Kehadiran Teknologi Virtual Reality di Kelas dan Memahami Konsep Metaversity

Penggunaan VR menciptakan pengalaman pembelajaran yang menarik dan interaktif (Foto:Instagram @xplore/tags/teknologivr)

PARBOABOA, Jakarta - Di era penggunaan teknologi informasi yang semakin luas dalam bidang pendidikan, konsep Metaversity menawarkan sebuah revolusi dengan mengintegrasikan teknologi Virtual Reality (VR) ke dalam lingkungan belajar.

Pembangunan sistem operasi khusus untuk Metaversity ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang VR dan cara integrasinya yang efektif untuk meningkatkan kualitas pengalaman pendidikan.

Virtual Reality (VR) adalah teknologi komputer yang menciptakan lingkungan simulasi. Teknologi ini menghasilkan dunia virtual yang diciptakan oleh komputer di mana pengguna bisa merasakan dan berinteraksi dengan lingkungan tersebut.

Berbeda dengan antarmuka pengguna biasa, VR menempatkan pengguna langsung di dalam pengalaman tersebut.

Pengguna tidak hanya sekedar melihat layar di depan mereka, tetapi benar-benar terbenam dan dapat berinteraksi dengan dunia 3D yang menarik tersebut.

Dengan mensimulasikan indra manusia seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, dan bahkan penciuman, komputer berubah menjadi penghubung antara pengguna dan dunia virtual ini.

Teknologi ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Melalui virtual reality, para siswa bisa belajar sekaligus bermain dalam ruang 3D.

Merilis polteksci, adapun manfaat menggunakan teknologi virtual reality di kelas adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan keterlibatan siswa

Penggunaan VR menciptakan pengalaman pembelajaran yang menarik dan interaktif, yang melibatkan siswa lebih dari metode tradisional.

VR memungkinkan siswa untuk merasakan pembelajaran secara langsung, dengan memasuki lingkungan yang dirancang khusus. Seperti berada di bulan atau menjelajahi kota kuno.

Pengalaman ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga menstimulasi minat belajar dan membantu siswa merasa lebih terhubung dengan materi yang diajarkan.

2. Peningkatan pengetahuan

Dengan VR, siswa mendapat kesempatan untuk mengalami pembelajaran dengan cara yang sangat realistis dan interaktif.  

Teknologi ini memungkinkan siswa untuk 'hidup' di dalam materi pelajaran, membuat pengalaman belajar lebih berkesan.

Hal ini membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik dan lebih mendalam tentang topik yang dipelajari, dengan mengamati dan berinteraksi langsung dengan elemen-elemen pendidikan dalam format tiga dimensi.

Diketahui hal ini dapat meningkatkan retensi informasi dan memperjelas konsep-konsep yang kompleks.

3. Memaksimal hasil belajar siswa 

VR memberikan cara baru dan efektif dalam belajar berdasarkan pengalaman. Melalui simulasi yang realistis, siswa dapat melakukan eksplorasi dan eksperimen dengan berbagai skenario tanpa risiko yang ada di dunia nyata.

Contohnya, berjalan di zaman dinosaurus atau menjelajahi struktur internal jantung manusia memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan dapat meningkatkan pencapaian akademis serta nilai ujian.

4. Pengembangan kolaborasi dan keterampilan sosial

Dalam lingkungan VR, siswa dapat bekerja bersama dalam skenario virtual yang menyenangkan dan mendidik.

VR mendukung pembelajaran kolaboratif dengan memungkinkan siswa untuk berinteraksi dan menyelesaikan masalah bersama dalam setting yang sama, meskipun mereka mungkin berada di lokasi fisik yang berbeda.

Ini menanamkan keterampilan penting seperti komunikasi, kerjasama, dan pemecahan masalah.

5. Pembentukan sikap empati 

VR memiliki kemampuan unik untuk membawa siswa ke dalam pengalaman hidup orang lain.

Dengan menjelajahi kehidupan dalam berbagai setting budaya atau kondisi sosial yang sulit seperti kehidupan para pengungsi. Siswa mendapatkan wawasan yang lebih dalam dan personal.

Pengalaman ini meningkatkan kesadaran sosial dan empati, membuat siswa lebih peka dan responsif terhadap perbedaan dan tantangan yang dihadapi orang lain di dunia nyata.

Penggunaan VR di ruang kelas menawarkan cara inovatif untuk mengatasi keterbatasan pembelajaran konvensional, memberikan pendekatan yang lebih dinamis, mendalam, dan empatik dalam pendidikan.

Memahami  Konsep Metaversity

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep metaverse mulai mendapatkan perhatian luas. Mark Zuckerberg, CEO Facebook, bahkan menganggap metaverse sebagai masa depan dunia internet.

Metaverse adalah sebuah dunia virtual yang meniru kehidupan nyata, di mana orang-orang dapat berinteraksi secara real-time dalam bentuk 3D. Dunia ini juga mencakup unsur-unsur lain seperti mata uang, perdagangan, dan kepemilikan properti.

Metaverse menggabungkan elemen media sosial, permainan daring, Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan cryptocurrency, memungkinkan pengguna untuk berinteraksi secara daring.

Virtual Reality adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk merasakan kehadiran fisik dalam sebuah lingkungan virtual buatan.

Sementara itu, Augmented Reality menggabungkan elemen-elemen virtual seperti objek, suara, dan sensorik ke dalam dunia nyata, seperti yang terlihat pada permainan Pokemon Go, di mana pengguna dapat mencari karakter Pokemon di dunia nyata menggunakan perangkat seluler.

Istilah metaverse pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992 oleh Neal Stephenson dalam novel fiksi ilmiahnya, "Snow Crash." Sejak itu, ide tentang metaverse perlahan mulai diwujudkan.

Pembuatan metaverse memerlukan teknologi 3D, perangkat lunak real-time, dan alat keuangan terdesentralisasi yang berbasis blockchain, yang kini dikenal sebagai cryptocurrency.

Faktor-faktor seperti interoperabilitas data antar dunia virtual, portabilitas data, tata kelola, dan antarmuka pengguna sangat menentukan bagaimana metaverse beroperasi.

Beberapa contoh awal dari konsep metaverse termasuk NFT (non-fungible token), cryptocurrency seperti bitcoin, dan permainan daring seperti Fortnite dan Minecraft.

Di Fortnite, misalnya, pengguna dapat membuat avatar dan mengumpulkan mata uang virtual untuk membeli item dalam permainan.

Dengan demikian, cara kerja metaverse mirip dengan kehidupan nyata, tetapi membutuhkan alat seperti internet dan aplikasi, serta perangkat seperti headset.

Fungsi Metaverse

Virtual Reality bukan hanya tempat untuk berinteraksi dalam bentuk avatar, tetapi juga platform untuk menciptakan dan memonetisasi konten.

Pengguna dapat membuat konten, membagikannya, dan menjualnya untuk mendapatkan cryptocurrency.

Fungsi lain dari metaverse meliputi, sebagai platform baru untuk periklanan merek. Meningkatkan kerjasama tim dan efisiensi kerja. Memudahkan transaksi bisnis dengan cryptocurrency. Mendukung pengembangan kecerdasan buatan dan pemodelan 3D serta rekonstruksi.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS