Menkes Ungkap Vaksinasi Lansia di Indonesia Masih Rendah

Menkes anjurkan lansia agar segera laksanakan vaksinasi

PARBOABOA, Jakarta - Tingkat vaksinasi kepada warga lanjut usia di Indonesia masih rendah, hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Vaksinasi menyasar sebanyak 21 juta orang lansia, namun baru sekitar 7 juta lansia yang sudah diberikan vaksin. Artinya masih ada sekitar 14 juta sasaran lagi yang harus segera mendapatkan vaksin Covid-19.

Penyebab rendahnya vaksinasi lansia disebabkan oleh beberapa alasan seperti takut dan ada yang tidak mendapat dorongan dari pihak keluarga untuk segera vaksinasi. Padahal kelompok lansia masuk dalam daftar prioritas vaksinasi di Indonesia, karena potensi terpapar sangat tinggi.

''Masih banyak yang belum divaksinasi, ada yang memang takut ke rumah sakit, tidak diajak anggota keluarganya atau enggan keluar rumah. Sehingga, mesti dibantu untuk diyakinkan agar mereka bisa segera divaksinasi,'' ujar Budi seperti dikutip dari laman resmi Kemkes.go.id, Senin, 11 Oktober 2021.

Menkes Budi juga mendorong anggota keluarga untuk lebih proaktif memberikan pemahaman kepada orang tuanya maupun anggota keluarga yang usia lanjut supaya mau divaksinasi. Edukasi dan sosialisasi secara intensif dari anggota keluarga maupun orang terdekat seputar manfaat dan pentingnya vaksinasi diharapkan dapat menguatkan tekad mereka mendapatkan vaksin.

"Para lansia umumnya memiliki ketergantungan dengan anak-anaknya. Dukungan anak-anaknya akan sangat membantu meringankan kekhawatiran lansia terhadap efek ikutan pasca imunisasi," pungkasnya

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kelompok lanjut usia memiliki faktor risiko hingga 60 kali lipat lebih parah dibandingkan anak-anak. Bahkan, selama pandemi tercatat kelompok yang memerlukan perawatan di rumah sakit didominasi lansia.

''Dari data kami orang yang terpapar Covid-19 masuk RS dan wafat paling besar yang usianya di atas 60 tahun. Jadi, kalau ada kakek dan neneknya yang belum divaksin, cepat-cepat dibawa ke sentra vaksinasi,'' ujar Menkes.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS