Masih 45 Hari Menjabat, Liz Truss Undur Diri Sebagai PM Inggris

Potret Liz Truss saat menghadiri konferensi pers di Downing Street Briefing Room pada Jumat (14/10/2022) di London. (Foto: AP/Daniel Leal)

PARBOABOA, Jakarta – Liz Truss memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris hari ini, Kamis (20/10/2022). Hal itu dilakukannya usai menjabat selama 45 hari.

Berbicara di luar pintu kantor perdana menteri Downing Street Nomor 10, Truss mengaku bahwa dia tak mampu membalikan situasi perekonomian negara itu yang kini mengalami inflasi mencapai diatas 10%.

"Namun saya mengakui, mengingat situasinya, saya tidak dapat menjalankan mandat yang diberikan kepada saya oleh Partai Konservatif. Karena itu, saya telah berbicara dengan Yang Mulia Raja untuk memberi tahu dia bahwa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif," kata Truss dikutip dari CNBC International.

Ia juga sempat meminta maaf atas kesalahan kebijakannya yang menyebabkan banyak investor kabur sehingga krisis ekonomi kian buruk di tengah ancaman resesi.

Sebagai informasi, Truss sebelumnya menerapkan sejumlah kebijakan ekonomi yang cukup kontroversial bagi para elite Inggris.

Seperti pada 23 September lalu, Truss mengumumkan strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang stagnan selama beberapa tahun terakhir. Strategi itu mencakup pemangkasan tarif pajak hingga 45 persen dan meningkatkan pinjaman pemerintah.

Hal itu tenyata memicu gejolak keuangan sehingga menyebabkan nilai mata uang pound terpuruk dan mengguncang pasar keuangan. Tak hanya itu, Bank Sentral Inggris sampai-sampai harus melakukan intervensi untuk mencegah dana pensiun terseret dalam kekacauan tersebut.

Dengan kemunduran ini, Inggris harus mencari orang yang layak untuk menjadi perdana menteri. Ketua Partai Konservatif, Jake Berry mengatakan, pemungutan suara untuk menentukan pengganti Liz Truss akan dilakukan pekan depan.

"Dia mengonfirmasi sudah harus melakukan pemungutan suara dan menyimpulkan pemilihan kepemimpinan hingga hari Jumat tanggal 28 Oktober," kata Brady, seperti dilansir The Guardian.

"Jadi kami harus memiliki pemimpin baru sebelum laporan fiskal yang akan berlangsung pada 31 Oktober," sambungnya.

Seperti yang kita ketahui, Liz Truss resmi terpilih menjadi PM Inggris menggantikan posisi Boris Johnson pada Senin, 5 September 2022 lalu. Ia diumumkan menjadi Perdana Menteri setelah memenangkan kontes kepemimpinan internal dari Partai Konservatif yang berkuasa.

Dilansir dari Kantor berita AFP, Liz Truss mengalahkan saingannya, Rishi Sunak, dengan 81.326 suara (57 persen) berbanding 60.399 suara (43 persen).

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS