Pertamina Perluas Uji Coba QR Code untuk Beli Solar Subsidi ke-13 Kabupaten/Kota

Pembatasan pembelian Solar subsidi menggunakan Subsidi Tepat MyPertamina akan diperluas ke 13 kabupaten/kota di Indonesia pada Senin, 6 Februari 2023. (Foto: Parboaboa/Rini)

PARBOABOA, Jakarta – PT Pertamina kembali memperluas pemberlakuan pembelian Solar subsidi dengan menggunakan QR code dari Subsidi Tepat MyPertamina ke-13 kabupaten/kota mulai Senin (6/2/2023).

Program ini dimulai sejak 26 Desember 2022 di 71 kota/kabupaten, kemudian bertambah menjadi 131 kabupaten/kota per 26 Januari 2023. Lalu menjadi 180 kabupaten/kota per kabupaten/kota per 30 Januari, hingga saat ini program ini sudah diterapkan di 193 kabupaten/kota.

Dilansir dari laman resmi MyPertamina,13 kabupaten/kota yang baru menjalankan program ini, yaitu Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Kaur, Kepahiang, Kotawaringin Barat, dan Lamandau. Kemudian, Lebong, Muko Muko, Rejang Lebong, Seluma, Sukamara, dan Bengkulu.

Pembelian solar subsidi menggunakan QR code dilakukan untuk membatasi pembelian BBM bersubsidi setiap harinya.

Saat ini pembatasan Solar subsidi berdasarkan volume untuk transportasi darat, yakni kendaraan pribadi pelat hitam maksimal 60 liter per hari. Sedangkan angkutan umum orang atau barang roda 4 dijatah 80 liter per hari dan angkutan umum roda 6 sebanyak 200 liter per hari.

Adapun, bagi masyarakat yang ingin membeli Biosolar, tapi tidak memiliki QR Code masih dapat membeli bio solar dibatasi 20 Liter/ per hari.

Jika satu kendaraan sudah mencapai pembelian kuota maksimal harian, maka secara otomatis sistem MyPertamina akan mendeteksi kendaraan tersebut tidak bisa lagi mengisi Solar di SPBU yang sama maupun SPBU lain.

Editor: Rini
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS