Apa Itu Phobia? (Dok: National Geographic Indonesia)

Phobia Adalah: Pengertian, Jenis Jenis, Penyebab, Gejala Hingga Cara Mengatasi

Sondang | Kesehatan | 18-05-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar – Apakah kamu memiliki ketakutan berlebihan akan sesuatu hal? Jika ya, itu namanya phobia. Apa itu phobia? Apa saja jenis-jenisnya? Yuk simak penjelasan berikut hingga tuntas!

Apa Itu Phobia

Fobia atau phobia adalah rasa takut berlebihan, terus menerus, tidak realistis pada suatu objek, orang, hewan, aktivitas hingga situasi. Kondisi ini termasuk ke dalam salah satu jenis ganggun kecemasan.

Namun, phobia tidak bersifat sementara melainkan kondisi permanen, yang dapat menyebabkan reaksi fisik dan stres psikologis.

Maka dari itu, orang dengan fobia sebisa mungkin mencoba menghindari segala pemicu rasa takutnya. Jika dipaksa berhadapan dengan pemicu rasa takutnya, penderita fobia bisa merasakan kecemasan dan stres luar biasa.

Jenis Jenis Phobia

Secara umum, phobia dibagi menjadi tiga bagian, yakni phobia sosial, agorafobia dan fobia spesifik. Berikut penjelasannya.

1. Fobia sosial

Fobia social atau sering disebut dengan kecemasan sosial merupakan rasa takut berlebihan yang terjadi ketika sedang berada dalam situasi sosial. Misalnya, ketika akan bertemu dengan orang baru, berbicara di depan orang banyak, bahkan berbelanja.

Saat berada di kalangan sosial, orang dengan phobia ini akan merasa cemas secara berlebihan dan merasa takut dihina atau dipermalukan oleh orang lain, sehingga membuatnya menghindari situasi sosial.

Fobia sosial umumnya disebabkan oleh adanya pengalaman sosial yang kurang menyenangkan, sifat pemalu, atau trauma psikologis di masa kanak-kanak.

2. Agorafobia

Agorafobia adalah jenis fobia yang menyebabkan penderitanya harus menghindari tempat dan situasi tertentu yang bisa membuat dirinya takut, panik, dan tak berdaya.

Penderita agoraphobia biasanya akan takut meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, takut terhadap tempat yang membuatnya sulit lari atau menyelamatkan diri, seperti di dalam lift atau mobil, serta takut jika berada sendirian di tengah keramaian.

Dalam kondisi yang sudah parah, agorafobia bisa sampai membuat penderitanya memilih untuk berada di rumah saja karena merasa aman.

3. Fobia spesifik

Fobia spesifik adalah ketakutan luar biasa dan menetap terhadap suatu benda, hewan, situasi, atau aktivitas tertentu. Berikut beberapa contoh jenis fobia spesifik:

- Hemophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada darah.

- Ablutophobia, yaitu rasa takut berlebihan saat sedang mandi

- Arachnophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada laba-laba.

- Cynophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada anjing.

- Ophidiophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada ular.

- Claustrophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada ruang tertutup atau sempit.

- Glossophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan untuk berbicara di depan orang banyak.

- Acrophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada ketinggian

- Anuptaphobia, yakni rasa takut yang terhadap kesendirian (tidak bisa hidup sendiri) atau tak memiliki pasangan hidup.

- Astraphobia, yakni rasa takut yang berlebihan pada petir atau kilat

- Pagophobia, yakni rasa takut berlebihan pada es atau benda yang dingin dan beku.

- Pogonophobia, yakni rasa takut berlebihan pada jenggot

- Nomophobia, yakni rasa takut berlebih saat berada jauh atau tidak menggunakan gadget

- Trypophobia, yakni rasa takut berlebihan saat melihat lubang yang saling berdekatan

- Nyctophobia, yaitu rasa takut yang berlebihan pada malam atau gelap. Untuk fobia ini sering kali dialami oleh anak-anak.

Penyebab Phobia

Hingga saat ini, penyebab terjadinya phobia atau fobia belum juga diketahui dengan pasti. Meski demikian, sejumlah studi telah menemukan beberapa hal yang dapat menyebabkan fobia, sebagai berikut:

1. Pengalaman

Salah satu penyebab phobia adalah berawal dari pengalaman, dimana pengalaman tersebut tentunya bukan pengalaman yang baik.

Pengalaman tersebut akhirnya menyebabkan trauma sehingga menimbulkan fobia terhadap situasi, objek, atau tempat tertentu.

Misalnya, pengidap pernah mengalami turbulensi yang sangat parah saat berada di dalam pesawat, kondisi ini bisa memicu fobia naik pesawat atau berada di ruang yang tertutup.

2. Lingkungan

Selanjutnya, fobia juga disebabkan oleh kondisi lingkungan sekelilingnya. Misalnya, kamu memiliki orangtua atau kerabat dekat dengan kondisi fobia tertentu, hal ini tentu bisa memengaruhi kamu juga.

3. Stres

Stres juga disebut dapat memicu kondisi cemas dan depresi. Hal ini bisa menurunkan kemampuan kamu untuk beradaptasi dengan situasi maupun tempat yang memicu stres.

Jika kondisi stres tidak diatasi dengan baik, kondisi ini menyebabkan cemas dan depresi yang lebih buruk dari sebelumnya. Inilah yang kemudian dapat memicu fobia pada situasi atau tempat tertentu.

Gejala Phobia

Saat fobia menyerang, pengidap tidak hanya merasa takut saja, sebab fobia juga bisa menyebabkan pengaruh pada kondisi fisik. Berikut beberapa gejala fisik yang bisa dialami pengidap fobia.

- Disorientasi atau bingung.

- Pusing dan sakit kepala.

- Dada terasa sesak dan nyeri.

- Sesak napas.

- Detak jantung meningkat.

- Tubuh gemetar dan berkeringat.

- Telinga berdengung.

- Sensasi ingin selalu buang air kecil.

- Mulut terasa kering.

Cara Mengatasi Phobia

Nah, setelah mengetahui jenis-jenis hingga gejalanya, kini saatnya kita mengupas cara mengatasi phobia. Meski bersifat permanen, phobia masih bisa diatasi dengan beberapa metode, yakni:

1. Terapi perilaku kognitif

Terapi ini dilakukan dengan mengeksplorasi ketakutan penderita lalu dicari teknik paling pas untuk mengatasinya.

Lewat beberapa sesi terapi, terapis akan membantu penderita mengendalikan rasa takut untuk menguasai pikiran dan perasaan.

2. Terapi pemaparan

Terapi ini mirip dengan terapi perilaku kognitif dengan fokus mengubah respons fisik dan mental dalam menghadapi fobia.

Terapis ini akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan menunjukkan foto sumber fobia, mengarahkan penderita berdiri di dekat sumber fobia, memegang atau mengakses sumber fobia.

3. Terapi obat

Terapi obat diberikan kepada penderita jika memiliki fobianya sampai menyebabkan stres hebat dan tidak bisa mengerjakan psikoterapi.

Biasanya, dokter akan memberikan obat antikecemasan dan obat penenang untuk mengurangi gejala fobia.

Meski terlihat tak nyata, phobia ternyata dapat menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan kecemasan yang hebat. Maka dari itu, jika kamu mengalami salah satu dari phobia di atas, segera lakukan pengobatan untuk mencegahnya semakin parah.

Tag : #phobia    #fobia    #kesehatan    #gangguan kecemasan    #stres    #ketakukan berlebihan   

Baca Juga