Junta Myanmar Bebaskan 6 Ribu Tahanan, Termasuk Mantan Dubes Inggris

Maharani | Internasional | 17-11-2022

Tentara berdiri di samping kendaraan militer protes kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Senin (15/02/2021). (Foto: Reuters)

PARBOABOA, Jakarta – Junta militer Myanmar akan membebaskan hampir 6 ribu tahanan, termasuk mantan Duta Besar (Duta Besar) Inggris Vicky Bowman dan ekonom Australia sekaligus mantan penasihat Aung San Suu Kyi, Sean Turnell.

"Secara keseluruhan, 5.774 tahanan termasuk sekitar 600 tahanan wanita akan dibebaskan," kata militer Myanmar, Kamis (17/11/2022).

Seperti dilansir dari AFP, pada Kamis (17/11/2022), Myanmar berada dalam kekacauan politik dilakukan kudeta pada Februari tahun lalu. Akibatnya, tindakan keras aparat junta Myanmar terhadap para demonstran menyebabkan ribuan orang dipenjara. Puluhan warga negara asing pun ikut terjebak dalam penumpasan tersebut.

Selain itu, terdapat empat jurnalis yang juga ditangkap Junta Myanmar, yaitu Nathan Maung dan Danny Fenster dari Amerika Serikat, lalu Robert Bociaga dari Polandia dan Yuki Kitazumi dari Jepang, mereka semua kemudian dibebaskan dan dideportasi.

Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), setidaknya 170 jurnalis telah ditangkap sejak kudeta, dan hampir 70 orang diantaranya masih ditahan.

Hal itu kemudian mengundang banyak kecaman dan membuat seorang perwira militer senior Myanmar memutuskan untuk membebaskan beberapa tahannya atas dasar “kemanusiaan” sekaligus memperingati “Hari Nasional Myanmar”.

Namun, perwira militer yang tidak disebutkan namanya itu tidak mengatakan kapan para tahanan akan dideportasi.

Tag : #junta militer    #myanmar    #internasional    #bebaskan    #6 ribu tahanan    #dubes inggris    #ekonom australia    #jurnalis   

Baca Juga