Capres-Cawapres Berebut Elektabilitas Jelang Hari H Pencoblosan

Pasangan capres saat debat kelima Pemilu 2024, Minggu 4 Februari lalu. (Foto: tangkapan layar Youtube KPU RI)

PARBOABOA, Jakarta - Elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) menjadi pijakan penting merumuskan strategi politik.

Selain, mengukur potensi kemenangan masing-masing kandidat di Pemilu 2024.

Menjelang hari H pencoblosan, 14 Februari 2024 dan berakhirnya debat kelima, elektabilitas capres serta cawapres pun semakin fluktuatif.

Hasil survei Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) misalnya, memberikan kejutan dengan merilis elektabilitas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar unggul tipis, dibandingkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan 32,41% dan 32,02%. Sementara Ganjar-Mahfud MD hanya sebesar 19,52%.

"Sisanya, 16,05% responden menyatakan belum menentukan pilihan," kata peneliti LKSP, Subhan Akbar di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Jika dirinci lagi berdasarkan zona wilayah, yaitu Pulau Jawa dan luar pulau Jawa, survei LKSP menyatakan elektabilitas Anies-Cak Imin pun unggul tipis dari Prabowo-Gibran.

Di lima provinsi di Pulau Jawa, pasangan nomor urut 1 itu unggul di DKI Jakarta dan Jawa Barat, masing-masing 57,60% dan 43,49%.

Sedangkan pasangan nomor urut 2 unggul di Banten dan Jawa Tengah, masing-masing 42,49% dan 37,11%. Untuk pasangan capres nomor urut 3 unggul di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan 53,09% dan 40,00%.

"Anies-Muhaimin menang dengan persentase 35,51% di luar Jawa. Prabowo-Gibran 33,15% dan Ganjar-Mahfud 11,34%," jelas Subhan.

Survei LKSP ini menggunakan metode multi stages random sampling kepada 2.185 responden dengan margin of error 2,0% dan tingkat kepercayaan 95%.

"Survei sendiri kita lakukan pada 1-8 Januari 2024 yang juga kita lengkapi dengan FGD pakar di 25 Januari lalu untuk memvalidasi temuan," imbuh Subhan Akbar.

Sementara lembaga penelitian kebijakan dan opini, Populi Center menyebut pasangan Prabowo-Gibran memperoleh keterpilihan terbanyak, yaitu sebesar 52,5%. Pasangan Anies-Muhaimin mendapat dukungan 22,1% dan Ganjar-Mahfud 16,9%.

"Paslon masyarakat pilih, 79,8% mengaku mantap pilihan tersebut," kata Direktur Eksekutif Populi Center, Afrimadona, dalam keterangannya, Rabu (7/2/2024).

Survei Populi, juga menanyakan respondennya soal berapa putaran pilpres yang disukai.

"Sebesar 79,9% menjawab 1 putaran, sementara yang menjawab 2 putaran sebesar 16,6% dan sisanya 2,3% tidak mempermasalahkan jumlah putaran," ungkap Afimadona.

Pemilu Dua Putaran

Pakar Sosiologi Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Ubeidillah Badrun, menyakini Pemilu 2024 akan berlangsung dua putaran.

Keyakinan tersebut berdasarkan pengamatannya pada hasil survei yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei. Salah satu alasannya, kata Ubei, persaingan ketat fluktuasi elektabilitas antara paslon sangat tinggi.

Menurutnya, putaran pertama rata-rata sekitar 30% perolehan suara tiap calon capres-cawapres.

"Karena ketiga calon punya basis pendukung yang kuat," katanya saat diwawancara PARBOABOA, Rabu (7/2/2024).

Ubei mengingatkan masing-masing paslon untuk mempengaruhi undecided voter atau mereka yang belum menentukan pilihan, termasuk kepada kelompok yang mudah berubah, swing voter dan pemilih irasional atau pemilih yang dipengaruhi oleh peristiwa subjektif.

Dari sejumlah hasil survei yang diteliti, Ubei mengungkapkan, kemungkinan ada dua versi yang lolos ke putaran kedua Pemilu 2024.

"Dari data survei terakhir, kemungkinan pertama yang lolos Prabowo-Anies. Asal Anies tidak melakukan blunder di hari-hari ke depan. Tapi kalau ada blunder satu saja, bisa turun lagi. Jadi yang bisa nongol Prabowo-Ganjar," jelas analis sosial politik ini.

Sedangkan soal jika ada satu putaran Pilpres 2024, Ubeidillah menambahkan hampir seluruh lembaga survei tidak menyebutkan Pemilu 2024 akan berlangsung satu putaran. Kemudian, ketiga pasangan memiliki kekuatan basis massa yang solid.

"Sehingga sama-sama kuat, kalau satu putaran terjadi ada sesuatu dugaan kecurangan," jelasnya.

Editor: Rian
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS