Istiqomah Artinya dalam Islam, Lengkap dengan Dalil, Contoh dan Keutamaanya

Istiqomah Artinya dalam Islam (Foto: Parboaboa/Ratni)

PARBOABOA – Kita pasti pernah mendengar kata istiqomah dalam wejangan. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui makna dan arti istilah tersebut.

Istiqomah (kata baku: istikamah) merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan konsisten dalam ketakwaan seseorang. Sikap ini merupakan salah satu akhlak mulia, dan termasuk dalam sifat-sifat rasul.

Berikut ini Parboaboa akan memberikan penjelasan secara mendalam tentang istiqomah artinya, beserta dalil dan keutamaannya.

Pengertian Istiqomah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istiqomah artinya sikap teguh pendirian dan selalu konsisten. Menurut Ensiklopedia Islam, pengertian istiqomah adalah keadaan atau upaya seseorang untuk teguh mengikuti jalan lurus (agama islam) yang telah ditunjukkan Allah pada umatnya. Istiqomah berfungsi sebagai pencegah setiap pribadi muslim agar tidak tergoda oleh perilaku maksiat.

Menurut bahasa, istiqomah berasal dari kata yang tersusun dari huruf qof, wa, dan mim yang menunjukkan dua makna. Pertama, pengertian istiqomah artinya kumpulan manusia. Kedua, pengertian istiqomah diartikan dengan I’tidal ( tegak atau lurus).

Dalil Tentang Istiqomah

1. Dalam Kitab Suci Al – Qur’an

QS. HÅ«d: 112

Artinya: “Maka tetaplah engkau (Muhammad) di jalan yang benar, sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat bersamamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.

QS. Fushilat ayat 30

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “ Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka mengatakan: “ Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

QS. Asy-Syūrā [42]: 15

Artinya: “Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah lah Tuhan Kami dan Tuhan kamu. bagi Kami amal-amal Kami dan bagi kamu amal-amal kamu. tidak ada pertengkaran antara Kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali".

2. Dalam Hadits

Hadis 1

Artinya: “Apabila anak Adam berada pada waktu pagi, anggota-anggota tubuhnya tunduk kepada lisan dan berkata,”bertakwalah kepada Allah dalam memimpin kami karena sesungguhnya kami adalah pengikutmu, jika kamu menempuh jalan yang lurus (beristiqamah), kami juga menempuh jalan yang lurus, dan jika kamu menempuh jalan yang bengkok, kami juga menempuh jalan yang bengkok.”(HR. Tirmidzi dan Ahmad; Hadits shahih).

Hadis 2

Artinya: “Dari Abu Najih Al-Ibrahim bin Sariah, dia berkata: “Rasulallah SAW memberikan kami nasihat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Maka kami berkata „Ya Rasulallah, seakanakan ini merupakan nasihat perpisahan, maka berilah kami wasiat‟.

Rasulallah SAW bersabda: “Aku wasiatkan kalian untuk kalian bertakwa kepada Allah SWT, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh kepada ajaranku dan ajaran Khulafau Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah (genggam dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat.” (H.R. Abu Daud dan Tirmudzi).

Hadis 3

Seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw: “Ya Rasulullah, tolong ajarkan sesuatu kepadaku yang paling penting dalam islam dan saya tidak akan bertanya lagi kepada siapapun. Nabi Saw. menjawab: “ Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomah (konsisten menjalankan perintah dan menjauhi larangan).”

Bentuk Istiqomah

Berikut adalah bentuk-bentuk istiqomah artinya:

1. Istiqomah lisan

Pengertian istiqomah lisan adalah berlaku tegas dalam ucapan sesuai dengan kebenaran yang diyakini tanpa mengubahnya demi suatu keuntungan. Salah satu bentuk istiqomah lisan adalah saat mengucapkan dua kalimat syahadat. Sikap ini harus diperhatikan karena lisan merupakan juru bicara hati dan pikiran.

2. Istiqomah sikap perbuatan

Pengertian istiqomah perbuatan adalah berlaku mantap dalam melaksanakan suatu pekerjaan, tidak ragu takut, cemas oleh sesuatu. Sementara istiqomah sikap adalah teguh dalam sikap yang sesuai dengan ketentuan Allah. Istiqomah sikap perbuatan termasuk yang dilakukan oleh panca indra seperti pendengaran, penglihatan, penciuman, perasa, dan peraba.

3. Istiqomah hati

Pengertian istiqomah hati adalah melakukan segala sesuatu dengan niat yang ikhlas dan jujur. Istiqomah hati bisa berarti takut kepada-Nya, mengagungkan-Nya, mencintai-Nya, menjadikan-Nya tujuan, tumpuan harapan, berdoa, tawakkal kepada –Nya dan berpaling dari yang selain-Nya.

Keutamaan Istiqomah

Istiqomah memiliki beberapa keutamaan, dikutip dari qazwa.id ada tiga keutamaan istiqomah yang bisa diperoleh oleh seseorang.

1. Jaminan surga bagi yang menjalankan aktivitas ibadah dengan istiqomah

Ketika seseorang mampu menjalankan aktivitas ibadahnya dengan cara istiqomah maka ia akan mendapatkan pahala. Sebagaimana firman Allah SWT:

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَبْشِرُوا۟ بِٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakan lah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

2. Terhindar dari kesedihan dan kekhawatiran

Orang yang senantiasa istiqomah akan terhindar dari kesedihan dan kekhawatiran. Dua rasa yang seringkali mengganggu manusia sehingga tidak fokus dalam beramal.
Sebagaimana dalam firman Allah swt pada QS. Al-Ahqaf ayat 13, yaitu:

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya: “ Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.”

3. Amalan yang dicintai Allah

Istiqomah juga sering diartikan sebagai sebuah amalan yang konsisten. Meskipun ia kecil tetapi bila dilakukan dengan konsisten maka itu lebih baik.

Dibandingkan amalan yang banyak tapi jarang untuk dilakukan. Amalan seperti ini dicintai Allah sebagaimana pada hadist Nabi SAW:

“Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian dan amal yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus menerus meskipun sedikit.” (HR Bukhari)

Penerapan Istiqomah Artinya Kehidupan Sehari-hari

Ada beberapa contoh penerapan istiqomah yang perlu diketahui yaitu:

  • Selalu menjalankan perintah Allah SWTdan senantiasa selalu menjauhi apa yang menjadi larangan-Nya dalam keadaan apa pun dan di mana pun.
  • Melaksanakan sholat lima waktu tepat pada waktunya.
  • Belajar terus menerus dalam hal kebaikan sampai benar-benar paham.
  • Selalu menaati peraturan, baik yang ada di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
  • Selalu menjalankan kewajiban dengan rasa senang dan nyaman, tidak merasa dipaksa atau terbebani.

Pembaca setia Parboaboa, itulah tadi penjelasan terkait istiqomah artinya dan mengapa kita harus memiliki sikap tersebut dalam kehidupan ini.

Editor: Lamsari Gulo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS