Mengenal 15 Negara Pecahan Uni Soviet dan Faktanya

Negara Pecahan Uni Soviet (Foto: detik)

PARBOABOA - Mungkin anda sudah pernah mendengar sebuah negara yang bernama Uni Soviet. Di masa sekarang, uni soviet sudah tidak ada lagi dan sudah menjadi negara yang terpecah-pecah. Namun, Uni Soviet pernah menjadi negara yang kuat dan ditakuti oleh banyak negara.

Sejarah Singkat Uni Soviet

Sejarah negara Uni Soviet atau yang bisa disebut juga dengan United Socialist Soviet Republic  yang disingkat menjadi USSR dimulai pada tahun 1917. Anggota revolusional kiri radikal ini telah menggulingkan Tsar Nicholas II, yang keluarganya telah memerintah negara Rusia selama berabad-abad.

Setelah berdirinya Uni Soviet, mereka sudah berganti kepemimpinan berkali-kali. Terhitung sejak Uni Soviet berdiri, negara ini sudah memiliki delapan pemimpin sebelum akhirnya terpecah pada tahun 1991.

Setelah usai perang, situasi ekonomi Uni Soviet perlahan mulai memburuk dan akhirnya pada tanggal 31 Desember 1991, Uni Soviet runtuh dan terpecah menjadi 15 negara seperti yang dikenal sekarang. Berikut adalah negara negara pecahan uni soviet yang masih ada sampai saat ini.

1. Armenia

Armenia merupakan negara yang sebenarnya terletak di Benua Asia, namun dianggap sebagai negara Benua Eropa layaknya negara Turki.

Armenia masuk ke dalam kategori negara berkembang, yang mengandalkan sektor pertambangan dan ekspor logam mulia seperti perunggu, perak, maupun emas. Selebihnya, ekonomi Armenia berkembang dari masyarakat yang bekerja di luar negeri.

2. Azerbaijan

Azerbaijan juga memiliki sistem pemerintahan republik dan demokratik layaknya Armenia, dan masih dikategorikan sebagai negara berkembang.

Meskipun begitu, mayoritas penduduk Azerbaijan memeluk agama Islam. Azerbaijan menggunakan bahasa Turki sebagai bahasa nasional mereka.

Sektor gas alam menjadi kontributor terbesar dalam perekonomian Azerbaijan. Sekitar 80% hasil ekspor dari Azerbaijan merupakan minyak dan gas alam, baik itu dalam bentuk mentah maupun sudah dalam bentuk jadi. Selain sektor gas alam, Azerbaijan juga cukup mengandalkan sektor agrikultur.

3. Belarus

Belarus adalah salah satu negara pecahan Uni Soviet yang tetap menggunakan bahasa Rusia sebagai bahasa utama mereka.

Sektor utama perekonomian negara ini adalah mengekspor minyak dan gas, umumnya produk yang sudah diolah.. Mereka juga banyak mengekspor bahan-bahan dasar seperti karet, plastik, dan logam yang sudah dibentuk.

4. Estonia

Berbeda dengan mayoritas negara pecahan Uni Soviet, Estonia termasuk ke dalam  kategori negara maju karena pertumbuhan ekonominya yang cukup baik.

Estonia mengandalkan berbagai macam sektor untuk memajukan ekonomi mereka. Namun, sektor industri merupakan sektor utama perekonomian mereka. Banyak bahan maupun produk jadi industri yang Estonia ekspor ke negara lain, seperti mobil, peralatan elektronik, hingga bahan-bahan bangunan.

5. Georgia

Hampir 89% penduduk Georgia memeluk agama Kristen. Ini dikarenakan pada abad ke-4, Negara ini sempat dikuasai oleh Aleksander Agung yang merupakan sosok penguasa agung pada masa itu. DIketahui Aleksander Agung merupakan penganut agama Kristen dan menyebarkan ajarannya tersebut.

6. Kazakhstan

Kazakhstan adalah negara yang berada di Benua Asia. Mayoritas masyarakat Kazakhstan ini merupakan salah satu negara pecahan uni soviet yang beragama islam. Negara ini merupakan satu-satunya negara terbesar tanpa perbatasan laut. Negara ini juga memiliki sistem pemerintahan republik seperti banyak negara pecahan Uni Soviet lainnya.

7. Kirgistan

Kirgistan adalah negara lain yang terletak di Benua Asia Tengah.  Negara ini memiliki cukup banyak kesamaan dengan negara Kazakhstan. Di antaranya adalah mayoritas penduduknya yang memeluk agama Islam, negara tanpa perbatasan laut, serta sistem politik republiknya.

Kirgistan banyak mengandalkan sektor pertambangan. Ekspor terbesar dari negara ini adalah emas, perak, dan perunggu.

8. Latvia

Layaknya Estonia, Latvia juga tergolong sebagai negara maju di Eropa dan dunia.

Ada berbagai macam sektor yang diandalkan oleh negara republik ini untuk menyokong perekonomian mereka seperti mengekspor kayu, peralatan elektronik, obat-obatan, hingga minuman beralkohol.

9. Lithuania

Lithuania memiliki sejumlah sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi negara mereka. Mayoritas penduduk di negara ini memeluk agama Kristen Katolik.

Di Eropa, Lithuania menjadi salah satu negara yang banyak mengekspor berbagai macam kebutuhan negara lain seperti bahan elektronik, obat-obatan, minyak atau bensin dan sparepart mobil.

10. Moldova

Moldova merupakan salah satu negara yang paling miskin di Eropa. Bahkan, negara ini juga termasuk ke dalam salah satu dari beberapa negara pecahan Uni Soviet termiskin. Negara ini masih sangat mengandalkan sektor agrikultur untuk menjadi sektor utama perekonomian mereka. 

11. Russia

Rusia merupakan salah satu negara anggota G7 yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian terkuat di dunia. Negara dengan sistem pemerintahan republik namun tetap memiliki otoritas layaknya diktator ini juga mengandalkan berbagai macam sektor untuk menyokong perekonomian mereka.

Rusia mempunyai sumber daya alam dan manusia untuk mendukung roda perekonomian mereka. Sektor pertambangan, sektor pertanian, sektor minyak dan gas, bahkan sektor turisme, menunjang perekonomian negara ini.

12. Tajikistan

Tajikistan juga banyak mengekspor logam mulia ke negara lain. Beberapa jenis logam mulia yang diekspor seperti emas, perunggu, alumunium, dan zinc. Tajikistan juga terkenal dengan usaha agrikulturnya dan memiliki beberapa sumber pangan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

13. Turkmenistan

Turkmenistan juga termasuk ke dalam kategori negara berkembang. Keadaan ekonomi Turkmenistan ini juga masih dianggap yang terendah dan dapat dibilang kurang baik.

Turkmenistan mengandalkan sektor minyak dan gas alam sebagai sektor utama perekonomian mereka. Negara ini sempat menjadi negara dengan Hak Asasi Manusia (HAM) terburuk dibandingkan negara lain. Ini dikarenakan mereka tidak memperlakukan kaum minoritas, pers, dan kebebasan beragama dengan baik.

14. Ukraina

Ukraina merupakan negara pecahan Uni Soviet terbesar setelah Rusia. Meskipun begitu, Ukraina dan Rusia memiliki konflik yang belum terselesaikan dan bahkan sampai berperang satu sama lain.

Ukraina mengandalkan sektor gas alam dan agrokultural sebagai sektor utama perekonomian mereka.

15. Uzbekistan

Uzbekistan mengandalkan sektor minyak, dikarenakan lokasinya yang berada di Asia Tengah yang memang kaya akan minyak bumi. Mereka juga merupakan salah satu pengekspor kapas terbesar di Asia. Oleh karena itu, perekonomian negara dengan mayoritas penduduk muslim ini terus berkembang tiap tahunnya.

Meskipun demikian, HAM di Uzbekistan ternyata juga tidak cukup baik seperti di Turkmenistan. Tetapi, perlahan Uzbekistan mencoba memperbaiki HAM mereka agar kebutuhan HAM masyarakat bisa terpenuhi.

Setelah terpecah dari Uni Soviet, ada tujuh negara pecahan uni soviet yang masuk NATO. Negara-negara itu yaitu Estonia, Latvia, Lituania, Bulgaria, Rumania, Slovakia dan Slovenia.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS