Mengenal Kutu Air: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Cara Pencegahannya!

Penyakit Kutu Air (Foto: Instagram/@minyakkutus.88)

PARBOABOA - Kutu air atau yang dikenal juga sebagai tinea pedis (athlete's foot) merupakan suatu infeksi jamur menular yang umumnya tertajdi pada kulit kaki, terutama pada sela-sela jari kaki. Penyakit ini adalah dermatofitosis yang  paling umum disebabkan oleh kondisi lembap pada kaki karena keringat yang mendukung pertumbuhan jamur.

Kutu air biasanya dialami oleh orang yang kurang menjaga kebersihan kaki, jarang mengganti kaus kaki, sering menggunakan sarana publik seperti pemandian umum, kamar mandi umum. Masalah Kesehatan ini dapat memburuk dan menyebar ke bagian tubuh yang lain,serta menyebabkan peradangan pada kelenjar getah bening jika tidak segera ditangani dengangan tepat.

Terdapat tiga jenis utama dari kutu air yakni infeksi selaput jari kaki, infeksi jenis Moccoasin, dan infeksi veksikular. Infeksi jari kaki umumnya terjadi pada bagian selaput di antara jari-jari kaki. Kondisi tersebut ditandai dengan kulit bersisik yang mengelupas pada kaki.

Nah, untuk mengenal lebih jauh tentang kutu air atau tinea pedis, Yuk simak pembahasan lebih lanjut di artikel ini!

Penyebab Kutu air

Melansir dari Healthline, kutu air terjadi ketika jamur tinea tumbuh di kaki. Kamu dapat tertular jamur melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, atau dengan menyentuh permukaan yang terkonetamniasi jamur.

Seperti yang kita ketahui, jamur tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan hangat, seperti di kamar mandi, sekitar kolam renang, ruang ganti. Penyakit kulit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin dan usia. Namun, pada orang dewasa cenderung lebih berisiko terkena kutu air.

Berikut beberapa faktor yang meningkatkan resiko terkena kutu air yaitu:

1. Menggunakan sepatu yang ketat dan tertutup

2. Membiarkan kaki basah dalam waktu yang lama

3. Mengunjungi tempat-tempat umum tanpa alas kaki, terutama ditempat-tempat lembap

4.Terdapat luka pada jari atau kuku jari kaki

5. Tidak menjaga kebersihan kaki

6. Kaki sering berkeringat dan tidak segera dikeringkan.

Gejala:

Umumnya gejala penyakit kutu air ditandangi dengan gejala gatal pada sela-sela jari kaki. Namun, terdapat beberapa gejala lain saat terinfeksi kutu air yang meliputi:

1. Kuku kaki berubah warna menjadi lebih tebal dan mudah rapuh

2. Iritasi seperti gatal, sensai panas, terbakar, dan menyengat di antara jari-jari kaki.

3. Kulit melepuh dan lecet karena gatal pada kaki.

4. Timbul cairan dari area kuli kaki yang ditumbuhi oleh jamur

5. Kulit kaki pecah-pecah dan mengelupas

Pengobatan Kutu air

Cara mengobati kutu air adalah dengan mengoleskan krim antijamur yang dijual bebas di pasaran, seperti Miconazole, econazole atau Clotrimazole. Pengobatan dengan krim antijamur ini dapat berlangsung selama 2 hingga 4 minggu.

Jika gejala tidak membaik, umumnya dokter akan memberikan krim antijamur lain yang tidak dijual bebas, seperti terbinafine cara mengobati kutu air. Cara lain dalam pengananan kutu air adalah merendam kaki dengan air garam atau cuka yang telah diiencerkan, agar lepuhan kulit cepat mengering.

Pencegahan Kutu Air

Berikut ini adalah beberapa cara pencegahan Kutu Air, yakni:

1. Jaga kebersihan kaki secara rutin

2. Gunakan alas kaki saat ke sarana publik seperti pemandian umum atau toilet umum

3. Rutin mencuci sepatu dan gunakan setelah kering

4. Hindari berbagi pakai barang pribadi, seperti handuk dan sepatu

5. Jangan memakai sepatu dengan bahan sintetis seperti vinil atau karet, karena cenderung lembab dan tidak menyerap keringat.

6. Gunakan juga kaus kaki dengan bahan yang dapat menyerap keringat

7. Upayakan kaki agar selalu keringg dan tidak lembap.

8. Cuci kaus kaki, seprai, dan handuk dalam air dengan suhu 60 derajat Celsius.

Demikianlah informasi terkait Kutu Air yang bisa parboaboa rangkum, jangan lupa jaga kebersihan kaki yah!

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS