Mengenal Keterampilan Motorik Kasar pada Anak dan Perbedaannya dengan Motorik Halus

Motorik kasar (Foto: Pinterest/@momjunction)

PARBOABOA – Perkembangan motorik kasar merupakan bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Selain berdampak pada kesehatan fisik, hal tersebut juga berpengaruh pada kemampuan belajar dan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.

Melansir dari laman understood.org, keterampilan motorik kasar adalah kemampuan yang memungkinkan kita melakukan tugas-tugas yang melibatkan otot-otot besar di batang tubuh, kaki, dan lengan.

Penguasaan keterampilan motorik kasar memainkan peran penting dalam aktivitas sehari-hari anak, mulai dari bermain dengan teman-teman hingga menjalani kehidupan sehat yang aktif.

Untuk itu diperlukan peran orangtua dan pendidik dalam membantu anak mengembangkan keterampilan yang satu ini dengan baik.

Dalam artikel kali ini, Parboaboa telah merangkum ulasan tentang keterampilan motorik kasar secara lengkap serta perbedaannya dengan kemampuan motorik halus.

Apa Itu Motorik Kasar?

Motorik kasar (Foto: Pinterest/@spiderfit) 

Secara umum, motorik kasar adalah sekumpulan aktivitas yang melibatkan penggunaan otot-otot besar dalam tubuh, termasuk gerakan dasar seperti berjalan, berlari, dan melompat, serta gerakan non-lokomotor dan manipulatif.

Keterampilan motorik kasar ini menekankan kekuatan fisik dan keseimbangan, yang merupakan bagian penting dalam perkembangan anak.

Gerak motorik kasar merujuk pada gerakan tubuh yang bersifat kasar atau keras. Semakin anak tumbuh dan menguatkan tubuhnya, semakin sempurna pula gaya geraknya.

Mengutip dari laman Kemendikbud, keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar adalah aktivitas yang melibatkan seluruh tubuh atau sebagian tubuh.

Dalam keterampilan ini, termasuk ketahanan, kecepatan, kelenturan, ketangkasan, keseimbangan, dan kekuatan.

Keterampilan koordinasi motorik ini dibagi menjadi tiga kelompok, yang mencakup pengetahuan dan pemahaman tentang nama dan fungsi anggota tubuh, pemahaman tentang cara merawat tubuh, serta kemampuan untuk melakukan berbagai gerakan yang terkoordinasi.

Melatih keterampilan motorik kasar adalah langkah penting untuk menjaga keseimbangan, meningkatkan ketahanan, kelenturan, dan kelincahan tubuh.

Peran Motorik Kasar

Motorik kasar (Foto: Pinterest/@speechtherapyla) 

Motorik kasar memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan fisik dan kesejahteraan anak-anak. Beberapa peran utama motorik kasar adalah:

1. Pembangunan Keterampilan Fisik Dasar

Keterampilan motorik kasar melibatkan gerakan besar seperti berjalan, berlari, melompat, dan meraih. Keterampilan ini merupakan dasar yang penting bagi kemampuan fisik anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lancar.

Dengan kemampuan motorik kasar yang baik, anak dapat berpartisipasi dalam aktivitas fisik dan menjalankan tugas-tugas sehari-hari seperti berpindah tempat, mengangkat benda, dan bergerak dengan kecepatan dan keseimbangan yang diperlukan.

2. Kesehatan Fisik

Aktivitas ini membantu menjaga kesehatan fisik anak. Melalui aktivitas ini, anak mengembangkan otot-otot besar mereka secara optimal, meningkatkan kardiovaskular mereka, dan memperbaiki keseimbangan tubuh mereka.

Dengan melakukan gerakan-gerakan seperti berjalan, berlari, melompat, dan berbagai aktivitas fisik lainnya.

3. Pengembangan Keterampilan Sosial

Bermain dengan teman-teman atau berpartisipasi dalam olahraga tim dapat meningkatkan keterampilan sosial anak, seperti kemampuan bekerja sama, berkomunikasi dengan orang lain, dan belajar aturan dalam interaksi kelompok.

Ketika anak bermain dengan teman-teman sebaya atau terlibat dalam olahraga tim, mereka belajar untuk berbagi, menghormati pendapat orang lain, dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

4. Kemampuan Konsentrasi

Keterampilan motorik kasar juga berkontribusi pada perkembangan kemampuan konsentrasi dan fokus anak. Ketika anak terlibat dalam aktivitas motorik kasar, mereka harus memahami dan merencanakan gerakan yang akan dilakukan.

Hal ini melibatkan fungsi eksekutif otak, seperti perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian impuls.

Dalam mencoba menguasai gerakan-gerakan yang melibatkan koordinasi tubuh dan keseimbangan, anak-anak perlu mengarahkan perhatian mereka dan mengikuti instruksi untuk mencapai tujuan gerakan yang diinginkan.

5. Kepercayaan Diri

Berhasil dalam aktivitas motorik kasar, seperti mencapai tujuan atau mengatasi tantangan fisik, dapat meningkatkan rasa percaya diri anak.

Ketika anak berhasil melakukan gerakan-gerakan motorik kasar dengan baik, seperti melompat jauh, berlari cepat, atau mengatasi rintangan fisik, mereka merasa bangga dengan pencapaian mereka.

6. Keterampilan Kognitif

Motorik kasar adalah aktivitas yang juga mendukung perkembangan keterampilan kognitif, termasuk pemahaman konsep ruang dan waktu.

Ketika anak terlibat dalam gerakan-gerakan motorik kasar, mereka harus mengenali dan memahami hubungan antara tubuh mereka dengan lingkungan sekitarnya.

7. Gaya Hidup Aktif

Melalui motorik besar, anak-anak diajarkan untuk hidup aktif dan sehat, yang merupakan kebiasaan positif yang dapat berlangsung sepanjang hidup mereka.

Ketika anak-anak terlibat dalam aktivitas motorik kasar, mereka memperoleh pengalaman positif dengan gerakan dan aktivitas fisik.

8. Pengalaman Belajar

Keterampilan kasar memungkinkan anak-anak untuk mengalami belajar melalui pergerakan dan tindakan fisik, yang dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif.

Melibatkan anak-anak dalam aktivitas motorik kasar membawa elemen kinestetik ke dalam proses pembelajaran. Dalam konteks ini, anak-anak tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga terlibat secara aktif melalui gerakan tubuh mereka.

Perkembangan Motorik Kasar

Motorik kasar (Foto: understood.org) 

Perkembangan motorik kasar adalah proses penting dalam pertumbuhan fisik dan kemampuan motorik anak-anak.

Melansir dari jurnal Addriana Bulu Baan, motorik kasar melibatkan sejumlah tahapan yang berkembang seiring waktu, di antaranya:

1. Tahap Bayi

Pada tahap ini, bayi mengalami perkembangan keterampilan kasar yang mendasar. Mereka dapat menggerakkan tangan dan kaki mereka secara refleks, seperti mengayuh kaki ketika diletakkan di atas perut mereka.

2. Tahap Balita Awal

Pada usia sekitar 1 hingga 2 tahun, perkembangan motorik kasar adalah masa dimana anak mulai belajar berjalan. Awalnya, mereka mungkin merangkak atau merayap sebelum akhirnya dapat berdiri dan berjalan dengan dukungan.

Mereka juga mulai mengembangkan keterampilan dasar seperti meraih, mengangkat, dan melempar objek.

3. Tahap Balita Tengah

Pada usia sekitar 2 hingga 3 tahun, anak-anak menjadi lebih mandiri dalam berjalan dan berlari tanpa dukungan. Mereka juga mulai bermain dengan bola, bermain lompat tali, dan melompat dari permukaan rendah.

4. Tahap Pra-sekolah

Pada usia sekitar 4 hingga 6 tahun, anak-anak semakin mahir dalam bergerak. Mereka dapat berlari, melompat, dan bermain dengan koordinasi yang lebih baik. Mereka juga mungkin mulai mengendarai sepeda tanpa roda bantu.

5. Tahap Sekolah Awal

Pada usia sekolah awal, anak-anak mengembangkan keterampilan kasar mereka melalui berbagai aktivitas fisik dan olahraga.

Mereka mungkin mulai berpartisipasi dalam berbagai olahraga seperti sepak bola, bola basket, atau berenang.

6. Tahap Remaja

Pada masa remaja, motorik kasar adalah masa dimana anak dapat meningkatkan kekuatan fisik mereka dan mengembangkan keterampilan dalam olahraga atau aktivitas fisik tertentu sesuai minat mereka.

Stimulasi dan Latihan Motorik Kasar

Motorik kasar (Foto: letsgrowpediatrics.com) 

Stimulasi dan latihan motorik ini merupakan langkah penting dalam membantu anak mengembangkan keterampilannya. Beberapa cara untuk stimulasi dan latihan motorik kasar adalah sebagai berikut:

1. Bermain Luar Ruangan

Ajak anak bermain di luar ruangan, seperti di taman atau lapangan bermain. Aktivitas seperti berlari, melompat, bersepeda, dan bermain tangkap bola dapat membantu mengembangkan keterampilan kasar mereka.

2. Bermain Olahraga

Untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar adalah dengan mengajak anak untuk berpartisipasi dalam olahraga seperti sepak bola, bola basket, atau bulu tangkis.

Olahraga tim ini tidak hanya melatih keterampilan motorik, tetapi juga membantu mereka belajar bekerja sama dengan tim.

3. Bermain Alat Bermain

Anak-anak dapat bermain dengan peralatan bermain seperti jungkat-jungkit, ayunan, atau taman bermain panjat. Ini adalah cara yang baik untuk meningkatkan kekuatan fisik dan koordinasi mereka.

4. Aktivitas Senam

Senam anak atau yoga anak dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Ada banyak video dan buku panduan yang tersedia untuk aktivitas ini.

5. Permainan Keseimbangan

Ajak anak bermain permainan yang melibatkan keseimbangan, seperti berjalan di atas garis-garis di tanah atau menyeimbangkan diri di atas satu kaki.

6. Aktivitas Lintas Alat Gerak

Latihan motorik kasar adalah aktivitas seperti bersepeda, bermain skateboard, atau bermain rollerblade dapat membantu mengembangkan keterampilan ini sambil juga menyenangkan.

7. Mengikuti Kelas Olahraga atau Seni Bela Diri

Menyertakan anak dalam kelas olahraga atau seni bela diri seperti karate atau tae kwon do dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan kasar sambil juga memahami disiplin dan pengendalian diri.

8. Bermain dengan Teman-Teman

Bermain dengan teman-teman dapat memberikan stimulasi tambahan dan peluang untuk berkompetisi atau bekerja sama dalam aktivitas fisik.

9. Aktivitas Bina Badan

Menggunakan mainan seperti bola besar, kursi roda, atau kursi angin untuk bergerak-gerak dapat menjadi latihan permainan kasar yang menyenangkan.

10. Mendorong Aktivitas Fisik Sehari-hari

Terakhir, untuk menstimulasi keterampilan motorik kasar adalah dengan mengajak anak membantu tugas-tugas sehari-hari seperti membersihkan rumah atau berkebun. Ini juga bisa menjadi cara yang baik untuk berlatih.

Dampak Jangka Panjang pada Motorik Kasar

Motorik kasar (Foto: educatall.com) 

Perkembangan keteramplan kasar yang baik pada anak memiliki dampak jangka panjang yang penting dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Berikut adalah beberapa dampak jangka panjang yang positif dari perkembangan yang baik:

1. Kesehatan Fisik yang Lebih Baik

Anak-anak yang memiliki keterampilan yang baik cenderung hidup lebih aktif dan sehat secara fisik. Mereka lebih mungkin menjalani gaya hidup aktif dan berpartisipasi dalam olahraga atau aktivitas fisik yang dapat menjaga kesehatan mereka.

2. Keterampilan Sosial yang Lebih Kuat

Motorik kasar adalah aktivitas yang dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerja sama, komunikasi, dan kepemimpinan.

3. Keterampilan Akademik yang Lebih Baik

Keterampilan yang berkembang dengan baik dapat membantu anak-anak dalam keterampilan akademik seperti menulis dengan baik, menggambar, dan memahami konsep spasial dan matematika.

4. Rasa Percaya Diri yang Tinggi

Keberhasilan dalam aktivitas kasar, seperti mencapai tujuan atau mengatasi tantangan fisik, dapat meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.

5. Pengembangan Keterampilan Hidup

Keterampilan yang baik membantu anak-anak dalam menjalani tugas-tugas sehari-hari, seperti berpakaian, makan, dan merawat diri mereka sendiri.

6. Kemampuan Menghadapi Stres

Gerak motorik kasar adalah aktivitas seperti berolahraga yang dapat membantu anak-anak dalam mengatasi stres dan mengembangkan cara yang sehat untuk mengatasi tantangan dalam kehidupan.

7. Kebugaran Tubuh

Keterampilan kasar yang berkembang dengan baik membantu anak-anak dalam mempertahankan kebugaran tubuh mereka sepanjang hidup, yang dapat mengurangi risiko penyakit dan kondisi kesehatan tertentu.

8. Kemampuan Partisipasi Sosial

Anak-anak yang memiliki keterampilan motorik yang baik lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan aktivitas fisik, seperti tarian tradisional atau permainan rakyat.

9. Pengembangan Minat dan Bakat

Kemampuan kasar yang kuat dapat membantu anak-anak mengidentifikasi minat dan bakat mereka dalam bidang seperti olahraga, seni pertunjukan, atau aktivitas fisik lainnya.

10. Keterampilan Kehidupan Dewasa

Dalam jangka panjang, perkembangan motorik yang baik membantu anak-anak menjadi dewasa yang mandiri dan mampu mengatasi tuntutan kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Perbedaan Motorik Kasar dan Halus

Motorik kasar melibatkan gerakan besar yang memerlukan otot-otot besar tubuh, seperti berjalan, berlari, dan melompat.

Sementara itu, motorik halus melibatkan gerakan halus yang memerlukan koordinasi tangan dan jari, seperti menulis, menggambar, dan mengancingkan baju.

Perbedaan motorik kasar dan motorik halus adalah dalam jenis gerakan dan tingkat koordinasi yang dibutuhkan. Motorik kasar berfokus pada gerakan tubuh besar, sedangkan motorik halus melibatkan gerakan yang lebih kecil dan presisi.

Perhatian dan dukungan yang tepat terhadap perkembangan motorik kasar adalah membantu anak-anak mengukir masa depan yang lebih sehat, aktif, dan sukses dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Editor: Juni
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS