara bukan pajak, saya suruh hitung berapa jumlahnya, 70 persen dari pendapatan yang ada di Freeport," ujarnya

Jokowi Beri Target 2 Tahun untuk Hentikan Impor Aspal

Dalam kesempatan yang sama, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menekankan mengenai penghentian impor aspal, karena Indonesia mempunyai cadangan aspal 662 ton di Buton, Sulawesi Tenggara.

“Kalau nggak ke lapangan nggak ketemu. Saya ke Buton depositnya (cadangan) ada 662 juta ton. Dulu pernah diolah di Button tapi setop katanya aspal impor lebih murah, sehingga 95% aspal kita impor,” kata Jokowi.

Menurutnya, dengan cadangan aspal 662 juta ton tersebut, Indonesia mampu menutupi kebutuhan dalam negeri hingga 120 tahun ke depan, karena kebutuhan aspal Indonesia per tahunnya hanya 5 juta ton.

 “Dua tahun lagi saya kasih waktu. Setop impor, aspal semuanya disuplai dari Buton. Ini kesempatan bangun industri aspal di Buton. Pasarnya jelas ada di dalam negeri sebagian bisa diekspor,” tegas Jokowi.

Dengan potensi tersebut, Jokowi juga mengajak masyarakat untuk berinvestasi di Pulau Buton, karena mempunyai pasar yang jelas dan keuntungan yang menjanjikan.

“Ini kesempatan Bapak Ibu semuanya kalau ingin investasi, segera bangun industri aspal di Buton,” kata Jokowi.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS