5000 Warga Kota Medan lakukan Skrining Massal Gratis untuk Cegah TBC

Penyebaran penyakit TBC jadi salah satu tantangan kesehatan yang dihadapi Kota Medan. Oleh karena itu guna dilaksanakan skrining massal terhadap ribuan orang (Foto:mudanews.com)

PARBOABOA, Medan - Cegah Penyebaran TBC, Dinas Kesehatan Kota Medan dan ERHA melaksanakan skrining (penyaringan) massal secara gratis kepada 5.000 warga di Kantor Kecamatan Medan Petisah, Rabu (30/12/2022).

Berdasarkan data Indonesia Tuberculosis Information System, per tahun 2021 terdapat lebih dari 18.900 kasus TBC di Kota Medan, sedangkan di Indonesia terjadi sebanyak 301 insiden per 100.000 penduduk dengan angka kematian sebesar 34 kasus per 100.000 penduduk.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Medan, Pocut Fatima Fitri menjelaskan pentingnya memberikan edukasi langsung bagi masyarakat terkait kedisiplinan dalam mengonsumsi obat TBC dan cara pencegahannya.

“Dalam kesempatan seperti ini, memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat sangat bermanfaat guna menjaga kedisiplinan dalam mengonsumsi obat TBC dan cara pencegahannya,” ucap Pocut dalam keterangannya, Rabu (30/11/2022).

Pocut mengatakan, salah satu strategi yang mereka terapkan dalam mencapai target eliminasi tuberkulosis 2030 adalah peningkatan peran komunitas, mitra dan multisektor,” katanya.

Ia berharap melalui kolaborasi yang dilakukan hari ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan.

“Harapan saya, melalui kerjasama kami hari ini masyarakat menjadi lebih sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan khususnya pada kategori penyakit menular seperti Tuberkulosis,” ujarnya.

Sementara itu, Andreas Bayu Aji selaku Chief Corporate Affairs Arya Noble (ERHA) mengatakan, pihaknya akan berkomitmen dan berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kulalitas hidup dengan mencegah penyebaran TBC.

“Kami selalu percaya kualitas hidup yang baik menjadi faktor kunci dalam menyelesaikan masalah sosial yang terjadi. Screening TBC massal bersama Dinas Kesehatan Kota Medan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata yang kami harap dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi 5.000 pasien yang diperiksa, namun juga bagi orang-orang di sekelilingnya,” kata Andreas.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, diharapkan masyarakat dan pemangku kepentingan dapat tercipta keselarasan dalam memberantas isu dan masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS