Mengenal Vertigo: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Vertigo (Foto: Pinterest/ Tua Saude)

PARBOABOA - Vertigo adalah kondisi dimana penderitanya merasa seolah-olah lingkungan disekitarnya berputar atau bergerak. Kondisi ini juga dapat terjadi secara tiba-tiba pada seseorang. Pada kasus yang parah, kondisi ini dapat menghambat aktivitas sehari-hari, seperti kehilangan keseimbangan dan disorientasi (kebingungan). Bahkan, dapat menyebabkan pengidapnya terjatuh.

Vertigo bukanlah salah satu jenis penyakit, melainkan gejala yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Gejala ini sering terjadi pada orang yang sudah berusia di atas 20 tahun.

Nah, untuk mengenal lebih jauh tentang Vertigo , Yuk simak pembahasan lebih lanjut di artikel ini!

Jenis Vertigo

Vertigo terbagi atas dua jenis, Yaitu:

1. Vertigo Perifer

Vertigo Perifer merupakan jenis yang paling umum terjadi. Penyebab dari kondisi ini karena gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh.

2. Vertigo sentral

Vertigo sentral merupakan vertigo yang terjadi karena adanya masalah pada otak. Bagian otak yang paling berdampak akibat penyakit ini adalah otak kecil.

Penyebab Vertigo

Berbagai kondisi dapat menyebabkan seseorang mengalami vertigo, yang biasanya melibatkan ketidakseimbangan di telinga bagian dalam atau masalah dengan sistem saraf pusat. Dilansir dari Medical News Today, berikut ini beberapa kondisi paling umum yang menyebabkan vertigo.

a. Labirinitis

Gangguan ini terjadi ketika infeksi menyebabkan peradangan labirin telinga bagian dalam, tepatnya di dalam area ini terdapat saraf vestibulocochlear. Saraf ini mengirimkan infromasi ke otak tentang gerakan kepala, posisi, dan suara. Selain pusing, orang dengan gangguan ini juga bisa mengalami gangguan pada pendengaran, tinitus, sakit kepala, sakit telinga dan perubahan pada penglihatan.

b. Penyakit Meniere

Penyakit meniere menjadi penyebab vertigo karena adanya penumpukan cairan di telinga bagian dalam.

Penyakit ini cenderung terjadi pada orang yang sudah berusia 40-60 tahun. Penyebab dari penyakit ini tidak jelas, tetapi kemungkinan karena terjadi penyempitan pembuluh darah, infeksi virus, atau reakis autoimun. Ada juga kemungkinan dari faktor genetik atau warisan dari keluarga.

c. Kolesteatoma

Kolesteatoma merupakan tumot non-kanker yang tumbuh dan berkembang di telinga tengah. Umumnya hal ini terjadi karena infeksi berulang.

Saat tumbuh di belakang gendang telinga, kondisi ini dapat merusak struktur tulang telinga tengah, yang menyebabkan gangguan pendengaran dan pusing.

d. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)

Organ otolith merupakan strukutur di dalam telinga bagian dalam yang mengandung cairan dan partikel kristal kalsium karbonat.

Pada orang dengan BPPV, kristal-kristal ini menjadi copot dan jatuh ke kanal setengah lingkaran. 

Disana, Setiap kristal yang jatuh menyentuh sel-sel rambut sensorik di dalam cupula dari kanal setengah lingkaran selama gerakan.

Akibatnya, otak menerima informasi yang tidak akurat tentang posisimu dan terjadilah sensai berputar.

c. Neutiris Vestibular

Kondisi ini hampir mirip dengan labrinitis, tetapi tidak mempengaruhi pendengaran seseorang. Neutiris Vestibular menyebabkan vertigo yang mungkin menyertai penglihatan kabur, mual dan perasaan tidak seimbang.

Gejala Vertigo

Salah satu gejala vertigo yang paling umum adalah rasa pusing yang biasanya memburuk dengan gerakan kepala. Gejala tersebut biasanya digambarkan oleh pengidapnya sebagai sensasi berputar, dengan ruangan atau benda di sekitar mereka tampak bergerak.

Selain itu, ada beberapa gejala lain yang dapat terjadi pada penderita vertigo, seperti:

  • Peningkatan keringat
  • Mual dan muntah
  • Nyeri Kepala
  • Sulit memfokuskan penglihatan
  • Kehilangan keseimbangan
  • Telinga terasa berdengung
  • Keluhan pusing dipengaruhi perbuahan posisi

Umumnya serangan awal vertigo terjadi selama beberapa jam. Kondisi ini dapat kambuh jika tidak mendapatkan penanganan secara tepat.

Cara Mengobati Vertigo

a. Rehabilitas vestibular

jika vertigo terjadi karena adanya masalah telinga bagian dalam, jenis terapi fisik ini dapat membantu menguarngi gejala. Selain itu, Rehabilitasi vestibular juga dapat membantu memperkuat indra yang lain.

b. Penggunaan obat

dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk membantu meredakan gejala seperti Antibiotik, Antihistamin, Prochlorperazine, Benzodiazepines, Desloratadine, Cinnarizine.

c. Canalith repositioning procedure (CRP)

Jika seseorang mengidap BPPV, manuver reposisi canalith dapat dilakukan. Perawatan ini bertujuan untuk membantu memindahkan endapan kalsium ke ruang telinga bagian dalam.

d. Pembedahan

Ketika vertigo disebabkan oleh masalah mendasar yang serius, seperti tumor otak atau cedera leher, pembedahan mungkin perlu dilakukan.

Cara Mencegah Vertigo

Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah gejala-gejala vertigo muncul, yaitu:

  • Menghindari gerakan secara tiba-tiba agar tidak terjatuh
  • Gunakan beberapa bental agar posisi kepala saat tidur menjadi lebih tinggi
  • Bagi pengidap penyakit Meniere, batasi pemakaian garam dalam menu sehari-hari.
  • Segera duduk jika vertigo menyerang
  • Menghindari gerakan jongkok dan membungkuk

Nah, demikianlah informasi terkait Vertigo. Semoga penjelasan kami bermanfaat untuk kamu!

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS