Deretan Pemain Muda Potensial Yang Bermain Di Bundesliga

Deretan Pemain Muda Potensial Yang Bermain Di Bundesliga

Michael | Sepakbola | 06-11-2021

Bundesliga memang kerap menciptakan pemain dengan potensi-potensi hebat. Tak perlu diragukan, pemain-pemain muda jebolan liga tertinggi di Jerman ini sudah malang melintang di berbagai klub dunia.

Sebut saja Christian Pulisic yang kini tampil cemerlang di Chelsea bersama rekan timnya Kai Havertz dan Timo Werner yang sama-sama pernah bermain di Liga Jerman. Jangan lupakan juga Jadon Sancho yang kini bermain bagi Manchester United dan ada juga Ibrahima Konate yang dipercaya berduet bersama Virgil Van Dijk untuk menjaga pertahanan Liverpool dan pemain lainnya.

Dengan hilangnya pemain-pemain tersebut, bukan berarti Bundesliga kehabisan talenta muda. Di Borussia Dortmund misalnya. Die Borussen masih punya nama Erling Haaland, lalu ada nama Giovanni Reyna hingga Youssoufa Moukoko.

Berikut Deretan Pemain Muda Potensial Yang Bermain Di Bundesliga.

Jude Bellingham

Dia menjadi sorotan semua klub-klub besar Eropa berkat penampilan baiknya bersama Borussia Dortmund.

Semua mata tertuju pada pengatur serangan dari Dortmund yang dibeli dari klub kasta dua liga Inggris Birmingham City yaitu Jude Bellingham. Pemuda 18 tahun asal Stourbridge ini memang sudah menjadi andalan lini tengah dari klub yang bermarkas di Signal Iduna Park ini.

Musim ini, Bellingham seakan tak tergantikan di lini tengah dari skuad arahan Marco Rose tersebut. Penampilannya juga patut diacungi jempol. Dari 10 pertandingan di Bundesliga, Bellingham mampu menyumbang 2 gol dan 3 assist dari 865 menitnya di lapangan.

Bek veteran Dortmund Mats Hummels bahkan mengakui Jude Bellingham berada di level yang lain. Bahkan dibandingkan dengan pemain seperti Mario Gotze hingga Pulisic yang pernah bermain bersama Hummels, Bellingham disebut berada di level lain.

"Mario Götze sudah menjadi pemain sepak bola yang luar biasa pada usia itu, dia menganggap sepak bolanya sangat serius. Tapi Jude adalah pemain berusia 18 tahun paling matang yang pernah saya lihat. Dia sudah menjadi pemimpin dan juga salah satu yang paling vokal dalam tim," kata Hummels dikutip dari website resmi Bundesliga, Jumat (5/11/2021).

"Dia pemain sepak bola yang fantastis, dan pria yang fantastis. Saya pikir saya sudah mengatakan kepadanya sekitar 25 kali sekarang bahwa saya hanya mencintainya. Dia sedang dalam perjalanan ke puncak, tidak ada keraguan tentang itu,"

Jamal Musiala

Nama lainnya yang sudah jadi tulang punggung bagi timnya adalah pemuda 18 tahun asal Jerman, Jamal Musiala. Walau usianya masih sangat belia, tapi Musiala sudah bermain dalam 9 pertandingan bersama Bayern Munchen.

Nampaknya pelatih Julian Nagelsmann melihat potensi yang ditunjukan oleh pemuda ini. Hal itu pun langsung dibayar kontan dengan penampilan apik Musiala yang sudah mencetak 2 gol dan 3 assists di Bundesliga.

Meskipun baru bekerja sejak awal Juli, Julian Nagelsmann telah melihat potensi besar yang dimiliki Jamal Musiala. Dari penampilannya juga, membuatnya percaya Musiala memiliki karir yang panjang dan sukses di depannya

"Dia memiliki potensi yang luar biasa. Ini luar biasa. Dia memiliki kualitas finishing yang hebat. Kualitas menyerang yang luar biasa juga dalam dribbling-nya dengan bola," ujar Nagelsmann.

"Dia membenarkan kepercayaan saya (padanya). Dia melakukannya dengan sangat baik. Dia memiliki dasar untuk karir yang luar biasa," lanjutnya.

Joshua Kimmich

Musiala tak sendiri, ada nama Joshua Kimmich seorang gelandang bertahan yang sedari muda sudah mengasah performanya di Die Roten. Kimmich bahkan disebut bakal menjadi pemain kelas dunia oleh mantan pelatihnya yang kini membesut timnas Jerman, Hansi-Flick. 
Kala itu melepas jabatannya ke Nagelsmann, Flick meramalkan suksesornya tersebut akan memiliki banyak kesenangan dengan tim yang ditinggalkannya. Bagaimana tidak, Bayern Munchen dihuni oleh pemain papan atas dan salah satunya adalah Kimmich.

Usia yang cukup matang yaitu 26 tahun membuatnya menjadi jenderal lapangan tengah bagi tim yang bermarkas di Allianz Arena ini. Kimmich pun sudah tampil sebanyak 10 kali dengan sumbangan 3 gol dan 4 assists.

Wajar saja, Kimmich dengan cepat menjadi favorit bagi Hansi Flick di Bayern Munich, dan kemungkinan akan terulang bagi tim nasional Jerman di masa depan.

"Saya pikir jika dia berhasil menyalurkan ambisinya yang luar biasa sedikit lebih baik dan mengarahkannya ke arah yang benar, maka dia bisa menjadi pemain terbaik dunia. Dia sudah menjadi pemain kelas dunia di beberapa posisi tetapi dia bisa mengambil langkah lain - dan saya harap dia melakukannya," ujar Flick.

Florian Wirtz

Jangan lupakan juga nama Florian Wirtz, gelandang serang berusia 18 tahun yang saat ini menjadi jantung bagi lapangan tengah Bayern Leverkusen. Wirtz bahkan menjadi gelandang produktif yang sudah mencetak 4 gol dan juga 6 assists dari 9 pertandingan bersama Leverkusen.

Christopher Nkunku

Ada juga Christopher Nkunku, pemain berpaspor Prancis yang menjadi pengatur serangan RB Leipzig. Pemain berusia 23 tahun itu seakan menjadi pemain yang paling menonjol usia Leipzig ditinggal Marcel Sabitzer ke München.

Pelatih Jesse Marsch boleh gembira karena Nkuku tampil impresif di lini tengah Leipzig. Dari 10 pertandingannya di Bundesliga, gelandang serang ini sudah mencetak 4 gol dan 4 assists.

Dominik Szoboszlai

Die Roten Bullen juga masih punya nama Dominik Szoboszlai, pemain sayap 21 tahun asal Hungaria yang sudah mencetak 3 gol dan 3 assists dari 9 pertandingan. Hingga bek muda potensial dari Kroasia yaitu Josko Gvardiol yang baru berusia 19 tahun dan sudah tampil 9 kali.

Dari beberapa nama di atas, menunjukkan Liga Jerman merupakan rumah bagi talenta muda untuk mengasah bakatnya menjadi pemain kelas dunia. Apalagi, Bundesliga adalah liga sepak bola dengan skor tertinggi di Eropa dan menawarkan permainan mendebarkan setiap akhir pekan.

Dengan klub-klubnya yang unik, pengembangan pemuda yang ekstensif, dan inovasi yang sangat teknis, Bundesliga menawarkan sepak bola sebagaimana mestinya. Liga tertinggi Jerman ini juga mengutamakan penggemar dengan aturan 50+1, yang memastikan para penggemar tetap memegang kendali atas klub mereka.
 

Tag : bundesliga, deretan pemain muda, pemain muda potensial, liga jerman

Berita Terkait