Revisi Adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Cara Menyenangkan Menyelesaikannya

Ilustrasi Revisi (Foto: Pexels.com)

PARBOABOA – Revisi adalah kata yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dalam dunia pendidikan. Istilah ini akan sering kamu temui ketika memasuki proses penyelesaian tugas akhir mahasiswa.

Revisi dalam kuliah adalah sesuatu yang sering membuat mahasiswa frustasi karena tugas akhir menjadi syarat memperoleh gelar.

Secara garis besar, tujuan utama adanya revisi yaitu untuk memperbaiki tugas dan pekerjaan, baik itu tulisan dalam buku, karya ilmiah, proposal perusahaan, dan laporan lainnya.

Sehingga bila diartikan, revisi adalah tahapan untuk memperbaiki tugas maupun pekerjaan yang butuh perbaikan demi menggapai hasil yang diharapkan.

Pengertian Revisi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian revisi adalah peninjauan (pemeriksaan) kembali untuk perbaikan.

Perbaikan tersebut dilakukan dalam upaya memodifikasi ke arah yang lebih baik. Itu sebabnya, tugas akhir maupun pekerjaan sering direvisi untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan atau sesuai standar.

Sedangkan kata revisi dalam penulisan buku adalah aktivitas pasca penulisan, yang mana seseorang meneliti ulang atau mengkaji lebih dalam mengenai tulisan yang dibuatnya untuk memastikan apakah ada kesalahan atau tidak.

Jenis-jenis Revisi

Revisi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu revisi teknis, non-teknis, dan revisi ulang. Pembagian tersebut didasari oleh kegiatan dan tujuan utama dari masing-masing jenis revisi.

Adapun penjelasannya sebagai berikut:

  • Revisi teknis: jenis perbaikan langsung yang membahas isi-isi penting dari suatu pekerjaan atau karya ilmiah yang diajukan. Revisi ini terjadi jika hasil akhir atau kesimpulan kurang memberikan hasil memuaskan.
  • Revisi non-teknis: jenis perbaikan yang memiliki makna untuk memperbaiki atau meninjau hal-hal kecil dari sebuah pekerjaan. Jenis revisi ini lebih memfokuskan pada pemilihan kata, penggunaan tanda baca, dan struktur yang digunakan dalam karya tulis.
  • Revisi ulang: jenis perbaikan yang membuat ulang seluruh pekerjaan dari awal, dengan tujuan mencapai akhir yang diinginkan (bukan seperti semula). Revisi ini cukup melelahkan karena harus mengulang secara keseluruhan.

Tujuan Revisi

Sebenarnya, apa sih tujuan revisi? Mengapa hal ini menjadi salah satu dilema mahasiswa ketika mengerjakan tugas akhir?

Tujuan revisi adalah memperbaiki dan melakukan perubahan agar menjadi lebih baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Dalam aktivitas akademik, tujuan utama revisi adalah mendorong mahasiswa memiliki standarisasi dalam penulisan karya ilmiah yang baik dan sesuai kaidah.

Tahapan revisi ditetapkan sesuai dengan kebijakan lembaga masing-maing. Sebagai contoh, dikutip dari Proses Verifikasi & Pengumpulan Tugas Akhir Fikom Universitas Budi Luhur, revisi Tugas Akhir di fakultas tersebut memiliki aturan sebagai berikut:

  • Proses perbaikan/revisi Tugas Akhir dilakukan antara mahasiswa dan dosen penguji atau pembimbing melalui Email/WhatsApp/Google meet dan sebagainya
  • Batas waktu revisi tetap sesuai dengan ketentuan, yaitu 7 hari atau satu minggu setelah dinyatakan lulus dalam sidang TA
  • Dosen pembimbing dan penguji diharapkan melakukan control kualitas pada TA mahasiswa sebelum dinyatakan final revisi
  • Jika berkas TA sudah selesai direvisi, selanjutnya berkas TA diupload dalam bentuk pdf melalui web
  • Kemudian pembimbing dan penguji memastikan file TA yang sudah selesai direvisi telah diunggah oleh mahasiswa dan memverifikasinya
  • Batas waktu verifikasi dosen dosen maksimal 5 hari setelah selesai revisi
  • Tugas Akhir yang sudah diverifikasi oleh dosen pembimbing ataupun dosen penguji selanjutnya akan akan diverifikasi kembali oleh Kaprodi
  • Jika Kaprodi masih menemukan kesalahan/kekurangan, Prodi akan menghubungi dosen pembimbing untuk meneruskan pada mahasiswa, kemudian melakukan perbaikan dan upload ulang sesuai dengan ketentuan sebelumnya
  • Perpusatakaan akan melakukan Verifikasi Final dari TA yang masuk pada system perpustakaan sebagai dasar bahwa TA tersebut siap untuk publikasi selanjutnya

Tahapan dalam Menulis

Revisi juga sering ditemui dalam tahapan kepenulisan agar tulisan fokus dengan perencanaan. Tahapan dalam menulis dapat membantu kamu mengetahui kesalahan dalam sebuah pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan.

Tahap menulis selanjutnya adalah proses bagaimana penulis merekam, menghasilkan ide, dan menyempurnakannya menjadi isi teks.

Tahapan menulis dibagi menjadi 5, yaitu:

  1. Pratulis
  2. Pembuatan/Draffting
  3. Revisi
  4. Penyuntingan/Editing
  5. Publikasi

Cara Menyenangkan Mengerjakan Revisi

Jangan jadikan revisi sebagai hal yang memusingkan. Kamu bisa melakukannya dengan cara yang menyenangkan, sehingga kamu tidak akan merasa kesulitan saat mengerjakannya.

Adapun beberapa cara yang bisa kamu lakukan seperti:

1. Membuat Catatan yang Ingin Direvisi

Jika dosen memberikan perintah revisi secara lisan, upayakan untuk merekam ataupun mencatat poin-poin penting yang dibicarakan.

Kemudian jika dosen memberikan perintah revisi secara tertulis pada kertas skripsi/tugas akhir yang kamu kumpulkan, rangkumlah secara menyeluruh bagian-bagian yang perlu direvisi. Kamu juga bisa menggunakan stabilio untuk menandai bagian mana saja yang perlu perbaikan.

2. Membuat Agenda Revisi

Mahasiswa seringkali merasa dipusingkan dengan proses revisi. Padahal, revisi adalah hal yang lumrah untuk dijalani demi menggapai suatu kaidah atau standar penulisan.

Saat dosen memberikan perintah revisi, catat lah apa saja yang nantinya akan kamu lakukan, sehingga proses revisi lebih terstruktur.

Agendakan kegiatan yang perlu kamu lakukan saat memulai hingga mengakhiri proses revisi. Misalnya, mencari jurnal online, membeli buku, menemui dosen lain, mencari informasi di lapangan, dan sebagainya.

3. Baca sebelum Menulis

Agar revisi berjalan dengan lancar, upayakan membaca dahulu sebelum menulis atau mengetik. Baca hasil skripsi atau tugas akhir yang kamu kerjakan sebelumnya. Karena saat kamu membaca, kamu akan memahami apa saja yang menjadi kekurangan karya ilmiahmu.

Bedah bagian-bagian yang perlu direvisi, dan kalau bisa baca buku atau jurnal yang ingin kamu jadikan sebagai referensi.

4. Ciptakan Suasana yang Tepat

Konsentrasi diperlukan saat mengerjakan revisi. Maka dari itu, ciptakanlah suasana yang bisa membuatmu berkonsentrasi penuh seperti mencari tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan, putar musik yang bisa membuatmu lebih bersemangat, dan jauhkan diri dari handphone.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa revisi adalah proses perbaikan dalam tugas akhir maupun pekerjaan di dunia seni kreatif. Kamu hanya perlu menemukan cara menyenangkan untuk menyelesaikannya daripada memusingkannya.

Itulah penjelasan tentang pengertian revisi lengkap dengan jenis-jenis, tujuan, dan cara menyenangkan menyelesaikannya. Semoga bermanfaat!

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS