Kondisi sapi yang terkena penyakit LSD (Dok Parboaboa)

Penyakit LSD Pada Sapi di Simalungun Meningkat, Pemilik Sapi Tambah Khawatir

Wulan | Daerah | 17-07-2022

PARBOABOA, Simalungun - Meningkatnya jumlah sapi yang tertular penyakit kulit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang dikenal masyarakat dengan istilah penyakit benjol benjol lembu dikabupaten Simalungun menimbulkan rasa khawatir para pemilik sapi. Apalagi, pemerintah belum memberikan solusi untuk menanggulangi masalah tersebut.

Lumpy Skin Disease (LSD) sendiri adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV) yang merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae.

Adapun sapi yang terserang LSD menunjukkan beberapa gejala seperti demam, keropeng pada hidung dan rongga mulut, pembengkakan pada kelenjar, dan timbulnya benjolan-benjolan pada kulit dengan batas yang jelas, sehingga penyakit ini bisa juga dinamai penyakit kulit benjol.

Salah satu peternak sapi di Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Kristian Siadari mengatakan bahwa dirinya mencoba mengobati sapi yang dimilikinya dengan cara membeli obat antibiotik yang akan disuntikan kepada ternak sapinya sebanyak dua botol dengan harga Rp390.000 per botolnya.

"Untuk pemakaian 1 mili sendiri digunakan untuk timbangan daging 10 kg, jadi hitung hitungnya 1 botol digunakan untuk penyuntikan 4 sapi dan itu tidak ada garansi atau jaminan untuk sembuh." papar Kristian saat ditemui tim Parboaboa Jumat, (16/7/2022).

Kristian menambahkan, selama ini dinas dari Pemerintahan belum pernah melakukan sosialisasi kepada peternak sapi. Menurutnya, mereka turun kelapangan hanya untuk melihat situasi dan belum ada kebijakan yang dilakukan.

"Pemerintah sepertinya lamban, sapi sudah banyak yang bermatian. Kita berharap dinas pemerintahan segera bisa memberikan solusi kepada masyarakat," ucapnya mengakhiri.

Untuk meminta keterangan lebih lanjut terkait masalah ini, Tim Parboaboa mencoba untuk menemui Robert Pangaribuan (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kelautan) di kantornya.

Namun, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Tim Parboaboa juga sudah mencoba menghubunginya via telepon namun Robert Pangaribuan belum merespon.

Tag : #lsd    #penyakit sapi    #daerah    #simalungun    #lsdv    #penyakit benjol sapi    #kecamatan panei    #kasus lsd di siamlungun   

Baca Juga