Angin Duduk: Gejala, Penyebab dan Pengobatan yang Efektif

Angin Duduk (Foto: Siloam Hospitals)

PARBOABOA - Angin duduk atau Angina pectoris adalah salah satu jenis penyakit jantung yang umum terjadi dan dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Kondisi ini terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen, yang dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada dada, yang bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Angina pectoris dapat diakibatkan oleh penyempitan arteri koroner akibat penumpukan plak lemak. Pada artikel ini, Parboaboa akan membahas lebih lanjut tentang penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan angina pectoris. Dengan memahami lebih lanjut tentang kondisi ini, kita dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung dan mencegah terjadinya masalah kesehatan yang lebih serius.

Gejala Angin Duduk

Nyeri pada Dada(Foto:Siloam Hospitals)

Angin duduk biasanya menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada dada, terutama di belakang tulang dada atau di bawah tulang dada. Rasa sakit ini dapat dirasakan seperti tekanan, kejang, atau terbakar.

Beberapa orang juga melaporkan bahwa rasa sakit menyebar ke leher, bahu, atau lengan kiri. Serangan angina biasanya terjadi saat aktivitas fisik atau emosional meningkat, tetapi dapat juga terjadi pada saat istirahat. Selain itu, gejala angina pectoris dapat meliputi:

  • Sesak napas atau sulit bernafas
  • Berkeringat secara tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas
  • Mual atau muntah
  • Pusing atau lemah
  • Nyeri pada lengan, bahu, atau rahang

Gejala angin duduk dapat berbeda-beda pada setiap individu, dan dapat muncul secara tiba-tiba atau bertahap. Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segeralah mencari bantuan medis. Angina pectoris dapat menjadi kondisi yang serius jika tidak diobati dengan tepat.

Penyebab Angin Duduk

Merokok(Foto:Freepik)

Angina pectoris biasanya disebabkan oleh penyempitan arteri koroner. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang menyuplai darah ke otot jantung. Penyempitan arteri koroner dapat terjadi karena penumpukan plak lemak di dinding arteri, yang disebut aterosklerosis. Hal ini dapat menghalangi aliran darah yang cukup ke otot jantung, sehingga menyebabkan kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh jantung.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyempitan arteri koroner dan angina pectoris antara lain:

  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Usia yang lebih tua
  • Riwayat keluarga dengan penyakit jantung

Selain faktor risiko di atas, gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan yang tinggi lemak dan tidak sehat, stres kronis, dan kebiasaan minum alkohol yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya angina pectoris. Dengan mengurangi faktor risiko dan menjalani gaya hidup yang sehat, seseorang dapat mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung dan angina pectoris.

Cara Pengobatan Angin Duduk

Gaya Hidup yang Sehat(Foto:Freepik)

Pengobatan untuk angina pectoris tergantung pada jenis dan tingkat keparahan angina, serta kondisi kesehatan individu yang bersangkutan. Beberapa pilihan pengobatan untuk angina pectoris meliputi:

  • Obat-obatan

Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati angina pectoris termasuk nitrogliserin, beta blocker, calcium channel blocker, dan obat-obatan antiplatelet atau antikoagulan. Obat-obatan ini dapat membantu meredakan gejala angina dan meningkatkan aliran darah ke jantung.

  • Perubahan gaya hidup

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membantu mengurangi faktor risiko penyakit jantung dan angina pectoris. Beberapa perubahan yang dapat dilakukan antara lain menghentikan merokok, menjalani diet sehat yang rendah lemak dan kolesterol, berolahraga secara teratur, mengurangi stres, dan menjaga berat badan yang sehat.

  • Prosedur medis

Beberapa kasus angina pectoris mungkin memerlukan prosedur medis seperti angioplasti atau operasi bypass jantung. Angioplasti adalah prosedur di mana dokter akan memasukkan tabung kecil ke dalam arteri koroner dan mengembangkannya untuk memperbaiki penyempitan arteri. Sementara bypass jantung adalah operasi di mana dokter akan membuat jalan baru untuk aliran darah ke jantung dengan menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh yang lain.

Pengobatan yang tepat dapat membantu mengendalikan gejala angina pectoris dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, sangat penting bagi seseorang yang mengalami gejala angina pectoris untuk segera mencari bantuan medis dan berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan pengobatan yang terbaik untuk kondisi mereka.

Editor: Lamsari Gulo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS