Bakal Diresmikan, Budayawan Beberkan Makna Monumen Covid 19 di Jabar

Bakal Diresmikan, Budayawan Beberkan Makna Monumen Covid 19 di Jabar

Sondang | Nasional | 08-11-2021

PARBOABOA, Bandung – Pembangunan monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 di Bandung, Jawa Barat telah selesai dan akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 10 November 2021. Peresmian tersebut bertepatan saat peringatan Hari Pahlawan.

Budayawan sekaligus dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Dian Hendrayana menilai monumen perjuangan melawan pandemi Covid-19 sebagai bukti bahwa kita tidak akan melupakan pengorbanan tenaga kesehatan.

Sebelumnya, Pemda Provinsi Jawa Barat berencana membangun monumen yang didedikasikan sebagai pengingat perjuangan tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19 di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Kota Bandung.

"Yang sering terjadi dalam kehidupan kita adalah kita kerap melupakan jejak, karena kita terlalu terperangah ke arah masa depan. Padahal masa depan berawal dari masa lalu. Proses dan perjuangan yang dengan susah payah dilakukan di masa lampau sering kali terabaikan," ujar Dian, Senin (8/11).

Oleh karena itu, menurut Dian Hendrayana, monumen ini akan selalu terpaut pada saudara kita yang mati syahid dalam peperangan melawan Covid-19 .

"Tenaga kesehatan yang tiap tetes peluhnya bertukar dengan degup kematian, sikap sosial yang memunculkan peradaban baru meskipun bersifat temporal, atau belajar disiplin dalam menghadapi dan menghindari kematian," ungkapnya.

Dian menambahkan monumen ini menjadi saksi bisu, bahwa masyarakat di Jawa Barat pernah dihadapkan pada suasana dan situasi sulit yang telah memakan banyak nyawa.

"Hati, pikiran, lelembutan kita sejatinya telah diikat agar kita selalu ingat akan sebuah situasi dan masa-masa sulit atas munculnya Covid-19, melalui berdirinya monumen yang tegak dan menjulang ini," sebut Dian.

Dian juga menghubungkan berdirinya monumen ini dengan puisi berbahasa Sunda karya Saini KM yang menjadi relief Monumen Perjuangan Rakyat di kawasan Dipatiukur.

"Lebih pas lagi, jika disambungkan dengan puisi karya Saini KM yang terpatri di dinding Monju yang intinya memberi pesan kepada generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan" ujarnya.

Selain itu, melaui monumen masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut diajak untuk sama-sama merenungkan dan terus berupaya meminimalisasi kasus Covid-19 di Jabar.

Dalam monumen tersebut terdapat nama-nama para tenaga kesehatan, relawan maupun ASN yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Jabar yang dipahat di dua sisi kiri dan kanan gerbang monumen.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha, Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jabar merupakan bagian dari kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar. Ada empat segmen.

Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 sendiri termasuk segmen pertama bersama dengan Kawasan Gasibu dalam areal Welcome Plaza. Sementara segmen kedua adalah Griya Kriya atau tempat promosi, Segmen ketiga Ruang Festival, dan Segmen keempat adalah Monumen Perjuangan Rakyat Jabar di Jalan Dipatiukur sebagai induknya.

Tag : makna monumen covid 19, bandung, jokowi, monumen nasional, covid 19, nasional

Berita Terkait