Kulkas Hibrida Samsung: Inovasi Terkini dengan Teknologi Semikonduktor dan AI

Ilustrasi kulkas hybrid samsung dengan teknologi semikonduktor dan AI (Foto: PARBOABOA/ Defri)

PARBOABOA, Jakarta – Perusahaan-perusahaan teknologi dunia tak henti meluncurkan inovasi terbaru untuk melebarkan sayap bisnis mereka.

Setelah beberapa hari lalu, Apple meluncurkan produk desain ultra yang tipis dan canggih, terkini giliran perusahaan Samsung.

Diinformasikan pada Kamis (20/06/2024) bahwa Samsung Electronics Co. memperkenalkan inovasi terbarunya berupa kulkas hibrida.

Kulkas tersebut memanfaatkan elemen semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi energi dan kinerja. 

Melansir laman Yonhap, kulkas 'Bespoke AI Hybrid' ini mengadopsi teknologi pendinginan hibrida dengan modul Peltier dilengkapi kompresor konvensional. 

Modul Peltier atau termoelektrik adalah perangkat yang mampu menghasilkan efek pemanasan dan pendinginan serta menjaga suhu permukaan. 

Peltier biasanya digunakan pada perangkat berukuran kecil seperti pendingin portabel dan lemari es minibar.

Dengan kata lain, modul tersebut jarang diterapkan pada peralatan besar karena efisiensinya yang lebih rendah. 

Meski demikian, Samsung Electronics berhasil menghadirkan Peltier dalam bentuk kulkas berukuran besar untuk pendinginan.

Inovasi tersebut pertama kali diumumkan oleh Wakil Presiden Samsung Electronics, Wee Hoon. 

Ia menerangkan timnya telah menciptakan inovasi pendingin baru untuk lemari es, yang menggabungkan kompresor dan semikonduktor. 

Cara kerja yang demikian mirip dengan kerja sama antara mesin bensin dan motor listrik pada mobil hibrida.

"Saya yakin, produk ini belum ada tandingannya di pasar internasional," pungkasnya.

Pihak samsung juga menjelaskan bahwa sistem pendingin hibrida mampu mengurangi konsumsi daya pada kulkas.

Sistem yang demikian, disinyalir menjadi salah satu peralatan rumah tangga yang paling banyak menyedot energi. 

Dalam kondisi operasi normal, kompresor inverter AI bekerja sendiri untuk menjaga konsumsi energi agar tetap stabil. 

Namun, ketika diperlukan energi dalam jumlah besar, maka modul Peltier akan menghasilkan pendinginan yang cepat dan efisien.

Lebih lanjut, algoritma AI mampu mengoptimalkan pengoperasian dengan membedakan antara bukaan pintu rutin dan situasi yang membutuhkan pendinginan maksimum. 

Samsung Electronics mengklaim kulkas hibrida barunya mampu meningkatkan efisiensi konsumsi energi hingga 30 persen dibandingkan dengan produk standar tertinggi.

Pihak Samsung juga menegaskan kulkas hibrida berpotensi menghemat biaya listrik pengguna sampai 28.000 won atau sekitar Rp332 ribu per tahun. 

Dengan inovasi ini, Samsung membuktikan komitmennya dalam menghadirkan produk-produk rumah tangga yang tidak hanya canggih, tetapi juga ramah dan hemat energi.

Sejarah Singkat Samsung

Samsung merupakan produsen perangkat elektronik terbesar di dunia dan berpusat di Seocho Samsung Town, Seoul, Korea Selatan.

Perusahaan ini menjadi ikon dari Samsung Group yang merupakan konglomerasi terbesar di Korea Selatan.

Samsung memulai sejarahnya pada 1938 sebagai perusahaan trading yang bertugas mengirimkan ikan kering dan buah-buahan ke Manchuria.

Pendirinya ialah Lee Byung Chull. Lee adalah anak dari keluarga tuan tanah kaya yang menggunakan warisan untuk membuka pabrik beras. 

Usaha pertama itu tidak mencapai kesuksesan, maka ia mendirikan bisnis angkutan truk di Daegu pada 1 Maret 1938 dan diberi nama Cheil. 

Lee rutin mengunjungi Tokyo untuk mempelajari strategi manajemen Jepang dan menghabiskan 80% waktunya dalam merekrut individu-individu yang potensial.

Setelah PD II dan Perang Korea berakhir, Samsung mendapatkan keuntungan lewat program pembangunan kembali Korea dari pemerintah. 

Pelebaran Usaha

Di bawah kepemimpinan Lee, Samsung dengan cepat memperluas usahanya ke industri pembuatan kapal, petrokimia, dan penerbangan.

Samsung kini mengelola puluhan bisnis, termasuk semikonduktor, layanan keuangan, jam tangan, dan bahkan sebuah tim bisbol.

Samsung elektronik merupakan divisi yang paling besar. Ketika Lee meninggal dunia pada 1987, perusahaan Samsung jatuh ke tangan putranya Lee Kun Hee. 

Kini, Hee menjadi orang terkaya di Korea, dengan aset sekitar 3,4 miliar US$. Di tangan Hee, Samsung menyumbang 20% ekspor ke Korea.  

Samsung pertama kali mengeluarkan handphone pada dekade 90-an dan langsung menarik pasar dunia. 

Hingga 1993, Samsung berhasil mengembangkan ponsel ringan SCH-800 GSM, yang juga mendukung pengoperasian jaringan CDMA.

Di tahun-tahun berikutnya, Samsung Group mengembangkan kembali smartphone dan gabungan Mp3 Player.

Kini, Samsung didedikasikan untuk industri 3G, membuat video, kamera, serta desain minimalis sesuai permintaan pasar. 

Meski mengalami pertumbuhan pesat, tapi handphone Samsung masih kalah dari pesaing nomor satu merek Nokia.

Handphone Samsung yang berkembang cukup pesat adalah Samsung Android di mana ia dikenal sebagai produsen android terbesar di dunia. 

Perkembangan Selanjutnya

Awal kesuksesan Samsung di dunia smartphone berawal pada 27 April 2009. Saat itu, Samsung meluncurkan handphone android pertamanya, yakni Samsung i7500. 

Handphone ini menawarkan layar sentuh AMOLED berukuran 3.2 inci. OS yang digunakan adalah OS Android Cupcake 1.5. 

Keberhasilan Samsung di platform Android dimulai dengan peluncuran Samsung Galaxy S. Pada Januari 2011, penjualan ponsel ini bahkan mencapai 10 juta unit.

Capaian tersebut pun merembet pada suksesor dari Galaxi S, diantaranya adalah Samsung Galaxi S II dan Samsung Galaxi S III. 

Tak hanya itu, beberapa handphone Galaxi lainnya pun memperoleh sambutan yang tinggi di pasaran.

Di antaranya terdapat Samsung Galaxy Mini, Samsung Galaxy Young, dan Samsung Galaxy Note.

Samsung juga mengembangkan sistem operasi sendiri yang disebut OS Bada. 

Pada April 2010, Samsung meluncurkan smartphone pertama berbasis OS Bada, yaitu Samsung Wave S8500. 

Ponsel ini dilengkapi prosesor single-core 1 GHz dan GPU Power VR SGX 540.

Samsung Wave S8500 memiliki layar Super AMOLED berukuran 3.3 inci dan mampu merekam video dalam resolusi HD 720p. 

Namun, karena penjualannya kurang memuaskan, Samsung akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengembangan OS Bada.

Mereka lalu beralih untuk mengembangkan handphone dengan OS Tizen yang menurut rencana akan diluncurkan pada 2013 lalu. 

Selain itu, Samsung juga memiliki smartphone lain yang menggunakan sistem operasi Windows Phone 7.

Namun demikian, tingkat penjualan handphone ini masih belum bisa menyaingi tingkat penjualan Samsung Galaxi.

Handphone Samsung Android banyak dicari konsumen karena banyak faktor, diantaranya spesifikasi dan fitur yang selalu ter-update. 

Desain handphone Samsung selalu elegan dan tampak mewah jika dilihat secara cermat. 

Samsung dilengkapi sejumlah teknologi terbaru, baik sistem operasi dan spesifikasi maupun fitur-fitur yang lengkap.

Dengan kelengkapan demikian, Samsung berusaha mengikuti perkembangan teknologi modern dan memastikan kepuasan pengguna terhadap produk-produknya.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS