Subvarian Terbaru Omicron Centaurus BA.2.7.5 Terdeteksi di Indonesia

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (Kompas)

PARBOABOA, Pematangsiantar – Kasus Covid-19 di Indonesia meningkat pada pekan ketiga Juli 2022. Ancaman yang kini harus dihadapi adalah subvarian terbaru Omicron, yakni BA.2.7.5 atau Centaurus.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan, ada tiga kasus subvarian Omicron BA.2.7.5 yang ditemukan di Indonesia.

“Kami juga meng-update ke Bapak Presiden ada sub varian baru yang namanya BA.2.75 yang sekarang sudah beredar di India mulainya dan sudah masuk ke 15 negara. Ini juga sudah masuk di Indonesia, satu ada di Bali karena kedatangan luar negeri, dua ada di Jakarta. Ya kemungkinan besar transmisi lokal sedang kita cari sumbernya dari mana," kata Menkes, Senin (18/07/2022),

Menurut laporan, subvarian baru ini merupakan generasi kedua dari subvarian BA.2. Para ahli mengatakan varian ini masih terus diawasi karena memiliki potensi membuat peningkatan kasus berikutnya.

World Health Organization (WHO) mengumumkan, varian BA.2.7.5 dikategorikan sebagai Variant of Concern (VOC) Lineage Under Monitoring (LUM). Artinya, varian ini sedang berada dalam pengawasan ketat oleh WHO.

Pajabat WHO Maria Van Kerkhove mengungkapkan, pihaknya mengalami kesulitan untuk melacak subvarian terbaru ini, lantaran kurangnya pengawasan Covid-19 di dunia.

“Kemampuan kami untuk melacak varian bergantung pada pengawasan virus, pengujian yang sedang berlangsung, dan urutan yang dilakukan dan dibagian sehingga para ilmuwan di seluruh dunia dapat mengaksesnya,” jelasnya.

Ada kabar baik dari Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, ia mengatakan subvarian Omicron BA.2.7.5 belum terbukti menyebabkan infeksi serius.

"Belum ada bukti yang menunjukkan subvarian ini menyebabkan penyakit yang lebih serius ketimbang subvarian lainnya. Bahkan beberapa ahli menyebut BA.2.75 itu subvarian yang paling tidak mematikan," katanya beberapa waktu lalu.

Gejala Covid-19 subvarian Omicron Centaurus yang ditimbulkan mirip dengan varian Omicron sebelumnya, yaitu mengalami demam, kelelahan, sakit kepala, batuk, dan pilek. Sementara itu, gejala lainnya berupa kehilangan penciuman (anosmia), kehilangan rasa (ageusia), muntah, dan diare.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS