Ikuti Amerika, Sejumlah Negara Serukan Warganya Untuk Segera Tinggalkan Ukraina

Ilustrasi bendera Ukraina (dok unsplash)

PARBOABOA, Ukraina - Ketegangan antara Rusia dan Ukraina semakin memanas dan meningkatkan kekhawatiran akan invasi yang akan dilakukan Rusia, kepada negara tetangganya tersebut. Terlebih lagi jumlah pasukan Rusia yang ditempatkan di perbatasan kedua negara semakin bertambah. Menurut laporan dari Amerika Serikat, saat ini setidaknya sudah ada 130 ribu tentara Rusia yang bersiaga di perbatasan.

Meski selama ini Rusia selalu membantah akan melakukan invasi. Namun kekhawatiran negara-negara dunia tetap saja meningkat mengingat perang bisa saja pecah kapan saja.  

Amerika sebelumnya telah mengeluarkan seruan kepada warga negaranya agar segera meninggalkan negara tersebut. Bahkan pasukan negeri Paman Sam juga sudah ditarik dengan alasan keamanan.

Langkah dari Amerika ini langsung diikuti oleh sejumlah negara di dunia. Kanada juga telah menarik pasukannya ke wilayah lain di Eropa pada Minggu (13/2).

Sejumlah negara seperti Jerman, Italia, Inggris, Irlandia, Belgia, Luksemburg, Belanda, Kanada, Norwegia, Estonia, Lithuania, Bulgaria, Slovenia, Australia, Jepang, Israel, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk segera meninggalkan negara tersebut, karena khawatir jika perang benar-benar terjadi, warga negara mereka tidak sempat dievakuasi dari negara tersebut.

Negara tetangga Indonesia, Singapura juga mengikuti langkah tersebut dan meminta warganya segera meninggalkan Ukraina. Kementerian Singapura mengatakan, jika negaranya tidak memiliki misi diplomatik di Ukraina. Sehingga tidak ada jaminan bahwa Singapura akan berada dalam posisi yang bisa membantu warga Singapura meninggalkan negara itu jika konflik terjadi.

Sedangkan Indonesia sampai saat ini masih belum mengeluarkan imbauan yang sama, namun Kementrian Luar Negeri Indonesia masih memantau kondisi di Ukraiana. Saat ini diketahui ada 148 WNI di negara tersebut, namun jika kondisi memburuk, WNI akan segera dievakuasi dari sana.

Ketegangan kedua negara ini semoga saja tidak berakhir dengan perang dan seluruh permasalahan dapat diselesaikan secara diplomatik tanpa adu kekuatan.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS