Rusia Luncurkan Robot Maker Penghancur Tank Leopard 2 Jerman dan Abrams AS

Rusia akan meluncurkan Robot Maker buatannya yang mampu menghancurkan tank tempur utama buatan Jerman dan Amerika Serikat (AS) yang bakal dikirim ke Ukraina, pada Jumat (27/01/2023) (Foto: Roscosmos)

PARBOABOA, Moskow - Rusia akan meluncurkan Robot Maker buatannya yang mampu menghancurkan tank tempur utama buatan Jerman dan Amerika Serikat (AS) yang bakal dikirim ke Ukraina, pada Jumat (27/01/2023). Mantan direktur jendral badan antariksa Federal Rusia Roscosmos Dmitry Rogozin memaparkan hal tersebut kepada Sputnik.

Pada, Rabu (25/01/2023), Washington dan Berlin mengumumkan mereka siap menyediakan tank M1 Abrams dan Leopard 2 untuk Kiev dalam beberapa bulan mendatang. Keputusan itu diambil saat Rusia melanjutkan operasi militer Khususnya di Ukraina.

Rogozin mengatakan sistem kontrol robot menampilkan katalog elektronik dengn gambar target rentang yang terlihat dan infamerah, yang membantu Marker secara otomatis mendeteksi perangkat keras militer musuh.

“Misalnya, segera setelah pengiriman tank Abrams dan Leopard ke pasukan Ukraina dimulai, Marker akan dilengkapi dengan gambar elektronik yang sesuai untuk mendeteksi dan menghancurkan tank AS dan Jerman dengan peluru kendali anti-tank,” kata Rogozin.

Dia mencontohkan Marker juga dapat mengutamakan target musuh saat berada di depan.

Sebelumnya, Mantan kepala Roscosmos itu mengungkapkan pada Februari, empat robot Marker akan dikirim ke wilayah Donbass, di mana mereka diharapkan bisa segera beroperai setelah melalui sejumlah pengujian.

Rogozin mengatakan setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Jerman Boris Pitorius mengumumkan keputusan Berlin mengirim 14 tank Leopard 2 ke Ukraina.

Setelah itu, Presiden AS Joe Biden menerangkan Washington akan mengirimkan 31 tank Abrams ke Kiev. Namun, Kedutaan Besar Rusia di Jerman memperingatkan Keputusan yang sangat berbahaya ini (oleh Berlin) menggeser konflik Ukraina ke tingkat kebuntuan yang baru.”

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada bagiannya menjelaskan kepada wartawa bahwa pasokan senjata ke Ukraina oleh negara-negara Barat membuktikan keterlibatan mereka secara langsung dan terus meningkat dalam konflik tersebut.

“Ada pernyataan konstan dari ibu kota Eropa dan dari Washington bahwa pengiriman berbagai sistem senjata, termasuk tank, ke Ukraina sama sekali tidak berarti keterlibatan negara-negara ini atau aliansi dalam permusuhan yang terjadi di Ukraina. Kami sangat tidak setuju dengan ini," terang Peskov.

Moskow telah berulang kali memperingatkan AS dan sekutunya mengirimkan bantuan militer ke Kiev justru memperpanjang konflik Ukraina.

Selanjutnya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan negara-negara NATO “bermain api” dengan memasok senjata ke Kiev, dan setiap konvoi senjata ke Ukraina akan menjadi target yang sah bagi pasukan Rusia.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS