Pengertian La Nina, Lengkap Penyebab, Dampak, Cara Mengantisipasi, dan Perbedaannya dengan El Nino

Ilustrasi fenomena La Nina (Foto: Freepik/wirestock)

PARBOABOA – La Nina adalah salah satu fenomena iklim alam yang berdampak besar pada cuaca global. Fenomena ini merupakan kebalikan dari El Nino.

Saat La Nina terjadi, suhu permukaan laut (SML) di Samudra Pasifik tengah dan timur lebih dingin dari rata-rata normalnya.

Fenomena ini memiliki dampak yang luas dan seringkali terjadi perubahan cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat La Nina terjadi, pendinginan SML dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

Lalu, apa penyebab La Nina? Dan bagaimana dampaknya? Penjelasan selengkapnya akan dibahas lewat tulisan di bawah ini.

Apa itu La Nina?

Ilustrasi La Nina (Foto: Wikipedia)

Dilansir dari buku yang berjudul Mengenal La Nina dan El Nino Serta Dampaknya Terhadap Pertanian Indonesia, yang ditulis oleh Farzan Ghazi, La Niña atau La Nina adalah fenomena turunnya suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik. Ini menyebabkan suhu di wilayah tersebut menjadi lebih rendah daripada daerah sekitarnya.

Akibatnya, ekosistem laut terpengaruh. Penurunan suhu ini mengubah cara nutrisi tersebar di laut. Hal ini akan mengakibatkan banyak hewan laut harus bermigrasi ke daerah dengan suhu yang lebih dingin.

Sementara itu, menurut nationalgeographic, Istilah La Niña sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang artinya "anak perempuan".

Fenomena ini biasanya ditandai dengan peningkatan intensitas hujan yang tinggi. Hal ini dikarenakan adanya pendinginan suhu yang terjadi di Samudera Pasifik.

Proses Terjadinya La Nina

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, saat La Niña datang, angin pasat akan bertiup lebih kuat dari biasanya. Hal ini menyebabkan lebih banyak air hangat terdorong ke arah Asia.

Sebaliknya, di dekat pantai barat Amerika, terjadi apa yang disebut "upwelling" atau naiknya air dingin dari kedalaman laut akibat perubahan arus. Akibatnya, air dingin naik ke permukaan dan menyebabkan suhu udara turun tajam, seperti yang disampaikan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration.

Selama periode La Niña, musim dingin di belahan bumi selatan terasa lebih hangat. Sebaliknya, di belahan bumi utara, musim dingin terasa lebih dingin.

Penyebab La Nina

Ilustrasi Penyebab La Nina (Foto: Wikipedia)

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya La Niña adalah sebagai berikut, yaitu:

1. Angin Pasat yang Kuat

Angin pasat bergerak dari timur ke barat di wilayah ekuator. Angin ini mendorong air hangat dari wilayah barat Samudera Pasifik ke wilayah timur, menyebabkan penumpukan air hangat di wilayah barat dekat Asia dan Australia.

Hal ini menyebabkan perbedaan suhu muka laut antara wilayah barat dan wilayah tengah-timur Samudera Pasifik.

2. Timbulnya Air Dingin

Akibat terdapat penumpukan air hangat di wilayah barat Pasifik, air yang lebih dingin dari lapisan bawah laut akan naik ke permukaan di wilayah tengah-timur Pasifik. Hal tersebut menyebabkan suhu permukaan laut di wilayah tersebut menjadi lebih dingin dari biasanya.

3. Gelombang Rossby

Gelombang Rossby adalah gelombang atmosfer yang bergerak di sepanjang batas antara air hangat yang ditumpuk di wilayah barat Samudera Pasifik dan air yang lebih dingin di wilayah tengah-timur.

Gelombang ini dapat memperkuat fenomena ini dengan membantu mentransfer efek suhu muka laut dingin di wilayah tengah-timur ke seluruh Samudera Pasifik.

4. Interaksi Atmosfer-Laut

Perubahan suhu muka laut di wilayah tengah-timur Pasifik juga berinteraksi dengan atmosfer, mempengaruhi pola angin dan tekanan atmosfer. Interaksi ini dapat mempengaruhi pola cuaca dan iklim global di berbagai wilayah di seluruh dunia.

Dampak La Nina Terhadap Indonesia

Dampak La Nina terhadap Indonesia adalah peningkatan curah hujan (Foto: Freepik/@Freepik)

BMKG menjelaskan fenomena ini menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia. Seberapa kencang dampaknya tergantung dari derajat fenomena anti-El Niño, baik itu lemah, sedang atau berat.

Pada kondisi yang berat, fenomena ini dapat mengakibatkan berbagai bencana alam seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Oleh sebab itu, masyarakat harus lebih waspada jika terjadi fenomena ini.

Perlu diingat bahwa fenomena anti-El Niño ini tidak selalu terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Biasanya, dampaknya hanya dirasakan di beberapa wilayah tertentu saja.

Namun, umumnya La Niña biasanya memiliki dampak yang sangat terasa pada kota dan daerah yang memiliki sistem drainase yang kurang efisien, seperti Jakarta. Sebuah hujan berkepanjangan dalam beberapa jam saja sudah cukup untuk menyebabkan banjir di kota ini.

Sementara itu, menurut Kementerian Kesehatan RI, dampak fenomena iklim ini juga berpengaruh pada masalah kesehatan yang meningkat seiring dengan meningkatnya risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Penyakit-penyakit menular yang terkait dengan air, seperti diare, demam tifoid, kolera, disentri, leptospirosis, dan hepatitis A, menjadi lebih berisiko terutama di daerah yang rawan banjir.

Di sektor pertanian, fenomena iklim ini dapat memiliki dampak positif atau negatif. Dampak negatifnya mencakup kerugian materiil akibat banjir di lahan pertanian. Namun, dampak positifnya adalah bahwa daerah pertanian tidak perlu khawatir tentang masalah kekurangan air selama musim kemarau.

Dampak Positif dan Negatif La Nina

Adapun dampak positif dan Negatif anti- El Niño adalah sebagai berikut

1. Dampak Negatif

Salah satu dampak negatif La Niña adalah banjir dan tanah longsor yang lebih sering terjadi. Peningkatan curah hujan yang diakibatkan oleh La Niña dapat menyebabkan sungai meluap dan membanjiri wilayah-wilayah yang rawan banjir. Selain itu, tanah yang jenuh air menjadi lebih mudah longsor, yang dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur dan ancaman bagi keselamatan manusia.

Dampak negatif lainnya adalah kekeringan yang terjadi di wilayah lain. Meskipun beberapa wilayah dapat mengalami peningkatan curah hujan, tetapi ada juga wilayah yang mengalami kekeringan karena pergeseran pola curah hujan akibat La Niña.

2. Dampak Positif

Melansir dari situs BMKG, selain memiliki sisi ancaman, fenomena anti-El Niño ini memiliki dampak positif yang dapat dimanfaatkan seperti panen hujan dan surplus air tanah, peningkatan produktivitas pertanian yang memerlukan banyak air, dan pemanfaat telaga yang muncul selama tahun basah untuk budidaya ikan air tawar semusim

Cara Antisipasi Fenomena La Nina

Mengantisipasi fenomena La Nina di Indonsia adalah dengan membuat terowongan pengendali banjir (Foto: Kementrian PUPR)

Beberapa cara mengantisipasi fenomena La Nina adalah sebagai berikut

  • Mengaktifkan Satgas Penanggulangan Bencana Pusat melakukan monitoring terhadap semua infrastruktur yang ada di Indonesia agar bisa mengetahui volume banjir yang bisa ditampung
  • Melibatkan Satgas penanggulangan Bencana di BBWS/BWS seluruh Indonesia
  • Melaksanakan Standar Operasi Prosedur (SOP)yang telah ditetapkan, seperti penggunaan bendungan, kolam retensi, terowongan pengendali banjir, pompa pengendali banjir, dan bendung karet.

Pemantauan La Nina

Melansir dari situs nationalgeographic, Untuk memantau fenomena El Niño dan La Niña, para ilmuwan menggunakan berbagai teknologi modern. Salah satu lembaga yang berperan penting dalam pemantauan ini adalah Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA).

Mereka menggunakan jaringan pelampung yang ditempatkan di sekitar 70 lokasi, mulai dari Kepulauan Galapagos hingga Australia. Pelampung ini mengukur berbagai parameter seperti suhu permukaan laut, suhu udara, arus, angin, dan kelembaban.

Data yang dikumpulkan oleh pelampung ini dikirimkan secara rutin kepada para peneliti dan ahli meteorologi. Selain itu, informasi visual dari satelit juga digunakan untuk memperkuat analisis dan pemahaman tentang fenomena ini.

Apa Beda La Nina dan El Nino?

Perbedaan La Nina dan El Nino (Foto: neefusa.org)

Fenomena La Niña ini kadang-kadang mengikuti periode El Niño, yang muncul dalam interval yang tidak teratur sekitar dua hingga tujuh tahun. Efek lokal cuaca yang diakibatkan oleh La Niña biasanya berlawanan dengan yang terjadi pada El Niño.

La Niña dapat menyebabkan musim hujan di Indonesia, namun berbeda dengan El Nino. El Nino adalah fenomena di mana suhu permukaan laut di wilayah tengah Samudera Pasifik mengalami pemanasan di atas kondisi normal.

Dalam bahasa Spanyol, arti La Nina adalah "gadis kecil," sedangkan El Niño berarti "anak laki-laki." Oleh karena itu, La Niña juga dikenal sebagai anti-El Niño atau El Viejo yang berarti "orang tua."

Demikianlah informasi terkait La Nina yang mungkin belum kamu ketahui. Dampaknya yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan manusia tidak dapat diabaikan.

Namun, dengan pemantauan yang cermat dan langkah-langkah antisipatif yang tepat, semua orang dapat meminimalisir kerugian yang ditimbulkannya.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS