Sheikh Ahmed Al Tayyeb dengan Paus Fransiskus usai penandatanganan dokumen Persaudaraan Manusia yang dikenal sebagai Deklarasi Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.

Imam Besar Al-Azhar Tegas menolak seruan penggabungan Kristen, Yahudi dan Islam

Maraden | Internasional | 11-11-2021

PARBOABOA – Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmad Ahmed Al-Tayyeb, dengan tegas menyampaikan penolakan terhadap seruan menggabungan tiga agama besar yaitu Kristen, Yahudi dan Islam menjadi satu keyakinan yang dinamakan Abrahamisme.

Ulama asal Mesir itu mengatakan konsep dan seruan Abhrahamisme itu bertentangan dengan nilai kebebasan dan berkeyakinan. Dia menyebut konsep penggabungan yang belakangan ini sering digaung-gaungkan warga dunia itu berpotensi merampas kebebasan beragama antar-manusia. Ia menyatakan, seruan penggabungan agama seperti hal tersebut tidak mungkin dilakukan di dalam kepercayaan Islam.

"Berdasarkan keyakinan agama surgawi kami, kami percaya tidak mungkin bagi manusia dipersatukan dalam satu agama," kata Al Tayyeb, dikutip dari Arab News, Rabu (10/11/2021).

Menurut Al Tayyeb perbedaan agama ini adalah fakta historis dan ilmiah, dan sebelumnya ini adalah fakta yang dikonfirmasi oleh Al-Quran. Dia menuturkan, manusia dilahirkan dan dibesarkan dengan budaya yang berbeda. Beberapa perbedaan tersebut memang sudah digariskan dan tidak dapat disamakan begitu saja seperti warna, keyakinan, pikiran, bahasa, dan bahkan sidik jari.

Meski demikian, Al Tayyeb mengakui sisi positif dari wacana tersebut yang digaungkan untuk mencegah konflik demi mempromosikan persatuan antar-manusia di jagat raya

Seruan ini, yang mirip dengan seruan globalisasi, mengakhiri sejarah, etika global, dan lainnya muncul untuk mempromosikan kebersamaan dan persatuan antar-manusia, pun juga menghapus penyebab percekcokan dan konflik," tandasnya.

Sebagaimana belakangan kerap digaungkan wacana Abrahamisme yang disebut agama kesamaan oleh banyak warga dunia. Melansir The National News, disebutkan agama Islam, Kristen, dan Yudaisme atau Yahudi adalah tiga agama utama Abraham. Para penganutnya sama-sama menganggap Abraham sebagai nabi atau figur bapak yang penting.

Bebagai kalangan menilai ketiga agama itu dapat digabungkan menjadi satu keyakinan baru “Abrahamisme” sebgai seruan global untuk mengakhiri dan juga menghapus sejarah konflik dan percekcokan dan mencetuskan kebersamaan dan persatuan antar-manusia.

Hal tersebut muncul setelah Deklarasi Abu Dhabi di Uni Emirat Arab yang juga ditandatangani oleh Al Tayyeb dan juga Paus Fransiskus. Deklarasi itu adalah dokumen itu menggaris bawahi nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan kebebasan beragama.

Tag : #abrahamisme    #Sheikh Ahmad Ahmed Al-Tayyeb    #Paus Fransiskus    #islam    #kristen    #yahudi   

Baca Juga